Sep 16, 2026
Hukum

Antisipasi Abu Vulkanis Anak Krakatau, Kenneth DPRD DKI Bagikan Masker

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda kembali memicu kekhawatiran masyarakat setelah sebaran partikel abu vulkanis tipis dilap

Antisipasi Abu Vulkanis Anak Krakatau, Kenneth DPRD DKI Bagikan Masker

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda kembali memicu kekhawatiran masyarakat setelah sebaran partikel abu vulkanis tipis dilaporkan terbawa angin hingga mencapai sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Menanggapi potensi penurunan kualitas udara dan ancaman gangguan pernapasan bagi warga, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, bergerak cepat dengan membagikan ribuan masker pelindung secara gratis kepada masyarakat di kawasan ibu kota.

Aksi Nyata Lindungi Saluran Pernapasan Warga

Aksi sosial dan mitigasi bencana ini menyasar para pengguna jalan raya, pengemudi ojek daring, pedagang kaki lima, hingga masyarakat di permukiman padat penduduk yang rentan terpapar udara luar ruangan secara langsung. Kenneth menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sering kali timbul akibat menghirup partikel silika dan material vulkanis halus.

"Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Ketika fenomena alam seperti erupsi Anak Krakatau berdampak ke wilayah Jakarta, kita tidak boleh menunggu dampak buruknya terjadi. Pembagian masker ini merupakan ikhtiar kecil untuk melindungi warga, terutama mereka yang beraktivitas seharian di jalanan," ungkap Kenneth saat membagikan masker secara langsung.

Ia menambahkan, partikel abu vulkanis memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari debu perkotaan biasa. Material abu letusan gunung berapi mengandung butiran batuan kecil dan mineral yang tajam, sehingga dapat mengiritasi mata, melukai membran mukosa hidung, serta memicu komplikasi serius pada penderita asma maupun penyakit paru obstruktif kronis.

Langkah Mitigasi Mandiri Saat Terjadi Hujan Abu

Selain membagikan masker pelindung, politisi PDI Perjuangan ini turut memberikan edukasi publik terkait langkah-langkah praktis dalam menghadapi sebaran abu vulkanis di area perkotaan. Kenneth mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui sejumlah protokol kesehatan mandiri:

  • Gunakan Masker Standar Medis atau Respirator: Pastikan masker menutup area hidung dan mulut dengan rapat saat berada di luar ruangan.
  • Batasi Aktivitas di Ruang Terbuka: Kurangi kegiatan olahraga berat atau mobilitas non-esensial di luar gedung, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
  • Lindungi Mata dan Kulit: Gunakan kacamata pelindung jika berkendara roda dua dan bersihkan kulit yang terkena debu dengan air mengalir.
  • Tutup Sumber Air dan Makanan: Pastikan wadah penampungan air minum tertutup rapat agar tidak terkontaminasi zat kimia berbahaya dari abu vulkanis.

Dorong Kesiapsiagaan Pemprov DKI dan Fasilitas Kesehatan

Tidak hanya mengandalkan inisiatif perseorangan, Kenneth juga mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Kesehatan untuk meningkatkan koordinasi lintas sektoral. Pemantauan terhadap indeks kualitas udara (ISPU) di seluruh penjuru Jakarta perlu diperbarui secara berkala dan disosialisasikan secara masif kepada khalayak ramai.

Di samping itu, seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit daerah diminta untuk bersiaga penuh dalam mengantisipasi lonjakan pasien dengan gejala gangguan pernapasan. Ketersediaan stok obat-obatan, tetes mata, serta nebulizer harus dipastikan mencukupi kebutuhan warga di setiap kecamatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User