1.464 Kasus TBC Terjadi di Rutan-Lapas RI, Menteri Imipas Ungkap Penyebabnya

Laporan Apaberita.com mengungkap fakta mencengangkan terkait penyebaran tuberkulosis (TBC) di lingkungan pemasyarakatan. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyatakan saat in

Jul 06, 2026 - 13:27
0 0
1.464 Kasus TBC Terjadi di Rutan-Lapas RI, Menteri Imipas Ungkap Penyebabnya

Laporan Apaberita.com mengungkap fakta mencengangkan terkait penyebaran tuberkulosis (TBC) di lingkungan pemasyarakatan. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyatakan saat ini terdapat total 1.464 kasus TBC yang tercatat di berbagai rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) di seluruh Indonesia. Pengungkapan ini mencuat setelah pelaksanaan kick off program pengecekan TBC nasional yang digagas bersama Kementerian Kesehatan. Kegiatan simbolis tersebut berlangsung di Lapas Nusakambangan, Cilacap, pada Senin (29/6/2026).

Overkapasitas Jadi Pemicu Utama

Dalam keterangannya, Agus Andrianto menyoroti akar permasalahan yang menyebabkan tingginya angka infeksi di balik jeruji besi. Menurutnya, persoalan laten overkapasitas atau kelebihan kapasitas hunian menjadi katalis utama penularan. Kondisi sesak membuat sirkulasi udara menjadi sangat buruk, sementara paparan sinar matahari yang minim menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri Mycobacterium tuberculosis untuk berkembang biak dan menular antarwarga binaan.

"Overcrowding di lapas/rutan membuat masing-masing warga binaan berpotensi tertular berbagai penyakit, termasuk TBC. Hal ini diperparah dengan kurangnya ventilasi dan minimnya paparan langsung sinar matahari. Kami menyadari bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap remeh dan harus segera ditangani secara komprehensif," ujar Agus. "Dari total kasus yang tercatat, kami melihat betapa rentannya lingkungan tertutup ini terhadap wabah. Kolaborasi masif antara Kementerian Imipas dengan Kementerian Kesehatan adalah kunci untuk memutus mata rantai penularan, dimulai dari deteksi dini yang akurat," imbuhnya.

Indonesia Duduki Peringkat Kedua Dunia

Lebih lanjut, Menteri Imipas menyoroti posisi Indonesia dalam peta persebaran penyakit menular ini secara global. Merujuk pada Global Tuberculosis Report tahun 2025 yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah penderita TBC terbanyak di dunia, tepat di bawah India. Fakta ini dinilai sangat memprihatinkan seluruh pemangku kepentingan.

Ditekankan bahwa kasus TBC di Tanah Air menyumbang hingga 10 persen dari total estimasi kasus global pada tahun 2024 lalu. Dengan adanya data tersebut, lingkungan lapas dan rutan yang selama ini menjadi "kluster tersembunyi" harus mendapatkan perhatian khusus. Program skrining massal yang kini resmi dimulai diharapkan mampu memetakan sebaran riil penyakit tersebut, memisahkan tahanan yang sakit dan sehat, serta memberikan terapi observasi langsung secara disiplin untuk mencegah resistensi obat.

Agus menegaskan bahwa ke depan, pihaknya akan memperketat protokol kesehatan lingkungan di fasilitas pemasyarakatan. Selain skrining rutin, renovasi sel untuk meningkatkan ventilasi alami akan menjadi prioritas dalam upaya menekan angka penularan serta melindungi hak kesehatan warga binaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User