JAKARTA, Apaberita.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) berlangsung khidmat dan penuh nilai historis. Momentum sakral penyulutan Obor Tri Prasetya tersebut dibuka dengan penampilan memukau dari musisi muda Anthea Putri Turk yang melantunkan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" versi lengkap tiga stanza sembari memainkan instrumen biola.
Balutan busana anggun bernuansa merah putih kian mempertegas aura nasionalisme saat Anthea berdiri di hadapan jajaran pimpinan, dewan pengawas, serta para tamu undangan. Gesekan dawai biola yang harmonis dipadukan dengan suaranya yang merdu berhasil menghadirkan keheningan yang mendalam di seluruh ruangan seremoni.
Kronologi dan Rangkaian Prosesi HUT RRI
Pelaksanaan seremoni peringatan hari jadi stasiun radio bersejarah milik bangsa ini dirancang dengan alur yang menonjolkan perpaduan antara dedikasi penyiaran dan nilai perjuangan kemerdekaan:
- Pembukaan Seremoni: Acara dibuka secara resmi dengan menyambut para tamu kehormatan serta penayangan kilas balik perjalanan panjang penyiaran RRI sejak masa perjuangan kemerdekaan.
- Penampilan Musikal Tiga Stanza: Anthea Putri Turk tampil menggesek biola dan menyanyikan seluruh bait Indonesia Raya tiga stanza secara utuh tanpa jeda, mengiringi sikap berdiri tegak seluruh peserta.
- Penyulutan Obor Tri Prasetya: Suasana puncak perayaan ditandai dengan prosesi penyulutan Obor Tri Prasetya sebagai simbol komitmen abadi RRI dalam menyuarakan kepentingan bangsa dan kedaulatan informasi.
- Refleksi dan Arahan Pimpinan: Rangkaian ditutup dengan penegasan transformasi institusi penyiaran publik agar terus adaptif menghadapi ekosistem digital modern tanpa melupakan akar sejarah.
"Lagu Indonesia Raya tiga stanza yang dibawakan secara utuh bersama instrumen biola menghadirkan kembali getaran semangat persatuan nasional sebagaimana pertama kali dikumandangkan di masa pergerakan kemerdekaan," ungkap salah satu perwakilan panitia peringatan.
Menghidupkan Memori W.R. Soepratman
Penampilan Anthea bukan sekadar atraksi seni biasa, melainkan membawa ikatan emosional dan sejarah yang sangat kuat. Anthea merupakan generasi penerus dari keluarga sang komponis besar bangsa, yakni cicit buyut dari Ngadini Soepratini, kakak kandung dari Pahlawan Nasional Wage Rudolf Soepratman.
Aksi Anthea membawakan lagu kebangsaan menggunakan biola secara langsung membangkitkan memori peristiwa bersejarah Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Pada momen monumental tersebut, W.R. Soepratman untuk pertama kalinya memperdengarkan melodi "Indonesia Raya" di depan para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara hanya dengan petikan dan gesekan dawai biolanya.
Melalui interpretasi tiga stanza, lirik lagu kebangsaan memuat doa, harapan, tanah pusaka, hingga persatuan batin rakyat Indonesia. Peringatan HUT ke-81 RRI ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya merawat identitas kebangsaan, di mana media penyiaran publik memegang peranan krusial sebagai jembatan informasi yang mempererat persatuan dari Sabang sampai Merauke.
Comments (0)