Topan Maysak Picu Waduk Jebol, Banjir Besar Rendam Nanning

Bencana hidrometeorologi dahsyat melanda Kota Nanning, Daerah Otonomi Guangxi, Tiongkok, setelah hujan ekstrem yang dipicu oleh Topan Maysak mengguyur wila

Topan Maysak Picu Waduk Jebol, Banjir Besar Rendam Nanning

Bencana hidrometeorologi dahsyat melanda Kota Nanning, Daerah Otonomi Guangxi, Tiongkok, setelah hujan ekstrem yang dipicu oleh Topan Maysak mengguyur wilayah tersebut tanpa henti selama lebih dari 36 jam. Intensitas curah hujan yang mencapai lebih dari 400 milimeter dalam dua hari itu menyebabkan sejumlah waduk di sekitar kota tidak mampu menahan volume air yang masuk secara drastis.

Kronologi Jebolnya Waduk

Rangkaian peristiwa mematikan ini bermula ketika Topan Maysak—yang sebelumnya terbentuk di Laut Tiongkok Selatan—berbelok arah dan menghantam daratan Guangxi dengan kekuatan yang tidak terduga. Badan Meteorologi Tiongkok (CMA) mencatat ini sebagai salah satu topan terkuat yang melintas di wilayah tersebut dalam dua dekade terakhir.

Berikut kronologi bencana berdasarkan laporan otoritas setempat:

  • Fase Awal (H-1): Peringatan dini hujan deras dikeluarkan CMA untuk wilayah Guangxi, termasuk Nanning. Warga di sekitar area rawan longsor diminta waspada.
  • Fase Intensifikasi (06.00 - 18.00 waktu setempat): Hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur. Debit air di beberapa waduk utama meningkat dua kali lipat dalam waktu kurang dari 12 jam. Pompa-pompa pengendali banjir dioperasikan maksimal namun tidak mampu mengimbangi laju air.
  • Fase Kritis (21.00 - 03.00): Bendungan di Waduk Xijin dan beberapa waduk kecil lainnya mengalami retakan struktural. Pukul 23.45, sirine peringatan darurat dibunyikan menyusul laporan visual kebocoran besar di tanggul bagian utara. Evakuasi massal warga di daerah hilir dimulai dalam kondisi gelap dan hujan deras.
  • Fase Katastropik (04.00 - 08.00): Dini hari, tanggul utama jebol total. Gelombang air setinggi 3 hingga 5 meter menghantam permukiman penduduk dengan kecepatan luar biasa. Rekaman amatir yang beredar di media sosial menunjukkan rumah-rumah tersapu dalam hitungan detik, sementara kendaraan hanyut terbawa arus lumpur.

Dampak dan Respons Darurat

Banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba ini merendam sedikitnya 12.000 rumah di enam distrik berbeda. Tim penyelamat yang terdiri dari militer, pemadam kebakaran, dan relawan lokal segera dikerahkan menggunakan perahu karet dan helikopter untuk mengevakuasi warga yang terjebak di atap rumah. Hingga laporan ini diturunkan, otoritas Guangxi mengonfirmasi 25 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. Lebih dari 200.000 warga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara yang didirikan di sekolah-sekolah dan gedung pemerintahan.

"Ini adalah bencana banjir terburuk yang pernah saya saksikan. Air datang begitu cepat, kami hanya punya waktu beberapa menit untuk menyelamatkan anak-anak. Semua harta benda kami hilang," ujar Li Wei, seorang penyintas dari Distrik Qingxiu, kepada media lokal.

Pemerintah pusat Tiongkok langsung mengucurkan dana darurat senilai 100 juta yuan (sekitar Rp220 miliar) untuk operasi penyelamatan dan pemulihan infrastruktur dasar. Jaringan listrik dan telekomunikasi lumpuh total di beberapa area terdampak, menyulitkan koordinasi bantuan. Kekhawatiran kini beralih pada potensi wabah penyakit pascabanjir, mengingat genangan air bercampur lumpur dan limbah menggenang di mana-mana, meningkatkan risiko diare, leptospirosis, dan demam berdarah.

Insiden ini juga menyoroti kembali isu keamanan infrastruktur waduk tua di Tiongkok. Banyak waduk di Nanning dibangun pada era 1960-an dengan standar ketahanan yang tidak lagi memadai menghadapi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim. Penyelidikan resmi telah diumumkan untuk mengaudit kondisi seluruh bendungan di Guangxi dan memastikan tanggung jawab hukum jika ditemukan kelalaian dalam pemeliharaan yang berkontribusi pada jebolnya waduk.

[SOCIAL_TWEET]: Topan Maysak picu jebolnya waduk di Nanning, Tiongkok. Gelombang air 5 meter sapu permukiman, 25 tewas, 200.000 mengungsi. Begini kronologinya. #BanjirNanning #TopanMaysak #BencanaAlam[SOCIAL_TG]: 🌪️ Tragedi di Nanning: Topan Maysak bikin waduk jebol! Air bah 5 meter sapu permukiman, 25 orang meninggal, ribuan rumah hancur. Ngeri banget…

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User