Apple Gugat OpenAI atas Tuduhan Pencurian Rahasia Dagang iPhone

Jakarta, 11 Juli 2025 – Apple Inc. secara resmi melayangkan gugatan hukum terhadap OpenAI di Pengadilan Distrik Federal California Utara pada Jumat (10/7/2

Jul 12, 2026 - 08:11
0 0

Jakarta, 11 Juli 2025 – Apple Inc. secara resmi melayangkan gugatan hukum terhadap OpenAI di Pengadilan Distrik Federal California Utara pada Jumat (10/7/2025). Raksasa teknologi asal Cupertino itu menuding perusahaan pembuat ChatGPT tersebut telah mencuri rahasia dagang terkait teknologi iPhone guna mempercepat pengembangan perangkat keras milik OpenAI. Gugatan ini menandai babak baru perseteruan antara dua raksasa yang sebelumnya menjalin kemitraan integrasi teknologi.

Kronologi dan Isi Gugatan

Dokumen gugatan setebal 47 halaman yang diajukan oleh tim kuasa hukum Apple mengungkap dugaan pelanggaran serius terhadap Defend Trade Secrets Act (DTSA) dan undang-undang persaingan usaha tidak sehat. Apple menuduh bahwa OpenAI secara sistematis merekrut mantan insinyur senior iPhone dan memanfaatkan informasi rahasia yang dibawa oleh para mantan karyawan tersebut. Gugatan menyebut setidaknya 8 mantan insinyur hardware Apple yang bergabung dengan OpenAI pada periode 2023-2025 diduga kuat membocorkan data-data kritis.

Rahasia Dagang yang Diduga Dicuri

Menurut berkas hukum, rahasia dagang yang dikompromikan mencakup arsitektur sistem kamera TrueDepth, teknologi manajemen daya baterai adaptif, serta metode fabrikasi bingkai titanium yang digunakan pada lini iPhone Pro. Salah satu poin sentral adalah dugaan pencurian algoritma pemrosesan spasial 3D yang menjadi fondasi fitur Face ID dan aplikasi augmented reality Apple. Data ini diduga digunakan untuk menyusun purwarupa perangkat AI portabel OpenAI, yang oleh sumber internal disebut sebagai “Project Oracle”.

Proyek Perangkat Keras OpenAI

OpenAI diketahui telah membangun divisi hardware sejak pertengahan 2024, dipimpin oleh mantan eksekutif desain Apple, Jony Ive, yang bergabung lewat kolaborasi LoveFrom. Targetnya adalah menciptakan asisten AI fisik yang sepenuhnya mandiri tanpa bergantung pada smartphone. Dokumen internal yang bocor pada Maret lalu mengindikasikan bahwa perangkat tersebut direncanakan rilis pada kuartal ketiga 2026 dengan antarmuka berbasis suara dan gestur—mirip dengan ambisi Apple Vision Pro yang lebih portabel. Apple melihat langkah ini sebagai ancaman langsung terhadap ekosistem iPhone yang masih menyumbang 52% pendapatan perusahaan.

Dasar Hukum dan Tuntutan

Apple menuntut penghentian permanen pengembangan perangkat yang diduga menggunakan rahasia dagangnya, pengembalian seluruh materi rahasia, serta ganti rugi finansial yang belum disebutkan jumlahnya. Pihak Apple juga meminta pengadilan menerbitkan injunksi awal agar OpenAI menghentikan sementara proyek perangkat kerasnya. “Kami berinvestasi miliaran dolar dalam inovasi. Melindungi kekayaan intelektual adalah fondasi bisnis kami,” demikian pernyataan tertulis Juru Bicara Apple, Sarah Chen, kepada pers.

Respons OpenAI dan Dinamika Industri

Menanggapi gugatan tersebut, Kepala Komunikasi OpenAI, Liam Maxwell, menyatakan bahwa tuduhan Apple “tidak berdasar” dan bahwa OpenAI memiliki budaya pengembangan independen. “Kami merekrut talenta terbaik, bukan rahasia dagang,” tegasnya dalam konferensi pers singkat di San Francisco. Analis hukum dari Stanford Law School, Prof. Michael Anderson, menilai kasus ini bisa menjadi preseden penting.

“Ini bukan sekadar sengketa paten biasa. Jika terbukti ada perpindahan rahasia dagang lewat perekrutan karyawan, dampaknya bisa melumpuhkan siklus inovasi OpenAI,”
ujarnya.

Di pasar saham, kabar gugatan ini sempat menekan valuasi startup AI lain yang memiliki kemitraan dengan Apple. Investor mulai mempertanyakan keberlanjutan hubungan Apple-OpenAI yang sebelumnya terjalin dalam integrasi ChatGPT di iOS 19. Sementara itu, saham Apple justru menguat tipis 0,8% karena dianggap langkah protektif.

Apa Selanjutnya?

Proses hukum diperkirakan akan berlangsung panjang. Sidang perdana dijadwalkan pada Agustus 2025. Kedua pihak kini bersiap menghadapi fase penemuan bukti (discovery) yang berpotensi mengungkap detail lebih dalam tentang proyek rahasia masing-masing. Industri teknologi pun menanti dengan cermat: akankah ini menjadi akhir dari kolaborasi AI terbuka, atau justru awal dari era proteksionisme teknologi yang lebih ketat?

[SOCIAL_TWEET]: Apple resmi menggugat OpenAI! Raksasa iPhone itu menuding produsen ChatGPT mencuri rahasia dagang TrueDepth & kamera canggih. Gugatan diajukan Jumat (10/7) dengan ancaman injunksi. #Apple #OpenAI #TradeSecret #Teknologi[SOCIAL_TG]: ⚖️ Apple gugat OpenAI! Tuduh mencuri rahasia dagang iPhone lewat mantan insinyurnya. Proyek perangkat keras AI terancam dihentikan. Simak detailnya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User