Wakapolri Apresiasi Inovasi Bripda Putra soal Pupuk Ramah Lingkungan

JAKARTA - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyatakan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dihasilkan oleh Bripda Putra, personel...

Wakapolri Apresiasi Inovasi Bripda Putra soal Pupuk Ramah Lingkungan

JAKARTA - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyatakan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dihasilkan oleh Bripda Putra, personel Kepolisian Daerah (Polda) Riau, dalam bidang ketahanan pangan dan konsep green policing melalui penciptaan pupuk ramah lingkungan.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakapolri dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Mabes Polri, Jakarta, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa inovasi semacam ini harus diberi ruang berkembang secara luas, tidak hanya di lingkungan internal kepolisian, tetapi juga sebagai bagian kontribusi nyata institusi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

"Ini adalah wujud nyata dari green policing yang kita canangkan. Bripda Putra telah menunjukkan bahwa seorang anggota kepolisian bisa berkontribusi di luar tugas pokok keamanan, yakni dalam sektor pertanian dan lingkungan hidup. Karena itu, saya tegaskan, inovasi ini harus diberi ruang berkembang," ujar Dedi Prasetyo dalam sambutannya.

Inovasi Pupuk Organik dari Limbah Lokal

Bripda Putra, yang bertugas di jajaran Polda Riau, mengembangkan pupuk ramah lingkungan berbahan dasar limbah organik yang mudah ditemukan di sekitar wilayah tugasnya. Inovasi ini lahir dari keprihatinannya terhadap tingginya ketergantungan petani pada pupuk kimia yang dinilai kurang berkelanjutan dan berdampak pada degradasi lahan.

Dalam paparannya di hadapan Wakapolri dan sejumlah pejabat utama Mabes Polri, Bripda Putra menjelaskan bahwa pupuk yang diciptakannya melalui proses fermentasi sederhana dengan memanfaatkan mikroorganisme lokal. Proses pembuatan tidak memerlukan biaya besar dan dapat dilakukan oleh masyarakat umum dengan pelatihan singkat.

"Saya memulai dari pengamatan di lapangan, banyak petani mengeluhkan mahalnya pupuk kimia. Dari situ saya mencoba meramu formula yang efektif, murah, dan tentu saja ramah lingkungan. Alhamdulillah, hasil uji coba di lahan percontohan menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan," kata Bripda Putra saat mempresentasikan karyanya.

Kepala Polda Riau yang turut mendampingi dalam rapat tersebut menambahkan bahwa inovasi Bripda Putra telah diuji coba di sejumlah desa binaan kepolisian di Provinsi Riau. Hasilnya, tanaman padi dan palawija menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan pupuk konvensional.

Dukungan Institusi dan Langkah Tindak Lanjut

Menindaklanjuti apresiasi tersebut, Wakapolri memerintahkan jajaran Biro Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri untuk melakukan pendampingan teknis terhadap pengembangan produk Bripda Putra. Langkah ini diambil agar inovasi tersebut dapat diuji secara ilmiah lebih lanjut dan memperoleh sertifikasi yang diperlukan.

Dedi Prasetyo juga menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menjajaki kemungkinan pengembangan skala industri. Hal ini penting agar manfaat pupuk ramah lingkungan tersebut dapat dirasakan oleh lebih banyak petani di berbagai daerah.

"Kita tidak boleh berhenti pada apresiasi seremonial. Saya minta agar ada program berkelanjutan. Ini sejalan dengan arahan pimpinan untuk menjadikan Polri sebagai institusi yang adaptif dan inovatif dalam mendukung pembangunan nasional," tegas Dedi Prasetyo.

Dalam kesempatan yang sama, Wakapolri juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polda untuk mengidentifikasi dan mendorong inovasi serupa dari anggota di tingkat bawah. Menurutnya, banyak potensi kreativitas yang belum tergali karena kurangnya wadah dan dukungan sistem.

Green Policing sebagai Arah Kebijakan

Konsep green policing yang diusung Polri merupakan bagian dari transformasi organisasi menuju kepolisian yang peduli lingkungan. Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa konsep ini tidak hanya terbatas pada penegakan hukum lingkungan, tetapi juga mencakup peran aktif anggota dalam pelestarian ekosistem dan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

"Green policing adalah komitmen kita untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai agen perubahan. Bripda Putra adalah contoh nyata. Saya berharap ini menjadi inspirasi bagi anggota lainnya," ujarnya.

Wakapolri menambahkan bahwa keberhasilan inovasi semacam ini akan menjadi salah satu indikator penilaian kinerja satuan kerja di lingkungan Polri. Hal ini diharapkan dapat memacu kompetisi sehat antar-Polda dalam menghasilkan program-program kreatif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Bripda Putra sendiri mengaku terkejut dengan perhatian yang diberikan oleh pimpinan tertinggi Polri. Ia berjanji akan terus menyempurnakan formulanya dan siap berbagi pengetahuan kepada rekan-rekan sesama anggota maupun masyarakat umum yang ingin mengadopsi teknologi tersebut.

"Saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk institusi dan masyarakat. Ke depan, saya akan fokus pada peningkatan kualitas produk dan kemudahan aplikasi di lapangan," pungkasnya.

Dengan adanya dukungan penuh dari pimpinan Polri, diharapkan inovasi Bripda Putra dapat segera direplikasi di berbagai daerah, sehingga memberikan kontribusi signifikan bagi ketahanan pangan nasional dan kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User