12 Penerbangan Wings Air Dibatalkan Pascagempa 7,7 Magnitudo di NTT

Sebanyak 12 jadwal penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai Wings Air dibatalkan secara bertahap dalam kurun waktu tiga hari pascaterjadinya gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wi...

12 Penerbangan Wings Air Dibatalkan Pascagempa 7,7 Magnitudo di NTT

Sebanyak 12 jadwal penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai Wings Air dibatalkan secara bertahap dalam kurun waktu tiga hari pascaterjadinya gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pembatalan tersebut berlangsung mulai tanggal 15 Agustus hingga 17 Agustus 2026 dan menyangkut sejumlah rute strategis yang menghubungkan Labuan Bajo, Ende, Bajawa, Ruteng, serta Kupang. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi keselamatan operasional penerbangan di tengah kondisi fasilitas bandara yang mengalami kerusakan akibat gempa dan masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut.

Kerusakan Terminal dan Evaluasi Keselamatan

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan oleh General Manager Lion Air Group wilayah Kupang, Rinus Zebua, pada hari Selasa, 18 Agustus 2026, pembatalan seluruh penerbangan tersebut dilakukan menyusul adanya kerusakan struktural pada terminal penumpang di beberapa bandara yang berada dalam zona dampak gempa. Rinus Zebua menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar kebijakan operasional biasa, melainkan sebuah keputusan yang ditetapkan setelah melalui pertimbangan matang terkait kondisi terminal yang tidak lagi memenuhi standar keselamatan untuk aktivitas penumpang.

"Iya benar, penerbangan di-cancel hingga Senin kemarin," ujar Rinus Zebua dalam keterangannya di Kupang, Selasa (18/8).

Lebih lanjut, Rinus Zebua menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas bandara setempat serta instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan kondisi pascabencana. Ia menambahkan bahwa meskipun rencana pembukaan kembali penerbangan telah disiapkan untuk hari Selasa, pelaksanaannya bersifat situasional dan sangat bergantung pada hasil evaluasi lapangan yang sedang berlangsung.

"Hari ini ada penerbangan yang dibuka, tapi menunggu koordinasi," tegasnya.

Kondisi Infrastruktur Bandara

Dalam paparannya, Rinus Zebua menjelaskan bahwa aspek kritis dari infrastruktur penerbangan, khususnya landasan pacu dan seperangkat instrumen navigasi untuk proses lepas landas serta pendaratan, masih berada dalam kondisi baik dan layak operasi. Namun demikian, kondisi terminal penumpang di tiga bandara utama yang berada dalam jalur penerbangan Wings Air mengalami kerusakan signifikan akibat guncangan gempa.

Ketiga bandara tersebut adalah Bandara Frans Sales Ruteng yang berada di Kabupaten Manggarai, Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende, dan Bandara Turelelo Soa di Bajawa. Kerusakan yang dialami oleh terminal penumpang di lokasi-lokasi tersebut menjadi faktor utama yang memaksa pihak maskapai untuk menunda seluruh aktivitas komersial hingga batas waktu yang telah ditetapkan.

"Landasan pacu dan kelengkapan instrumen take off landing masih dalam keadaan baik, namun keadaan terminal penumpang masing-masing di Bandara Ruteng, Ende, dan Bajawa saat ini masih mengalami kerusakan. Di samping itu, kami pantau masih berlangsungnya gempa susulan," jelas Rinus Zebua.

Adapun rute-rute yang terkena imbas pembatalan mencakup lintasan Labuan Bajo menuju Ende, Labuan Bajo menuju Bajawa, Ruteng menuju Kupang, dan sebaliknya. Selain itu, penerbangan dari Ende ke Labuan Bajo, Ende ke Kupang, Bajawa ke Labuan Bajo, Bajawa ke Kupang, serta Kupang menuju Bajawa dan Ende juga ditangguhkan. Pembatalan tidak hanya dilakukan pada satu jadwal tertentu, namun juga merambah pada jam terbang alternatif dalam rute yang identik guna memastikan tidak ada satupun penerbangan yang beroperasi di atas wilayah dengan risiko bencana yang masih fluktuatif.

Prosedur Pengembalian Dana Penumpang

Menindaklanjuti pembatalan massal tersebut, pihak Wings Air telah menetapkan mekanisme penanganan bagi seluruh penumpang yang terdampak. Dalam keterangan resminya, Rinus Zebua menyatakan bahwa tiket yang telah dibeli oleh konsumen dapat diajukan untuk pengembalian dana penuh atau refund melalui agen perjalanan tempat pembelian tiket dilakukan. Prosedur ini disahkan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap gangguan operasional yang di luar kemampuan penumpang untuk mengantisipasi.

Sementara itu, masyarakat dan calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan pada rute-rute terdampak dihimbau untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai serta otoritas bandara setempat. Rinus Zebua menegaskan bahwa setiap keputusan untuk membuka atau menutup kembali penerbangan akan disesuaikan dengan rekomendasi dari tim teknis lapangan dan hasil Rapat Koordinasi yang secara berkala digelar bersama stakeholder terkait. Langkah ini diambil untuk menjamin bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama di atas pertimbangan komersial selama masa pemulihan pascagempa di wilayah Nusa Tenggara Timur berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User