Sep 17, 2026
Nasional

CIREBON — Pelabuhan Kejawanan Kini Dilengkapi Unit Pengolahan Ikan Modern

Deru mesin kapal nelayan dan aroma khas laut menyambut aktivitas pagi di Pelabuhan Perikanan Kejawanan, Kota Cirebon. Pelabuhan yang selama ini menjadi sal

CIREBON — Pelabuhan Kejawanan Kini Dilengkapi Unit Pengolahan Ikan Modern

Deru mesin kapal nelayan dan aroma khas laut menyambut aktivitas pagi di Pelabuhan Perikanan Kejawanan, Kota Cirebon. Pelabuhan yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi pesisir Jawa Barat tersebut kini sedang mengalami transformasi besar. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon mengonfirmasi bahwa kawasan pelabuhan tersebut telah dilengkapi dengan Unit Pengolahan Ikan (UPI) terpadu untuk mendukung sistem rantai dingin dan hilirisasi produk kelautan.

Kehadiran fasilitas pengolahan ini menjadi jawaban atas tantangan klasik yang kerap dihadapi nelayan lokal, yaitu penurunan kualitas ikan tangkapan akibat minimnya sarana penyimpanan dan pengolahan pascapanen. Dengan adanya unit modern ini, tangkapan laut tidak lagi langsung dijual dalam bentuk mentah dengan harga murah, melainkan dapat diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan daya saing pasar.

Mendorong Nilai Tambah dan Hilirisasi Sektor Perikanan

Fasilitas pengolahan di Pelabuhan Kejawanan didesain untuk memenuhi standar sanitasi dan higienitas tinggi. Sarana ini mencakup area pembersihan, pemfiletan, hingga sistem pemrosesan pendinginan cepat (blast freezing) yang sangat vital bagi pemeliharaan mutu komoditas perikanan.

"Kami berupaya agar Pelabuhan Kejawanan tidak sekadar menjadi tempat bertambatnya kapal dan transaksi ikan segar, tetapi juga berkembang menjadi pusat industri pengolahan perikanan terpadu. Kehadiran unit ini disiapkan agar nelayan dan pelaku UMKM sektor kelautan memiliki daya tawar yang jauh lebih kuat di pasar nasional maupun global," ungkap pihak DKP3 Kota Cirebon.

Pemerintah Kota Cirebon mencatat bahwa efisiensi rantai pasok di sektor perikanan tangkap diproyeksikan meningkat hingga 35 persen dengan beroperasinya fasilitas ini. Selain itu, tingkat kerugian pascapanen (post-harvest loss) yang sebelumnya mencapai angka 15 hingga 20 persen diperkirakan dapat ditekan secara signifikan.

Perbandingan Dampak Pengolahan Ikan di Pelabuhan Kejawanan

Penerapan teknologi pengolahan terpadu membawa perubahan nyata pada skema usaha perikanan di Kota Cirebon. Berikut adalah analisis perbandingan kondisi sebelum dan sesudah tersedianya fasilitas pengolahan modern:

Indikator Utama Sebelum Ada Unit Pengolahan Sesudah Ada Unit Pengolahan
Bentuk Produk Dominan ikan segar utuh (mentah) Produk olahan, olahan beku, & kemasan vakum
Daya Tahan Simpan Sangat terbatas (1-2 hari) Panjang (berbulan-bulan dalam cold storage)
Jangkauan Pasar Pasar lokal & tengkulak daerah Supermarket nasional & potensi ekspor
Stabilitas Harga Rentan anjlok saat panen raya Lebih stabil & bernilai tambah tinggi

Penguatan Ekonomi Pesisir dan Ketahanan Pangan

Selain memberikan manfaat langsung bagi para pemilik kapal dan nelayan, pengoperasian unit pengolahan ikan ini turut membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar kawasan Pantura Cirebon. Penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya pengolah ikan tradisional dan pekerja perempuan pesisir, menjadi salah satu indikator keberhasilan program hilirisasi ini.

DKP3 Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan teknis terkait standardisasi mutu, pengurusan sertifikasi kelayakan pengolahan (SKP), hingga edukasi tata kelola perikanan yang ramah lingkungan. Diharapkan langkah ini menjadikan sektor perikanan sebagai tulang punggung ekonomi daerah yang berdaya tahan tinggi dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User