Oct 08, 2026
Hukum

Trump Serang Fox News Gara-Gara Wawancara El-Sayed dan Osborn

Washington, DC — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuri perhatian publik dengan melontarkan kritik tajam terhadap Fox News, jaringan televis

Trump Serang Fox News Gara-Gara Wawancara El-Sayed dan Osborn

Washington, DC — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuri perhatian publik dengan melontarkan kritik tajam terhadap Fox News, jaringan televisi yang selama ini identik dengan basis pemilih konservatif. Kemarahan Trump kali ini dipicu oleh keputusan Fox News menayangkan wawancara dengan dua kandidat Senat yang menurutnya tidak layak mendapat panggung di hadapan pemirsanya. Kritik tersebut ia sampaikan melalui platform media sosial Truth Social pada Selasa, waktu setempat.

Dalam unggahannya, Trump secara khusus menyoroti wawancara Fox News dengan Dan Osborn, kandidat independen dari Nebraska yang menantang Senator petahana dari Partai Republik, Pete Ricketts. Trump menyebut Osborn dengan sebutan keras dan mempertanyakan alasan jaringan tersebut memberikan ruang kepada figur yang dianggapnya sebagai ancaman bagi kubu Republik.

"Kenapa Fox News mau mewawancarai sleazebag Dan Osborn sekarang, yang maju melawan Senator Republik kami yang HEBAT, Pete Ricketts," tulis Trump dalam unggahannya, mengutip gaya khasnya yang penuh huruf kapital untuk menekankan kemarahan.

Selain Osborn, Trump juga menyerang Fox News karena mewawancarai Abdul El-Sayed, kandidat Senat dari Partai Demokrat di Michigan. El-Sayed dikenal sebagai figur progresif yang memiliki basis pendukung muda dan perkotaan. Bagi Trump, kedua wawancara tersebut menunjukkan bahwa Fox News tidak lagi sepenuhnya loyal terhadap agenda politiknya.

Pola Serangan Trump terhadap Media Pendukungnya Sendiri

Kritik Trump terhadap Fox News bukanlah hal baru. Sepanjang karier politiknya, ia berulang kali menyerang jaringan tersebut ketika pemberitaannya dinilai tidak menguntungkan. Namun, serangan kali ini dinilai signifikan karena terjadi di tengah persiapan menghadapi siklus pemilu Senat yang krusial.

Pengamat politik menilai, kemarahan Trump mencerminkan kekhawatiran bahwa kandidat-kandidat di luar arus utama Republik bisa mendapatkan eksposur besar yang berpotensi mengubah peta elektoral, terutama di negara bagian medan tempur seperti Michigan dan Nebraska.

  • Nebraska menjadi salah satu fokus karena Osborn, meski berstatus independen, mampu menyaingi popularitas Ricketts dalam beberapa survei terbaru.
  • Michigan menjadi medan pertarungan ketat antara El-Sayed dan kubu Republik yang berupaya mempertahankan kursi.
  • Fox News belum memberikan tanggapan resmi atas serangan langsung Presiden tersebut.

Dampak pada Dinamika Politik dan Media

Serangan Trump terhadap Fox News memunculkan pertanyaan tentang seberapa besar pengaruh seorang presiden dalam menentukan arah pemberitaan media, bahkan media yang secara historis mendukungnya. Sejumlah komentator menilai langkah Trump ini justru bisa memperkuat narasi bahwa para kandidat non-Republik tersebut layak diperhitungkan.

Di sisi lain, pendukung Trump menilai Presiden hanya menjalankan haknya untuk mengkritik media yang dianggap memberi panggung kepada lawan politik. Mereka menyebut Fox News seharusnya lebih selektif dalam memilih narasumber, terutama menjelang pemilu.

"Ini bukan soal kebebasan pers, ini soal arah dukungan. Fox harus jelas berpihak pada agenda yang membawa kemenangan bagi Republik," ujar seorang analis politik konservatif yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, baik Abdul El-Sayed maupun Dan Osborn belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut. Sementara itu, tim kampanye Pete Ricketts disebut menyambut baik dukungan verbal dari Presiden Trump, meski belum mengeluarkan pernyataan tertulis.

Dinamika ini diprediksi akan terus memanas seiring mendekatnya hari pemungutan suara. Peran Fox News sebagai corong utama konservatif pun kembali menjadi sorotan, terutama ketika harus menyeimbangkan antara loyalitas politik dan prinsip jurnalistik yang menghadirkan beragam suara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User