512 Warga Nanggung Bogor Berjuang Hadapi Kekeringan, Krisis Air Bersih Meluas

BOGOR – Ratusan warga di Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, saat ini tengah menghadapi krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Berdasa

Jul 07, 2026 - 23:54
0 0
512 Warga Nanggung Bogor Berjuang Hadapi Kekeringan, Krisis Air Bersih Meluas

BOGOR – Ratusan warga di Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, saat ini tengah menghadapi krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, sedikitnya 512 jiwa terdampak langsung oleh menyusutnya sumber air baku yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka sehari-hari. Menurunnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir disebut sebagai pemicu utama bencana ini, membuat sumur-sumur resapan yang diandalkan warga kini hanya menyisakan tanah kering dan tandus.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengonfirmasi situasi genting ini pada Rabu (24/6). Ia menjelaskan bahwa terjadinya degradasi pasokan air tanah bukanlah fenomena tiba-tiba, melainkan akumulasi dari minimnya curah hujan. “Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut, mengakibatkan sumber air sumur resapan mengalami kekeringan sehingga warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” terang Adam dalam keterangannya kepada awak media. Kondisi ini memaksa para warga untuk menempuh jarak ekstra atau mengandalkan pasokan bantuan yang belum tentu tersedia setiap saat, mengingat akses menuju lokasi yang cukup menantang.

Dampak Riil dan Upaya Penanganan Kekeringan di Nanggung

Dalam keseharian, warga Desa Parakan Muncang kini harus cermat mengatur penggunaan air. Aktivitas dasar seperti memasak, mandi, dan mencuci sangat dibatasi. Beberapa warga dilaporkan bahkan terpaksa menggunakan air bekas cucian untuk menyiram tanaman atau keperluan kebersihan lainnya. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi masalah kesehatan, terutama penyakit kulit dan diare yang umum muncul saat sanitasi air menurun drastis.

BPBD Kabupaten Bogor bersama pemerintah desa setempat telah melakukan asesmen lapangan untuk memetakan titik-titik terdampak paling parah. Meskipun hingga berita ini diturunkan belum ada laporan mengenai dropping air bersih secara masif, koordinasi lintas sektor dikabarkan tengah digencarkan. Mobil tangki air diharapkan segera dikirimkan guna meredakan kehausan ratusan keluarga di kawasan yang notabene merupakan wilayah penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak tersebut.

“Kekeringan ini tidak hanya mengancam ketersediaan air minum, tetapi juga berpotensi melumpuhkan aktivitas pertanian skala kecil yang menjadi penopang ekonomi warga. Kami mendorong adanya solusi jangka panjang berupa pembangunan embung atau revitalisasi sumur dalam,” ungkap seorang relawan kemanusiaan yang turut memantau lokasi, saat diwawancarai Apaberita.com di lokasi bencana.

Sementara itu, prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk wilayah Bogor bagian barat dalam beberapa hari ke depan belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan curah hujan yang signifikan. Hal ini memperparah kecemasan warga yang berharap hujan segera turun membasahi kampung mereka. Masyarakat pun diimbau untuk bijak menggunakan air dan melaporkan segera jika terjadi krisis yang semakin memburuk di tingkat RT/RW. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan situasi di Kecamatan Nanggung dan upaya pemulihan yang dilakukan oleh pihak berwenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User