Sep 20, 2026
Jawa Barat

BANDUNG — Pakar Ungkap Penyebab Dentuman Misterius di Bandung Raya

Fenomena suara dentuman keras yang terdengar bergemuruh di sejumlah wilayah Bandung Raya mendadak menjadi perbincangan hangat publik. Suara misterius terse

BANDUNG — Pakar Ungkap Penyebab Dentuman Misterius di Bandung Raya

Fenomena suara dentuman keras yang terdengar bergemuruh di sejumlah wilayah Bandung Raya mendadak menjadi perbincangan hangat publik. Suara misterius tersebut memicu kepanikan warga yang berada di kawasan Kota Bandung, Cimahi, hingga Kabupaten Bandung Barat, setelah getaran halus dan dentuman tajam terdengar menggelegar dari udara.

Peristiwa ini langsung memicu gelombang spekulasi di berbagai platform media sosial. Sejumlah video amatir memperlihatkan reaksi warga yang terkejut saat suara mirip ledakan dahsyat terdengar berulang kali dalam durasi beberapa detik pada Jumat sore.

Kronologi dan Kesaksian Warga di Bandung Raya

Berdasarkan kompilasi laporan masyarakat dan rekaman jaringan pemantau di lapangan, berikut adalah urutan kronologis terjadinya fenomena dentuman tersebut:

  1. Pukul 15.15 WIB: Laporan pertama muncul dari warga di kawasan utara Bandung yang mendengar dentuman berfrekuensi rendah secara tiba-tiba.
  2. Pukul 15.20 WIB: Dentuman susulan yang lebih keras terdengar merata hingga kawasan Cimahi, Lembang, dan Bandung Selatan.
  3. Pukul 15.30 WIB: Warganet membanjiri media sosial dengan unggahan video rekaman suara yang disertai klaim adanya getaran pada kaca jendela rumah.
  4. Pukul 16.00 WIB: Tim ahli geologi dan institusi terkait mulai mengumpulkan data sensor seismik serta mikrobarograf untuk menganalisis penyebab pasti di lapangan.

Analisis Pakar: Mengurai Potensi Penyebab Dentuman

Menanggapi kehebohan masyarakat, pakar geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IABI), Daryono, memberikan penjelasan komprehensif terkait potensi sumber dentuman tersebut. Menurutnya, ada beberapa hipotesis utama yang perlu diuji secara ilmiah sebelum mengambil kesimpulan final.

"Fenomena dentuman di atmosfer atau permukaan bumi bisa dipicu oleh berbagai faktor fisika, mulai dari pergerakan sesar lokal yang sangat dangkal, aktivitas kilat di lapisan atmosfer atas, hingga kejutan gelombang akustik akibat lalu lintas udara," ujar Daryono dalam keterangannya.

Daryono menjelaskan bahwa hasil penelusuran sementara pada alat pencatat gempa (seismograf) menunjukkan indikasi yang sangat spesifik. Jika dentuman bersumber dari gempa tektonik dangkal seperti Sesar Lembang, sensor seismik pasti akan merekam gelombang pemicu secara signifikan. Namun, apabila instrumen tidak mencatat adanya anomali seismik berkekuatan >1,5 SR, maka besar kemungkinan fenomena tersebut bersumber dari aktivitas atmosferik (acoustic boom).

Perbandingan Kemungkinan Sumber Fenomena Dentuman

Untuk memahami karakteristik fenomena ini secara analitis, berikut adalah tabel perbandingan potensi penyebab dentuman berdasarkan parameter ilmiah:

Sumber Potensial Karakteristik Suara Respon Seismograf Cakupan Wilayah
Sesar Tektonik Dangkal Dentuman pendek diikuti gemuruh bawah tanah Terekam jelas pada grafik gelombang P dan S Lokal (radius 5-10 km)
Sonic Boom Aircraft Dentuman tunggal yang sangat tajam dan tajam Tidak terekam pada sensor geologi Luas sesuai jalur lintasan pesawat
Inversi Suhu Atmosfer Suara petir/gemuruh yang terpantulkan dan berulang Bervariasi, mendominasi sensor mikrobarograf Sangat luas (seluruh cekungan)
Meteorit / Bolide Ledakan keras di udara diikuti gelombang kejut Terekam lemah sebagai sinyal akustik Regional (puluhan kilometer)

Pengaruh Karakteristik Geologi Cekungan Bandung

Secara topografi, wilayah Bandung Raya yang berbentuk cekungan (bekas Danau Purba Bandung) dan dikelilingi jajaran pegunungan tinggi turut memengaruhi pembiasan gelombang suara. Efek inversi suhu pada lapisan udara sore hari dapat mengurung gelombang akustik sehingga suara dari kejauhan terdengar jauh lebih keras dan bergema di dalam cekungan tersebut.

Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu hoaks yang mengaitkan dentuman ini dengan bencana besar. Hingga saat ini, pemantauan ketat melalui 24 stasiun pemantau terus dilakukan untuk memastikan keamanan seluruh wilayah Jawa Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User