Uzbekistan Gelar Forum Peradaban Islam Internasional Pertama
Tashkent, Apaberita.com – Uzbekistan untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Forum Peradaban Islam Internasional yang berlangsung pada 7 hingga 11 Juli 20
Tashkent, Apaberita.com – Uzbekistan untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Forum Peradaban Islam Internasional yang berlangsung pada 7 hingga 11 Juli 2026. Forum bertajuk “Peradaban Islam: Jalan Menuju Dialog, Toleransi, dan Pembangunan Perdamaian Global” ini digelar di tiga kota bersejarah, yakni Tashkent, Samarkand, dan Termiz, dengan dihadiri oleh lebih dari 1.200 delegasi dari 72 negara serta perwakilan organisasi internasional.
7 Juli: Pembukaan di Tashkent dengan Seruan Persatuan
Rangkaian acara dibuka di Balai Sidang Internasional Tashkent. Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev, dalam pidato kuncinya menekankan bahwa forum ini merupakan tonggak penting untuk memperkuat narasi Islam sebagai agama perdamaian di tengah meningkatnya Islamofobia dan fragmentasi geopolitik.- Presiden Mirziyoyev mengumumkan pembentukan Dana Peradaban Islam Global dengan modal awal USD 100 juta yang akan dikelola bersama negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
- Sesi pleno pertama menghadirkan Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb dan Sekretaris Jenderal OKI, yang menyoroti perlunya kurikulum pendidikan toleransi yang seragam di seluruh sekolah Islam.
- Delegasi menyepakati Piagam Tashkent tentang Pendidikan Toleransi, yang akan diadopsi pada penutupan nanti.
8–9 Juli: Samarkand Jadi Pusat Dialog Antarperadaban
Kegiatan berpindah ke Samarkand, kota yang selama berabad-abad menjadi simpul Jalur Sutra.- 8 Juli: Dilangsungkan 16 sesi panel yang membahas tiga isu utama: pelestarian manuskrip Islam, peran perempuan dalam peradaban Islam kontemporer, dan bioetika dalam perspektif fikih. Panelis dari Universitas Al-Quaraouiyine, Maroko, mengajukan proposal digitalisasi 15.000 manuskrip langka yang tersebar di perpustakaan Asia Tengah dan Al-Andalus.
- 9 Juli: Di Observatorium Ulugh Beg, para astronom Muslim dari Iran, Turki, dan Uzbekistan menandatangani Deklarasi Samarkand untuk Ilmu Pengetahuan dan Etika Islam, menegaskan kembali warisan saintifik Islam di era keemasan dan relevansinya bagi riset antariksa modern. Deklarasi ini langsung didukung oleh 28 akademi sains dari negara-negara mayoritas Muslim dan non-Muslim.
- Di malam hari, delegasi mengikuti pameran artefak dan konser “Melodi Peradaban” yang menampilkan kolaborasi musisi dari Suriah, Indonesia, dan Kazakhstan.
10 Juli: Ziarah Sejarah dan Dialog Lintas Iman di Termiz
Termiz, yang dikenal sebagai pusat penyebaran Islam ke Asia Tengah dan Selatan, menjadi lokasi hari keempat.- Peserta mengunjungi kompleks Mausoleum Al-Hakim At-Tirmidzi, salah satu sufi besar abad ke-9, dan situs Buddha kuno Kara Tepe, simbol koeksistensi agama di Jalur Sutra.
- Di sini, 10 perwakilan komunitas agama—Islam, Buddha, Ortodoks, dan Yahudi Bukharan—membacakan pernyataan bersama melawan ekstremisme berbasis agama. Pernyataan tersebut ditandatangani oleh 43 organisasi lintas iman dan menjadi lampiran Piagam Tashkent.
11 Juli: Penutupan dan Adopsi Piagam Tashkent Plus
Pada hari terakhir di Tashkent, forum resmi menutup dengan tiga hasil konkret.- Adopsi Piagam Tashkent Plus: dokumen 22 butir yang mencakup komitmen negara untuk melarang ujaran kebencian anti-Muslim, mendirikan pusat dialog peradaban di setiap ibu kota negara anggota OKI, dan menjadikan 2027 sebagai Tahun Internasional Dialog Peradaban Islam—usulan yang akan diajukan ke Majelis Umum PBB.
- Peluncuran portal IslamicCivilizationForum.org yang akan menjadi basis data riset tentang kontribusi Islam terhadap seni, sains, dan filsafat, terhubung dengan repositori Oxford Centre for Islamic Studies dan Universitas Al-Azhar.
- Penetapan Uzbekistan sebagai tuan rumah permanen forum dwitahunan ini; penyelenggaraan berikutnya dijadwalkan pada September 2028 dengan fokus pada pemuda dan ekonomi syariah.
Comments (0)