Argentina dan Swiss Lengkapi Babak Perempat Final Piala Dunia 2026
Panggung 16 besar Piala Dunia 2026 akhirnya menuntaskan seluruh dramanya, mengukuhkan delapan tim terkuat yang akan berjuang di perempat final. Dua pertand
Panggung 16 besar Piala Dunia 2026 akhirnya menuntaskan seluruh dramanya, mengukuhkan delapan tim terkuat yang akan berjuang di perempat final. Dua pertandingan penutup pada Selasa malam waktu setempat menyajikan laga-laga yang menguras emosi: Argentina harus berjibaku hingga menit akhir untuk mengalahkan Mesir dengan skor 3-2, sementara Swiss memastikan tiket lewat adu penalti dramatis 4-3 atas Kolombia setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit. Kini, panggung delapan besar telah lengkap: Maroko, Portugal, Inggris, Spanyol, Belanda, Jerman, Argentina, dan Swiss siap melakoni babak hidup dan mati menuju semifinal.
Argentina vs Mesir: Comeback yang Hampir Sirna
Laga yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, itu menjadi ujian nyali bagi tim asuhan Lionel Scaloni. Argentina unggul cepat lewat gol Julian Alvarez di menit ke-12, memanfaatkan umpan tarik Enzo Fernandez. Namun, Mesir tak tinggal diam. Mohamed Salah, sang kapten, yang kerap kesulitan di babak pertama, melepas tembakan keras kaki kiri yang sempat dibelokkan bek Argentina hingga mengecoh Emi Martinez. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, tensi meningkat. Lautaro Martinez membawa Argentina kembali memimpin di menit ke-58, tetapi Mesir lagi-lagi menyamakan kedudukan melalui sundulan Omar Marmoush hasil skema sepak pojok. Publik Argentina sempat terdiam. Hingga akhirnya, di menit ke-89, Alexis Mac Allister muncul sebagai pahlawan lewat tendangan voli dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper. Selebrasi liar mewarnai sudut stadion dan memastikan Argentina lolos dengan susah payah.
"Pertandingan ini gila. Mereka sangat tangguh, tapi kami membuktikan mengapa kami adalah juara bertahan," ucap Mac Allister seusai laga.
Swiss vs Kolombia: Tembok Pertahanan dan Drama 12 Pas
Di sisi lain, duel Swiss kontra Kolombia yang digelar di AT&T Stadium, Texas, berlangsung ketat dan minim peluang emas. Kedua tim sama-sama mengandalkan disiplin formasi dan transisi cepat, sehingga tak satu pun gol tercipta hingga babak tambahan. Yann Sommer menjadi bintang Swiss dengan serangkaian penyelamatan gemilang, termasuk menepis sundulan Luis Diaz di menit ke-110. Sementara itu, kiper Kolombia, Camilo Vargas, juga gemilang dengan menahan sepakan Breel Embolo dari jarak dekat. Drama puncak terjadi di adu penalti. Empat penendang Swiss—Shaqiri, Freuler, Akanji, dan Elvedi—berhasil menunaikan tugas dengan dingin. Kolombia mampu membalas tiga gol melalui James Rodriguez, Duran, dan Sinisterra, namun tendangan Yaser Asprilla yang melambung di atas mistar menjadi penentu. Skor akhir 4-3 untuk Swiss.
Delapan Tim Tersisa, Siapa Berjodoh dengan Semifinal?
Hasil lengkap 16 besar sekaligus menegaskan dominasi Eropa dan Amerika Selatan, dengan Maroko sebagai satu-satunya wakil Afrika yang tersisa. Berikut rekap singkatnya:
| Tim | Lawan Babak 16 Besar | Skor |
|---|---|---|
| Maroko | Senegal | 2-0 |
| Portugal | Uruguay | 2-1 (aet) |
| Inggris | Ghana | 3-1 |
| Spanyol | Meksiko | 1-1 (5-4 pen) |
| Belanda | Australia | 2-0 |
| Jerman | Denmark | 1-0 |
| Argentina | Mesir | 3-2 |
| Swiss | Kolombia | 0-0 (4-3 pen) |
Babak perempat final sendiri akan mempertemukan Portugal vs Inggris dalam duel klasik Eropa, Maroko menantang Spanyol, Belanda bersua Jerman, serta Argentina menghadapi Swiss. Pertemuan Argentina-Swiss mengingatkan kembali pada babak 16 besar 2014, di mana La Albiceleste menang tipis 1-0. Kini, Swiss dengan pertahanan kokohnya berpotensi kembali menyulitkan Messi dan kolega. Waktu istirahat yang hanya berselang tiga hari menjadi faktor kritis dalam rotasi pemain dan pemulihan stamina.
Data dan Fakta Menarik Babak 16 Besar
Sejumlah catatan menarik tercipta dari fase gugur pertama ini. Dengan golnya ke gawang Mesir, Lionel Messi total telah mencetak 11 gol di Piala Dunia sepanjang kariernya, menyamai rekor legenda Argentina, Gabriel Batistuta. Di sisi lain, kapten Portugal, Bruno Fernandes, menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak sejauh ini: 4 gol dan 5 assist. Sementara itu, adu penalti yang terjadi di tiga pertandingan (Spanyol, Swiss, dan sebelumnya Portugal) menandakan pentingnya mental dan persiapan khusus dari masing-masing tim. Data FIFA menunjukkan bahwa rata-rata penguasaan bola tim pemenang justru lebih rendah (48,7%), memperkuat tren bahwa efektivitas serangan dan organisasi pertahanan lebih menentukan ketimbang dominasi penguasaan bola.
Proyeksi Perempat Final dan Strategi
Pengamat sepak bola, Anton Siregar, memprediksi bahwa laga Inggris vs Portugal akan sangat terbuka karena kedua tim sama-sama agresif. "Portugal mengandalkan kecepatan di sayap, sementara Inggris punya kreativitas lini tengah. Siapa yang bisa mencetak gol lebih dahulu akan memegang kendali," ujarnya. Adapun Maroko, dengan disiplinnya, bisa menjadi "kuda hitam" yang menumbangkan Spanyol—seperti yang sudah mereka buktikan di Piala Dunia 2022. Kini, sorotan tertuju pada laga-laga tersebut yang akan digelar pada Jumat mendatang. Apakah Argentina mampu menjaga asa mempertahankan gelar? Atau Swiss akan melanjutkan keajaibannya? Jawabannya akan terurai di atas rumput hijau.
[SOCIAL_TWEET]: Babak 16 besar #PialaDunia2026 tuntas! Argentina lolos dramatis 3-2 atas Mesir, Swiss lewat adu penalti 4-3 vs Kolombia. Sekarang 8 tim terbaik siap bertarung di perempat final, termasuk big match Portugal vs Inggris. Siapa favoritmu? #FIFAWorldCup #Argentina #Swiss[SOCIAL_TG]: ⚽️ Babak 16 besar Piala Dunia 2026 sudah usai! 🏆 Argentina menang dramatis 3-2, Swiss lolos via adu penalti. Kini giliran perempat final: Portugal vs Inggris, Maroko vs Spanyol, Belanda vs Jerman, Argentina vs Swiss. Catat jadwalnya dan jangan sampai ketinggalan. Siapa jagoanmu?
Comments (0)