Wakil Kepala BPS RI Canangkan SE2026 di NTB, Usung Semangat Kolaborasi
Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan mengusung semangat kolaborasi lintas sektor. Pencanangan yang dil
Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan mengusung semangat kolaborasi lintas sektor. Pencanangan yang dilakukan langsung oleh Wakil Kepala BPS RI ini menandai dimulainya babak baru pendataan ekonomi nasional yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Seluruh aktivitas usaha, dari skala mikro hingga besar, akan dipotret secara komprehensif untuk menghasilkan potret perekonomian Indonesia yang akurat dan terkini.
Berdasarkan laporan yang dirangkum Apaberita.com, Nusa Tenggara Barat dipilih sebagai salah satu lokasi strategis pencanangan SE2026 mengingat posisinya yang semakin vital dalam peta perekonomian nasional. Provinsi ini telah bertransformasi menjadi magnet pertumbuhan baru di kawasan Indonesia Tengah dan Timur, didorong oleh geliat dua kawasan unggulan yang mendunia.
Transformasi Ekonomi NTB dan Peran Sensus Ekonomi 2026
Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi tuan rumah tetap ajang balap motor internasional MotoGP telah mengubah wajah perekonomian daerah setempat secara signifikan. Tak hanya itu, pesona Gunung Rinjani yang telah lama dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia juga terus menjadi penggerak utama sektor pariwisata. Kedua ikon ini menciptakan efek domino yang mendorong pertumbuhan pesat di berbagai sektor turunan seperti transportasi, akomodasi, perdagangan, dan ekonomi kreatif.
SE2026 akan merekam secara detail dinamika seluruh sektor usaha tersebut. Melalui sensus ini, data yang dihasilkan akan menjadi fondasi bagi perumusan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang. Tak hanya sektor pariwisata dan pendukungnya, SE2026 juga akan memotret sektor lain yang menjadi andalan NTB, termasuk pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan di kawasan timur Indonesia.
Kolaborasi menjadi kunci sukses pendataan. Kami membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat agar Sensus Ekonomi 2026 di NTB menghasilkan data yang benar-benar berkualitas.
Sektor Pertanian Jadi Perhatian Utama
Sektor pertanian menjadi salah satu fokus penting dalam SE2026 mengingat pencapaian gemilang NTB di bidang ini. Sepanjang tahun 2025, produksi padi di provinsi ini mencatatkan rekor dengan menjadi yang tertinggi kedua di kawasan Indonesia Tengah dan Timur. Hebatnya lagi, pertumbuhan produksi padi NTB melesat hingga 14,51 persen, sebuah capaian yang sangat membanggakan di tengah tantangan perubahan iklim dan alih fungsi lahan.
Dengan cakupan pendataan yang menyeluruh ini, SE2026 diharapkan dapat memberikan gambaran utuh tentang struktur perekonomian NTB. Data ini nantinya akan menjadi acuan penting bagi investor, pemerintah, dan akademisi dalam mengukur daya saing daerah, mengidentifikasi potensi yang belum tergali, serta merumuskan strategi pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. Masyarakat diimbau untuk menyambut petugas sensus dan memberikan data secara jujur demi keberhasilan agenda besar statistik nasional ini.
Comments (0)