Transformasi Pendidikan Indramayu: EST School Usung Konsep Adaptif

INDRAMAYU — Lanskap pendidikan Kabupaten Indramayu memasuki era baru dengan diresmikannya EST School, lembaga pendidikan yang membawa pendekatan pembelajaran adaptif dan penguatan karakter sebagai f...

Jul 12, 2026 - 13:08
0 0

INDRAMAYU — Lanskap pendidikan Kabupaten Indramayu memasuki era baru dengan diresmikannya EST School, lembaga pendidikan yang membawa pendekatan pembelajaran adaptif dan penguatan karakter sebagai fondasi utama. Peresmian yang berlangsung pada Senin (12/5/2025) di kawasan Jatibarang itu menandai langkah konkret percepatan peningkatan mutu sumber daya manusia di wilayah pesisir utara Jawa Barat tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Dr. H. Asep Suhendar, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran sekolah dengan konsep modern ini merupakan jawaban atas tuntutan zaman yang meniscayakan transformasi metode pengajaran. "Kami menyambut baik investasi pendidikan yang tidak sekadar mendirikan gedung, melainkan menghadirkan ekosistem belajar yang responsif terhadap kebutuhan individual peserta didik. Ini sejalan dengan visi kami mewujudkan Indramayu Bermartabat melalui pendidikan," ujarnya.

Arsitektur Pembelajaran Adaptif yang Didesain Personal

Berbeda dengan model seragam yang masih dominan, EST School mengadopsi sistem pembelajaran adaptif yang memungkinkan setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar sesuai dengan kecepatan, gaya, dan minat mereka. Teknologi artificial intelligence sederhana diintegrasikan ke dalam platform belajar untuk memetakan profil kemampuan siswa secara real-time, sehingga guru dapat menyusun modul intervensi yang tepat sasaran. Direktur Pendidikan EST School, Siti Nurhayati, Ph.D., menjelaskan bahwa pendekatan ini tidak menggantikan peran guru, melainkan memperkuat kapasitas mereka dalam melakukan diferensiasi pengajaran.

"Kami tidak menggunakan teknologi untuk menjauhkan interaksi manusia, justru sebaliknya. Data yang dihasilkan sistem menjadi dasar bagi guru untuk membangun dialog pedagogis yang lebih bermakna. Setiap anak punya peta jalan belajarnya sendiri, dan kami mendampingi mereka mencapai target yang telah disepakati bersama orang tua," papar Siti saat ditemui di sela-sela peresmian. Dalam tahap awal, sekolah yang menampung 320 siswa dari jenjang SD hingga SMA ini telah melengkapi 85% ruang kelas dengan perangkat interaktif dan laboratorium sains terintegrasi.

Penguatan Karakter sebagai Pilar Tak Terpisahkan

Selain kecakapan akademik dan literasi digital, EST School menempatkan penguatan karakter pada posisi yang setara. Program unggulan "Indramayu Berakhlak" dirancang untuk menginternalisasi nilai-nilai integritas, gotong royong, kemandirian, dan cinta lingkungan melalui proyek nyata di masyarakat. Setiap semester, siswa wajib terlibat dalam kegiatan sosial seperti pendampingan belajar bagi anak-anak pesisir atau proyek konservasi mangrove di kawasan Pantai Tirtamaya.

"Karakter tidak bisa diajarkan hanya di dalam kelas. Anak-anak perlu merasakan langsung dampak kehadiran mereka bagi lingkungan sekitar. Itulah sebabnya kurikulum kami mewajibkan 120 jam keterlibatan komunitas setiap tahun ajaran," ujar Ahmad Fauzi, Koordinator Pengembangan Karakter EST School. Ia menambahkan bahwa program ini telah dirancang bersama tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat agar tetap selaras dengan kearifan lokal Indramayu.

Menurut data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, pada tahun 2024 Indeks Karakter Pelajar untuk Kabupaten Indramayu tercatat sebesar 68,3 atau masih di bawah rata-rata nasional 72,1. Kehadiran EST School diharapkan dapat mendongkrak angka tersebut melalui praktik baik yang kelak dapat direplikasi sekolah lain.

Kolaborasi Multipihak dan Komitmen Keberlanjutan

Pendirian EST School merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Edukasi Sejahtera Terpadu (EST), Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan sektor swasta melalui skema dana abadi pendidikan. Bupati Indramayu, H. Nina Agustina, S.H., M.H., dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual menyatakan bahwa investasi di sektor pendidikan adalah prioritas utama APBD 2025, dan kemitraan dengan pihak swasta mempercepat target peningkatan mutu tanpa membebani fiskal daerah secara berlebihan.

"Kami berkomitmen agar EST School tidak menjadi pulau eksklusif. Melalui program guru tamu dan pelatihan bersama, kami dorong transfer pengetahuan kepada guru-guru di sekolah negeri sekitar. Peningkatan mutu pendidikan harus bersifat inklusif dan merata," tegas Bupati. Sejauh ini, 40 guru dari enam sekolah negeri di Kecamatan Jatibarang dan Lohbener telah mengikuti lokakarya metode adaptif yang difasilitasi oleh tim akademik EST School.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan EST, Ir. Budi Santoso, memaparkan rencana pengembangan jangka menengah berupa pembukaan pusat pelatihan vokasi berbasis industri maritim yang akan terintegrasi dengan kurikulum SMA pada tahun ajaran 2026/2027. "Indramayu memiliki potensi kemaritiman luar biasa. Kami ingin menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap kuliah, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja atau terserap di industri perkapalan, logistik pelabuhan, dan energi terbarukan," ujarnya.

Peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti dan pelepasan balon oleh Kepala Dinas Pendidikan bersama Direktur EST School, disaksikan oleh orang tua siswa dan perwakilan komite sekolah. Salah satu wali murid, Kartini (38), mengaku optimistis. "Saya senang karena anak saya tidak hanya belajar Matematika dan Bahasa Inggris, tapi juga dilatih percaya diri dan peduli lingkungan. Semoga lulusan sini jadi pemimpin masa depan Indramayu," katanya.

Dengan hadirnya EST School, Kabupaten Indramayu kini memiliki contoh nyata bagaimana konsep sekolah modern dapat menjadi katalis bagi lompatan mutu pendidikan yang berkeadilan. Tantangan selanjutnya adalah memastikan keberlanjutan program dan perluasan dampak ke seluruh pelosok daerah.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User