Sep 16, 2026
Nasional

Tim SAR Cari Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda

SELAT SUNDA, Apaberita.com — Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengerahkan armada laut dan udara untuk melakukan operasi pencarian intensif terhadap lim

Tim SAR Cari Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda

SELAT SUNDA, Apaberita.com — Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengerahkan armada laut dan udara untuk melakukan operasi pencarian intensif terhadap lima orang wartawan dan tiga awak kapal motor cepat (speedboat) yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Rombongan tersebut sebelumnya tengah menjalankan tugas peliputan sebelum komunikasi terputus total.

Kabar mengenai hilangnya kapal cepat tersebut memicu kekhawatiran mendalam dari berbagai pihak, khususnya komunitas pers dan keluarga korban. Pihak berwenang langsung membentuk posko darurat guna mengoordinasikan seluruh unsur penyelamatan yang menyisir titik koordinat terakhir terdeteksinya kapal.

Kronologi Insiden Hilang Kontak

Berdasarkan data awal yang dihimpun dari posko SAR terpadu, perjalanan laut tersebut bermula dari pelayaran kerja jurnalistik. Berikut adalah urutan kronologis kejadian sebelum kapal dilaporkan hilang:

  1. Pukul 07.30 WIB: Kapal motor cepat yang membawa 5 jurnalis dan 3 anak buah kapal (ABK) bertolak dari dermaga dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam menuju lokasi tujuan.
  2. Pukul 09.45 WIB: Nahkoda kapal sempat menjalin komunikasi radio terakhir dengan pihak pelabuhan dan melaporkan adanya perubahan cuaca ekstrem serta gelombang laut yang meninggi.
  3. Pukul 10.15 WIB: Seluruh sinyal pelacak GPS dan perangkat komunikasi radio di atas kapal mendadak terputus di sekitar koridor tengah perairan Selat Sunda.
  4. Pukul 12.00 WIB: Setelah melewati batas estimasi waktu tiba dan kapal tak kunjung mendarat, pihak otoritas pelabuhan resmi menerbitkan laporan kapal hilang kontak.
"Kami telah mengerahkan kapal penyelamat KN SAR serta berkoordinasi erat dengan TNI Angkatan Laut dan Polairud. Fokus utama saat ini adalah menyisir area seluas 25 mil laut dari titik kontak terakhir," ujar Kepala Kantor SAR dalam keterangan resminya.

Pengerahan Armada Penyelamat Gabungan

Guna mempercepat proses evakuasi, tim gabungan membagi sektor pencarian ke dalam beberapa area prioritas. Pengerahan alutsista terus dimaksimalkan mengingat potensi pergeseran titik hanyut akibat arus bawah laut yang kuat.

  • Armada Laut: Mengerahkan dua unit kapal patroli kelas utama dan empat perahu karet bermesin tempel untuk menyisir pulau-pulau kecil di gugusan Selat Sunda.
  • Pemantauan Udara: Melibatkan satu unit helikopter SAR untuk memperluas jangkauan pemantauan visual dari udara.
  • Komunikasi Pesisir: Mengimbau seluruh kapal niaga dan kapal nelayan yang melintas di perairan Selat Sunda agar segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban.

Tantangan Cuaca dan Gelombang Tinggi

Operasi penyelamatan ini menghadapi rintangan berat akibat kondisi meteorologi yang tidak bersahabat. Berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan Selat Sunda saat ini berkisar antara 2,5 hingga 4 meter disertai angin kencang berkecepatan 20 knot.

Meskipun medan pencarian tergolong ekstrem, seluruh personel tim penyelamat tetap bersiaga dan melanjutkan operasi secara bergantian demi keselamatan delapan orang penumpang dan awak kapal tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User