Oct 08, 2026
Hukum

UNICEF: 347 Juta Anak Terancam Bencana El Niño

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak (UNICEF) memperingatkan bahwa lebih dari 347 juta anak di seluruh dunia berada dalam ancaman langsung akibat fe

UNICEF: 347 Juta Anak Terancam Bencana El Niño

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak (UNICEF) memperingatkan bahwa lebih dari 347 juta anak di seluruh dunia berada dalam ancaman langsung akibat fenomena El Niño, yang memicu kemarau panjang, kekeringan, dan banjir ekstrem di berbagai kawasan. Ancaman tersebut berpotensi memperburuk krisis pangan, kesehatan, serta pendidikan yang telah lama melanda jutaan keluarga rentan.

Dalam siaran resminya, UNICEF menegaskan bahwa dampak El Niño tidak hanya terasa dalam jangka pendek, tetapi juga meninggalkan luka berkepanjangan bagi generasi muda. Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah diprediksi akan mengganggu pasokan air bersih, menurunkan hasil pertanian, serta meningkatkan risiko penyakit menular di antara anak-anak.

Rumah Ditinggalkan demi Air dan Makanan

Para pakar kemanusiaan mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka demi mencari makanan, air, dan pekerjaan. Perpindahan massa seperti ini meninggalkan anak-anak dalam posisi paling rentan: mereka kehilangan akses ke sekolah, mengalami kekurangan gizi, dan terpisah dari perlindungan keluarga.

"Lebih dari 347 juta anak kini berada di garis depan krisis iklim. El Niño mempercepat ketidakamanan air dan pangan, dan dampaknya selalu paling berat ditanggung oleh anak-anak yang paling tidak berdaya."

UNICEF juga menekankan bahwa bencana iklim berulang telah menciptakan pola pengungsian yang semakin sulit diprediksi. Keluarga yang berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain sering kali kehilangan sumber penghasilan, sehingga kemiskinan anak semakin dalam. Anak-anak yang dipaksa berpindah tumbuh dalam ketidakpastian, tanpa jaminan makanan bergizi, air bersih, dan lingkungan yang aman.

Sekolah dan Layanan Kesehatan Terancam

Kekeringan panjang diproyeksikan mengganggu operasional sekolah di negara-negara rentan, sementara banjir dapat merusak fasilitas pendidikan dan infrastruktur kesehatan. UNICEF memperkirakan bahwa krisis ini akan berdampak langsung pada:

  • Ketahanan pangan: gagal panen dan lonjakan harga pangan mendorong tingkat stunting dan kekurangan gizi anak.
  • Akses air bersih: sumber air menyusut, memaksa anak—terutama anak perempuan—berjalan jauh untuk mengambil air.
  • Kesehatan: peningkatan risiko diare, kolera, serta penyakit terkait suhu ekstrem.
  • Pendidikan: sekolah tutup, anak putus sekolah, dan angka perkawinan dini meningkat.
  • Perlindungan anak: anak pengungsi menghadapi risiko kekerasan, eksploitasi, dan pemisahan dari keluarga.

Ancaman yang Melampaui Satu Benua

Meski dampak El Niño paling terasa di Afrika Sub-Sahara, Asia Selatan, Amerika Latin, dan kawasan Pasifik, UNICEF menegaskan bahwa krisis ini bersifat global. Organisasi tersebut mengajak pemerintah, lembaga filantropi, dan sektor swasta untuk mempercepat pembiayaan tanggap darurat sebelum musim kering memburuk.

UNICEF menyerukan agar program nutrisi, penyediaan air darurat, layanan kesehatan ibu dan anak, serta perlindungan sekolah diperluas ke wilayah-wilayah paling terdampak. Upaya ini dianggap penting agar bencana iklim tidak menghapus capaian pembangunan yang telah diraih selama puluhan tahun.

Kepada para pembaca, pesan yang disampaikan UNICEF sangat jelas: El Niño bukan sekadar fenomena cuaca, melainkan krisis kemanusiaan yang menuntut respons cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan demi masa depan ratusan juta anak di seluruh dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User