Sep 16, 2026
DI Yogyakarta

Bantul — Anak 7 Tahun Ditemukan Meninggal Tenggelam di Sungai Winongo

BANTUL — Suasana tenang di sekitar aliran Sungai Winongo Kecil mendadak berubah menjadi duka mendalam. Seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun ditemukan

Bantul — Anak 7 Tahun Ditemukan Meninggal Tenggelam di Sungai Winongo

BANTUL — Suasana tenang di sekitar aliran Sungai Winongo Kecil mendadak berubah menjadi duka mendalam. Seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai yang melintasi wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum insiden nahas tersebut terjadi, korban diketahui sempat menunaikan ibadah shalat zuhur sebelum akhirnya beranjak bermain seorang diri di bantaran sungai.

Peristiwa memilukan ini menyita perhatian warga setempat karena saat pertama kali terlihat mengapung di permukaan air, tubuh korban sempat dikira sebagai boneka yang hanyut terbawa arus. Warga yang menyadari kondisi sebenarnya langsung bergegas melakukan upaya pertolongan dan evakuasi.

Kronologi Kejadian dan Temuan di Lokasi

Berdasarkan keterangan saksi dan pihak kepolisian, rangkaian peristiwa tenggelamnya korban berlangsung relatif cepat tanpa ada saksi mata yang melihat langsung detik-detik korban terpeleset ke dalam air:

  1. Pukul 12.15 WIB: Korban diketahui menyelesaikan ibadah shalat zuhur dan berpamitan untuk bermain di luar lingkungan rumah.
  2. Pukul 12.45 WIB: Korban terlihat berjalan menuju area pinggir Sungai Winongo Kecil tanpa didampingi rekan sebaya maupun orang dewasa.
  3. Pukul 13.15 WIB: Seorang warga yang sedang beraktivitas di dekat tanggul melihat benda mencurigakan terapung dan awalnya menduganya sebagai boneka mainan berukuran besar.
  4. Pukul 13.25 WIB: Saksi mendekati lokasi untuk memastikan temuannya dan terkejut mendapati korban sudah dalam kondisi terapung tidak sadarkan diri.
  5. Pukul 13.40 WIB: Jasad korban berhasil diangkat ke daratan oleh warga bersama petugas gabungan relawan dan kepolisian.
"Awalnya saksi mengira benda yang terapung di sungai hanyalah boneka yang terbawa arus. Namun, saat didekati dan diamati lebih cermat, ternyata tubuh anak kecil. Saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar," terang petugas kepolisian setempat dalam keterangan resminya.

Hasil Pemeriksaan Medis dan Evakuasi

Setelah berhasil dievakuasi dari dasar aliran sungai, tubuh korban langsung dibawa menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan tindakan medis darurat. Namun, tim medis memastikan bahwa korban telah meninggal dunia akibat asfiksia atau kekurangan oksigen akibat terendam air dalam durasi yang cukup lama.

Pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis bersama pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Kejadian ini disimpulkan murni sebagai kecelakaan fatal akibat korban terpeleset saat bermain di tepi sungai yang licin.

Imbauan Penting bagi Orang Tua dan Masyarakat

Musibah ini menjadi pengingat keras bagi seluruh orang tua agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di dekat area perairan terbuka. Pihak berwenang mengimbau beberapa langkah pencegahan berikut:

  • Pengawasan Melekat: Memastikan anak-anak selalu dalam pantauan saat berada di luar rumah, terutama di sekitar sungai, saluran irigasi, atau kolam penampungan air.
  • Edukasi Bahaya Air: Memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang risiko bahaya bermain di bantaran sungai yang memiliki kedalaman tidak merata serta tepian licin.
  • Pemasangan Peringatan: Masyarakat diharapkan memasang rambu larangan atau pengaman tambahan pada titik-titik sungai yang dinilai curam dan berbahaya.

Jenazah korban telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan di pemakaman umum setempat. Suasana haru mengiringi kepulangan jenazah di rumah duka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User