Sebanyak 11.795 warga Kota Jambi terkonfirmasi menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebagai dampak bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah tersebut. Angka tersebut merupakan bagian dari total 13.729 warga yang tercatat mengalami penyakit berkaitan dengan memburuknya kualitas udara, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi.
Kepala BPBD Kota Jambi, Doni, menyatakan bahwa jumlah penderita ISPA mendominasi secara signifikan dibandingkan penyakit lain yang terdata selama periode kabut asap melanda kota itu. "Sangat banyak jika dibandingkan dengan yang lain ya," kata Doni di Jambi, Selasa (13/10).
Selain ISPA, data BPBD Kota Jambi mencatat 1.405 warga mengalami diare dan 528 warga menderita konjungtivitis atau peradangan pada mata. Tingginya angka penyakit tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan drastis kualitas udara di Kota Jambi.
Kualitas Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Berdasarkan pemantauan pada Senin (12/10) pukul 13.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi tercatat mencapai angka 277 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut menempatkan seluruh warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis, pada risiko tinggi gangguan kesehatan.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa tingginya angka penyakit yang dialami masyarakat berkaitan langsung dengan kondisi kualitas udara yang memburuk. Menurutnya, ISPU di Kota Jambi sempat berfluktuasi pada kisaran 300 hingga 400.
"Kalau melihat ISPU yang cukup tinggi saat ini, memang angka masyarakat yang terdampak dan menderita penyakit cukup tinggi dan angkanya naik terus," ujar Maulana.
Ia menjelaskan bahwa salah satu polutan yang perlu diwaspadai adalah partikulat halus PM2.5. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru, sehingga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang.
"Secara empiris, kondisi ini pasti meningkatkan ISPA. Yang paling berisiko dalam jangka panjang adalah PM2.5 yang masuk ke paru-paru," katanya.
Pemkot Jambi Siapkan Layanan Kesehatan
Untuk mengurangi risiko paparan polusi, Maulana mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada level berbahaya. Warga juga diminta menggunakan masker apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Pemerintah Kota Jambi juga menyiapkan pelayanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan milik pemerintah bagi warga yang terdampak kabut asap.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan darurat yang dilakukan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana kabut asap. Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh akses layanan medis yang memadai, sejalan dengan ketentuan penanganan darurat bencana berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BPBD Lakukan Pemantauan Berkelanjutan
BPBD Kota Jambi menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara dan jumlah warga terdampak. Data harian yang dihimpun menjadi dasar pengambilan keputusan dalam rapat koordinasi penanganan darurat kabut asap.
Kondisi ini menuntut sinergi lintas instansi, termasuk dinas kesehatan, rumah sakit daerah, dan puskesmas, agar penanganan pasien ISPA, diare, serta konjungtivitis dapat berjalan optimal. Pemerintah daerah juga mengimbau warga tetap tenang dan mengikuti arahan resmi yang disampaikan melalui kanal informasi pemerintah.
Dengan angka ISPU yang masih berfluktuasi pada level sangat tidak sehat, kewaspadaan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci untuk menekan laju penambahan pasien baru hingga kondisi kualitas udara kembali membaik.
Comments (0)