Akhir Polemik Patung Jenderal Sudirman Tak Jadi Digeser

Setelah beberapa waktu menjadi perbincangan hangat warga ibu kota, polemik rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman di kawasan Dukuh Atas akhirnya mencapai titik terang. Pemerintah Provinsi DKI Ja

Jul 06, 2026 - 14:14
0 0
Akhir Polemik Patung Jenderal Sudirman Tak Jadi Digeser

Setelah beberapa waktu menjadi perbincangan hangat warga ibu kota, polemik rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman di kawasan Dukuh Atas akhirnya mencapai titik terang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan patung bersejarah tersebut tidak jadi digeser. Keputusan ini mengakhiri spekulasi yang berkembang seiring dengan proyek besar penataan ulang kawasan Dukuh Atas yang akan menghadirkan jembatan cincin donat atau pedestrian deck ikonik.

Kepastian di Lokasi Pencanangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara langsung menyampaikan kabar ini saat menghadiri acara pencanangan pembangunan jembatan donat di Dukuh Atas pada Minggu (21/6/2026). Dengan didampingi jajaran pejabat terkait, Pramono menegaskan bahwa Patung Jenderal Sudirman akan tetap berdiri kokoh di posisinya yang sekarang dan tidak akan mengalami pergeseran sedikit pun selama proses konstruksi maupun setelahnya.

"Patung Jenderal Sudirman adalah bagian dari identitas kawasan ini. Saya pastikan patung itu tidak akan digeser, justru akan kami integrasikan dengan desain baru," ujar Pramono memberikan jaminan kepada awak media.

Keputusan ini disambut lega oleh para sejarawan, komunitas veteran, dan warga yang sejak awal khawatir nilai sejarah patung tersebut tergerus oleh modernisasi kawasan. Sebelumnya, pemberitaan bahwa patung mungkin harus digeser untuk memberi ruang bagi proyek pedestrian deck sempat memicu penolakan dan petisi daring.

Patung di Tengah Jembatan, Tetap Terlihat

Alih-alih dipindahkan, Patung Jenderal Sudirman justru akan menjadi bagian sentral dari desain baru kawasan Dukuh Atas. Berdasarkan rencana yang diungkapkan, posisi patung akan berada tepat di tengah struktur jembatan donat yang melingkar. Dengan demikian, para pejalan kaki yang melintas di jembatan tetap dapat melihat sosok panglima besar tersebut dari berbagai sudut, sementara kendaraan yang melintas di bawahnya juga tetap bisa menyaksikan monumen bersejarah ini.

Konsep integrasi ini dinilai sebagai solusi cerdas yang menghormati warisan sejarah tanpa menghambat kemajuan infrastruktur kota. Desain jembatan donat sendiri dirancang untuk meningkatkan konektivitas pejalan kaki di kawasan transit terpadu Dukuh Atas, menghubungkan stasiun MRT, KRL, dan halte Transjakarta dengan lebih nyaman.

Dengan adanya kepastian ini, proyek jembatan donat diharapkan dapat berjalan lancar tanpa kontroversi lebih lanjut. Pemprov DKI juga berjanji akan terus melibatkan para pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan tetap selaras dengan nilai-nilai sejarah dan budaya ibu kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User