Sep 16, 2026
Hukum

WHO Rilis Laporan Bahaya Merokok terhadap Masalah Kesuburan Pasutri

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) kembali membunyikan alarm bahaya terkait dampak konsumsi tembakau. Dalam laporan komprehensif te

WHO Rilis Laporan Bahaya Merokok terhadap Masalah Kesuburan Pasutri

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) kembali membunyikan alarm bahaya terkait dampak konsumsi tembakau. Dalam laporan komprehensif terbarunya, badan kesehatan global tersebut merangkum bukti ilmiah selama puluhan tahun yang secara konsisten mengaitkan kebiasaan merokok dengan penurunan tingkat kesuburan, baik pada pria maupun wanita.

Laporan ini menegaskan bahwa zat kimia berbahaya yang terkandung di dalam rokok bekerja secara perlahan merusak sistem reproduksi. Masalah infertilitas kini bukan lagi sekadar faktor genetik atau usia, melainkan telah menjadi konsekuensi nyata dari gaya hidup tidak sehat, khususnya paparan tar dan nikotin yang dihirup secara aktif maupun pasif.

Ancaman Nyata bagi Sistem Reproduksi Pria dan Wanita

Berdasarkan data yang dipaparkan WHO, racun dalam asap tembakau memicu peradangan sistemik dan stres oksidatif pada sel-sel reproduksi. Dampak buruk ini terbagi dalam beberapa aspek klinis pada tubuh:

  • Kerusakan Kualitas Sperma: Pada pria, merokok terbukti mengurangi jumlah sel sperma, menurunkan motilitas (kemampuan berenang sperma), serta memicu fragmentasi DNA yang dapat menyebabkan kegagalan pembuahan.
  • Penuaan Dini Sel Telur: Pada wanita, bahan kimia rokok mempercepat penurunan cadangan ovarium, mengganggu keseimbangan hormon estrogen, dan memicu menopause dini hingga 1-4 tahun lebih cepat.
  • Komplikasi Kehamilan Awal: Paparan racun tembakau mempertinggi risiko kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan) dan keguguran berulang.
"Merokok tidak hanya merusak paru-paru dan jantung, tetapi juga merampas impian banyak pasangan untuk memiliki keturunan. Bukti medis selama berdekade-dekade ini sudah tidak terbantahkan lagi: tembakau adalah musuh utama kesuburan," tulis WHO dalam laporan resminya.

Paparan Asap Pasif yang Kerap Diabaikan

Hal yang paling mengkhawatirkan dari publikasi ini adalah temuan mengenai bahaya perokok pasif. Seseorang yang tidak merokok namun terus-menerus menghirup asap rokok dari lingkungan sekitarnya memiliki tingkat penurunan kesuburan yang hampir setara dengan perokok aktif.

Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi pasangan yang sedang merencanakan program kehamilan. Keberadaan residu racun rokok di dalam rumah atau ruang tertutup (thirdhand smoke) juga berisiko menempel pada perabotan dan menciptakan lingkungan toksik bagi sistem endokrin calon orang tua.

Langkah Mendesak Menuju Pemulihan Kesuburan

Kendati demikian, WHO membawa pesan optimisme. Penghentian konsumsi rokok secara total terbukti mampu memperbaiki kualitas parameter reproduksi dalam kurun waktu beberapa bulan. Tubuh memiliki kemampuan alami untuk memperbaiki sel-sel sperma baru yang diproduksi setiap 70 hingga 90 hari.

WHO mendesak seluruh negara anggota untuk memperkuat regulasi pengendalian tembakau serta memasukkan edukasi kesehatan reproduksi ke dalam program berhenti merokok nasional. Bagi pasangan yang menghadapi masalah infertilitas, langkah awal paling efektif yang disarankan medis adalah berhenti merokok sesegera mungkin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User