Api Masih Berkobar Setelah 18 Jam

Tangerang - Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal jepit PT Murni Karetindo Lestari, yang dikenal dengan merek King Stone, di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, belum juga dapat dipadamkan hingga

Jul 08, 2026 - 05:49
0 0
Api Masih Berkobar Setelah 18 Jam

Tangerang - Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal jepit PT Murni Karetindo Lestari, yang dikenal dengan merek King Stone, di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, belum juga dapat dipadamkan hingga lebih dari 18 jam setelah titik api pertama kali dilaporkan. Hingga Senin (22/6/2026) sore, tim pemadam kebakaran dari berbagai instansi masih berjibaku menjinakkan si jago merah yang terus melahap bangunan utama dan gudang penyimpanan bahan baku.

Petugas di lapangan menghadapi tantangan berat lantaran material yang terbakar didominasi oleh karet sintetis, spons, lem, dan aneka bahan kimia mudah terbakar yang menjadi bahan dasar produksi sandal. Asap hitam pekat membubung tinggi dari lokasi, memaksa warga sekitar untuk mengungsi sementara guna menghindari gangguan pernapasan.

"Belum, masih pemadaman," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, saat dikonfirmasi Apaberita.com melalui sambungan telepon pada pukul 16.13 WIB.

Menurut Andia, situasi di lapangan sangat fluktuatif. Sumber api yang berasal dari area penumpukan bahan baku karet membuat bara mudah menyala kembali meski sudah disiram air. Pihaknya telah mengerahkan lebih dari 15 unit mobil pemadam dari BPBD Kota Tangerang, serta mendapatkan bantuan dari wilayah tetangga seperti Kabupaten Tangerang dan Jakarta Barat. Tim juga terpaksa melakukan teknik pendinginan dan pemblokiran agar api tidak merambat ke bangunan di sekitarnya.

Kronologi dan Upaya Pemadaman

Kebakaran diperkirakan mulai terjadi pada Minggu (21/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Sejumlah saksi mata melaporkan mendengar suara letupan kecil dari dalam pabrik, sebelum akhirnya kobaran api membesar dengan cepat. Pabrik yang beroperasi hampir 24 jam itu diduga memiliki stok bahan baku dalam jumlah besar yang langsung tersambar api. Hingga kini, petugas masih menyisir titik-titik api yang tersembunyi di antara reruntuhan atap yang ambruk.

Kendala utama yang dihadapi adalah minimnya sumber air di sekitar lokasi dan akses jalan yang sempit. Mobil pemadam harus bergantian keluar-masuk untuk mengisi tangki air dari hidran terdekat yang berjarak sekitar dua kilometer. Selain itu, material karet yang terbakar menghasilkan suhu sangat tinggi dan gas beracun, sehingga petugas harus menggunakan alat pelindung diri lengkap dan membatasi waktu kerja di dekat pusat api.

Dampak dan Dugaan Penyebab

Berdasarkan pantauan Apaberita.com, sebagian besar struktur bangunan pabrik telah runtuh. Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun aktivitas produksi ratusan karyawan dipastikan terhenti total. Pihak manajemen pabrik masih berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menghitung kerugian material yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Mengenai penyebab pasti kebakaran, Andia menyatakan bahwa tim investigasi masih menunggu api benar-benar padam untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di area produksi yang kemudian memicu percikan api dan menyambar tumpukan bahan mudah terbakar. “Kami belum bisa memastikan, saat ini fokus utama masih pemadaman dan memastikan tidak ada korban,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung dan warga diimbau untuk menjauhi lokasi guna menghindari dampak asap berbahaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User