BANDUNG, Apaberita.com — Kementerian Perdagangan Republik Indonesia terus memacu langkah ekspansi produk alas kaki lokal ke pasar internasional. Dalam kunjungan kerjanya ke fasilitas produksi CV Fortuna Shoes di Bandung, Jawa Barat, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri secara langsung mendorong pelaku usaha untuk mengoptimalkan beragam fasilitas penjajakan bisnis guna menembus pasar ekspor yang lebih luas.
Kementerian Perdagangan berkomitmen mempertemukan produsen domestik berkualitas dengan para pembeli potensial di kancah global. Upaya penjajakan ini diperkuat melalui jaringan perwakilan perdagangan luar negeri yang tersebar di berbagai negara mitra strategis.
"Kementerian Perdagangan mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan melalui fasilitasi berbagai business matching dan business pitching agar pelaku usaha lokal dapat terhubung langsung dengan buyer potensial," ujar Wamendag Roro.
Kronologi dan Rencana Penetrasi Pasar Global
Langkah pendampingan dan fasilitasi bagi Fortuna Shoes dirancang melalui serangkaian agenda terstruktur untuk membuka akses pasar internasional:
- Kunjungan dan Kurasi Produk: Kemendag meninjau langsung kualitas pengerjaan, material, serta kapasitas produksi CV Fortuna Shoes di Bandung guna memastikan standar produk telah memenuhi kualifikasi ekspor premium.
- Pemanfaatan Jaringan Perwakilan Perdagangan: Optimalisasi fungsi Atase Perdagangan (Atdag) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri guna memetakan preferensi konsumen dan tren mode alas kaki di negara tujuan.
- Partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI): Fortuna Shoes dijadwalkan bergabung dalam stan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada gelaran pameran dagang internasional TEI 2026.
- Sesi Penjajakan Bisnis (Business Matching): Pelaksanaan pertemuan tatap muka dan presentasi bisnis terarah secara langsung dengan calon mitra importir selama pameran berlangsung.
Momentum Pameran Dagang Terbesar Indonesia
Partisipasi Fortuna Shoes di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dipandang sebagai momentum emas untuk memperluas jangkauan distribusi. Sebagai catatan, pada penyelenggaraan TEI 2025 sebelumnya, tercatat kehadiran sebanyak 8.045 pembeli (buyer) internasional dari puluhan negara, yang sukses membukukan potensi transaksi dagang berskala besar.
Wamendag Roro menegaskan bahwa pameran dagang tersebut bukan sekadar etalase produk, melainkan platform strategis yang mempertemukan rantai pasok lokal dengan ekosistem perdagangan global secara konkret dan berkelanjutan.
Dampak Ekonomi Lokal dan Pemberdayaan Perempuan
Selain keunggulan mutu produk, Wamendag memberikan apresiasi tinggi terhadap model operasional CV Fortuna Shoes yang dinilai memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat sekitar. Industri manufaktur alas kaki ini terbukti memberdayakan tenaga kerja lokal secara inklusif.
- Pemberdayaan Gender: Sekitar 60 persen tenaga kerja di CV Fortuna Shoes merupakan perempuan, yang berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga.
- Efek Pengganda (Multiplier Effect): Keberlangsungan operasional pabrik mendorong perputaran ekonomi di sektor penunjang sekitar area pabrik, mulai dari usaha konsumsi hingga rantai pasok bahan baku pendukung.
- Keahlian Kriya Tinggi: Menjaga tradisi keahlian pembuatan sepatu kulit berkualitas tinggi yang menjadi salah satu identitas industri kreatif Jawa Barat.
Kementerian Perdagangan berharap keberhasilan model bisnis yang memadukan kualitas ekspor dengan pemberdayaan sosial seperti di Fortuna Shoes dapat direplikasi oleh lebih banyak UMKM di sektor manufaktur dan kerajinan di seluruh Indonesia.
Comments (0)