Wisatawan Inggris Keluhkan Antrean Panjang Imbas Sistem EES Uni Eropa

Musim panas 2026 menjadi ujian berat bagi wisatawan asal Inggris yang berlibur ke kawasan Schengen di Eropa. Selain harus mewaspadai gelombang panas ekstre

Aug 24, 2026 - 03:37
0 0
Wisatawan Inggris Keluhkan Antrean Panjang Imbas Sistem EES Uni Eropa

Musim panas 2026 menjadi ujian berat bagi wisatawan asal Inggris yang berlibur ke kawasan Schengen di Eropa. Selain harus mewaspadai gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara seperti Jerman dan Italia, serta kekhawatiran kelangkaan bahan bakar jet yang sempat mengancam kelancaran penerbangan, para pelancong kini harus bersabar menghadapi antrean panjang di perbatasan akibat sistem pemeriksaan digital baru milik Uni Eropa.

Sejumlah warga Inggris melaporkan bahwa sistem masuk-keluar digital yang dikenal sebagai EES (Entry/Exit System) telah memicu frustrasi, kekacauan administrasi visa, dan waktu tunggu yang lama di berbagai bandara serta pelabuhan Eropa. Situasi ini bahkan disebut "sangat berantakan" (pretty shambolic) oleh para pelancong yang mengalaminya langsung di lapangan.

EES merupakan sistem digital Uni Eropa yang mewajibkan warga negara non-UE, termasuk warga Inggris, untuk mendaftarkan data diri, difoto, dan dicap sidik jarinya setiap kali masuk dan keluar dari kawasan Schengen. Secara teknis, sistem ini diberlakukan penuh sejak April 2026, menyusul peluncuran awal pada musim gugur 2025. Namun sejak awal penerapannya, sistem tersebut dihantui sejumlah masalah teknis yang kerap disebut sebagai "penyakit awal" sebuah sistem baru.

Apa Itu EES dan Mengapa Diberlakukan?

EES dirancang untuk menggantikan cap paspor manual dengan pencatatan digital yang lebih akurat. Tujuannya antara lain memperkuat keamanan perbatasan, mendeteksi pelanggar masa tinggal (overstayers), dan mencatat pergerakan warga negara asing secara lebih efisien. Dengan sistem ini, setiap pelancong non-UE yang masuk kawasan Schengen wajib melewati proses biometrik berupa pengambilan foto wajah dan pemindaian sidik jari.

Bagi warga Inggris, sistem ini menjadi babak baru pasca-Brexit. Sebelumnya, warga Inggris bebas melintasi perbatasan Eropa dengan cukup menunjukkan paspor. Kini mereka diperlakukan seperti warga negara ketiga, lengkap dengan aturan masa tinggal maksimal 90 hari dalam periode 180 hari. Perubahan inilah yang membuat sebagian besar wisatawan merasa proses perjalanan mereka menjadi jauh lebih rumit dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Kami antre lebih dari dua jam di bandara, padahal dulu prosesnya hanya beberapa menit. Ini benar-benar menguras tenaga, apalagi membawa anak-anak," ujar seorang wisatawan Inggris yang baru kembali dari liburannya di Spanyol kepada media setempat.

Masalah di Lapangan: Antrean Panjang dan Kekacauan Administrasi

Sejak peluncuran perdananya pada musim gugur 2025, EES dilaporkan mengalami berbagai kendala. Kios pendaftaran biometrik yang bermasalah, koneksi sistem yang lambat, hingga kesalahan identifikasi data menjadi keluhan yang paling sering muncul. Pada penerapan penuh April 2026 lalu, berbagai bandara besar di Eropa sempat mencatat antrean yang membentang hingga berjam-jam. Kondisi ini diperparah oleh tingginya volume perjalanan musim liburan yang biasanya memuncak pada pertengahan tahun.

Kekacauan visa juga tak terhindarkan. Sebagian wisatawan mengaku bingung dengan aturan baru yang mengharuskan pendaftaran sebelum keberangkatan, sementara sebagian lainnya baru mengetahui kewajiban tersebut saat tiba di gerbang imigrasi. Kesalahan administrasi ini membuat proses pemeriksaan semakin lambat dan menambah derita para pelancong yang harus mengejar jadwal penerbangan sambungan.

Dampak bagi Wisatawan Inggris dan Industri Pariwisata

Gelombang keluhan ini menambah daftar panjang kekhawatiran musim liburan 2026. Sebelumnya, para pelancong sudah dihadapkan pada risiko gelombang panas ekstrem di kawasan Eropa selatan dan potensi kelangkaan bahan bakar jet. Kini, risiko keterlambatan di perbatasan menjadi beban tambahan yang membuat sebagian warga Inggris berpikir ulang untuk berlibur ke daratan Eropa pada musim panas tahun ini.

Dampaknya juga dirasakan industri pariwisata. Maskapai penerbangan, operator tur, dan perusahaan perjalanan khawatir pengalaman buruk di perbatasan akan menurunkan minat perjalanan, terutama di musim yang biasanya menjadi puncak kunjungan. Beberapa pengamat menilai, jika masalah teknis EES tidak segera diatasi secara menyeluruh, citra Eropa sebagai destinasi wisata yang ramah dan mudah diakses dapat tergerus dalam jangka panjang.

Upaya Mitigasi dan Prospek ke Depan

Otoritas Uni Eropa menyatakan tengah berupaya memperbaiki berbagai kendala teknis, termasuk meningkatkan kapasitas sistem dan menambah jumlah kios biometrik di titik perlintasan utama. Sementara itu, wisatawan disarankan tiba lebih awal di bandara, memastikan dokumen perjalanan lengkap, dan memantau informasi terbaru dari maskapai maupun otoritas setempat sebelum berangkat.

Terlepas dari berbagai masalah yang ada, EES diproyeksikan menjadi sistem permanen dan bakal diterapkan pula di negara-negara non-Schengen yang bekerja sama dengan Uni Eropa. Bagi para wisatawan, kesiapan dan kesabaran menjadi kunci utama menghadapi era baru pemeriksaan perbatasan digital di Eropa.

AspekSebelum EESSesudah EES
Proses pemeriksaanCap paspor manualRegistrasi biometrik digital
Durasi di perbatasanBeberapa menitBisa berjam-jam saat puncak
Data pelancongManual dan lokalTerpusat di seluruh Schengen
[SOCIAL_TWEET]: Sistem EES bikin antrean panjang di perbatasan Uni Eropa, wisatawan Inggris mengeluh frustrasi dan kekacauan visa. Apa dampaknya bagi liburan musim panas ini? #EES #UniEropa #Wisata[SOCIAL_TG]: [BERITA] Wisatawan Inggris keluhkan antrean panjang dan kekacauan visa imbas sistem EES Uni Eropa. Simak dampak dan tips perjalanannya di Apaberita.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User