APABERITA.COM, BANJARMASIN — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin resmi mengoordinasikan operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kapal penumpang KM. Virgo Transport 8. Kapal jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) tersebut dilaporkan mengalami kemiringan (listing) dan hilang kontak (lost contact) saat melayari perairan Laut Jawa dalam rute perjalanan dari Pelabuhan Surabaya menuju Pelabuhan Banjarmasin.
Insiden maritim ini langsung memicu respons cepat dari otoritas pelabuhan dan instansi terkait. Posko darurat penanganan bencana dan koordinasi SAR telah didirikan di Terminal Penumpang Bandarmasih Trisakti, Banjarmasin, guna memastikan pemantauan terpadu serta penyampaian informasi berkala kepada keluarga penumpang maupun pihak keagenan kapal.
Kronologi dan Urutan Kejadian Pelayaran
Berdasarkan data awal yang dihimpun dari laporan KSOP Kelas I Banjarmasin, berikut adalah alur kronologis pelayaran KM. Virgo Transport 8 sebelum dinyatakan hilang kontak di perairan terbuka:
- Waktu Keberangkatan: Kapal penumpang KM. Virgo Transport 8 secara resmi bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada 12 September 2026 pukul 06.52 LT (Waktu Lokal) dengan tujuan akhir Pelabuhan Banjarmasin.
- Sinyal Gangguan: Di tengah perlintasan Laut Jawa, kapal sempat terdeteksi mengalami kendala teknis serius berupa posisi kapal yang miring (listing), yang berpotensi membahayakan stabilitas pelayaran.
- Terputusnya Kontak: Sesaat setelah indikasi kemiringan dilaporkan, sistem komunikasi dan pelacakan navigasi kapal mendadak terputus total (lost contact), sehingga posisi terkahir kapal tidak lagi terdeteksi radar navigasi sipil.
Profil dan Spesifikasi Teknis Kapal
Kapal armada Ro-Ro ini merupakan salah satu sarana transportasi laut utama yang menghubungkan konektivitas logistik dan penumpang antar-pulau Jawa dan Kalimantan. Data teknis armada disajikan dalam tabel perbandingan berikut:
| Parameter Teknis | Rincian Informasi |
|---|---|
| Nama Armada | KM. Virgo Transport 8 |
| Jenis Kapal | Kapal Ro-Ro Penumpang (Passenger Ro-Ro) |
| Bendera Negara | Indonesia |
| Bobot Tonase | 8.540 GT (Gross Tonnage) |
| Nakhoda Kapal | Arief Yunianto |
| Perusahaan Operator | PT. Virgo Karya Shipping |
| Rute Pelayaran | Pelabuhan Surabaya – Pelabuhan Banjarmasin |
Analisis Penanganan Darurat dan Langkah Koordinasi SAR
Peristiwa miring dan hilangnya kontak kapal berukuran 8.540 GT ini menuntut kesiapsiagaan operasional tingkat tinggi. Analisis penanganan darurat menunjukkan bahwa langkah yang diambil KSOP Banjarmasin bertumpu pada penguatan sistem komando terpadu untuk mempercepat penemuan titik koordinat kapal.
Otoritas perhubungan laut menggandeng sejumlah pemangku kepentingan maritim, antara lain Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelindo, Kantor Distrik Navigasi Banjarmasin yang mengoperasikan layanan Vessel Traffic Services (VTS), Kepanduan PT Pelindo III Banjarmasin, serta agen resmi PT Virgo Karya Shipping.
“Langkah penanganan darurat segera diaktifkan demi mengoptimalkan pencarian di perairan Laut Jawa serta memberikan kepastian informasi yang akurat bagi pihak keluarga,” tegas otoritas Ditjen Perhubungan Laut dalam keterangannya. Keberadaan sistem VTS menjadi krusial untuk menganalisis data pelacakan sinyal otomatis terakhir sebelum kapal dinyatakan hilang kontak.
Pendirian posko di Terminal Penumpang Bandarmasih Trisakti Banjarmasin difungsikan sebagai pusat kendali operasional sekaligus crisis center. Di lokasi ini, petugas gabungan melakukan verifikasi manifes penumpang, penyediaan saluran komunikasi darurat, serta penyiapan sarana evakuasi medis jika lokasi kapal berhasil ditemukan.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan terus mengerahkan unsur kapal patroli ke area perairan terdekat guna menyisir rute pelayaran KM. Virgo Transport 8 dan mengupayakan pertolongan secepat mungkin.
Comments (0)