TelkomGroup Tanam 10 Ribu Bibit Mangrove di Manggarai Barat

TelkomGroup melaksanakan penanaman 10.000 bibit mangrove di Desa Golo Sepang, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahana...

TelkomGroup Tanam 10 Ribu Bibit Mangrove di Manggarai Barat

TelkomGroup melaksanakan penanaman 10.000 bibit mangrove di Desa Golo Sepang, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahanan ekosistem pesisir Indonesia. Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat setempat. Penanaman dilakukan untuk menindaklanjuti program keberlanjutan korporasi yang berbasis pada pelestarian lingkungan hidup dan pemberdayaan komunitas pesisir.

Kolaborasi Multipihak dalam Aksi Penanaman

Dalam rapat koordinasi teknis yang digelar sebelum pelaksanaan aksi, pihak TelkomGroup bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat dan perangkat Desa Golo Sepang menyepakati lokasi penanaman yang memiliki tingkat kerentanan abrasi tinggi. Berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kegiatan ini ditetapkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang terintegrasi dengan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim.

Pelaksanaan penanaman melibatkan partisipasi aktif warga pesisir yang tergabung dalam kelompok masyarakat pengelola mangrove. Mereka disiapkan untuk melakukan pemeliharaan bibit pasca penanaman guna menjamin tingkat kelangsungan hidup optimal. Fraksi-fraksi di tingkat desa juga menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut dengan menegaskan pentingnya peran swasta dalam menjaga kelestarian sumber daya alam pesisir.

Dampak bagi Ekosistem dan Ekonomi Lokal

Penanaman 10.000 bibit mangrove yang dilakukan TelkomGroup diharapkan mampu memulihkan fungsi ekologis kawasan pesisir Desa Golo Sepang. Ekosistem mangrove dikenal memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida secara efektif serta berperan sebagai benteng alami terhadap gelombang pasang dan erosi pantai. Keberadaan hutan mangrove yang kembali subur juga akan mendukung pemulihan habitat biota laut, termasuk ikan, udang, dan kerang yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan setempat.

Selain aspek lingkungan, kegiatan ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Dalam rapat pleno yang diselenggarakan di kantor desa, kepala desa bersama perwakilan TelkomGroup menyatakan bahwa program serupa akan diperluas dengan pendampingan kelompok wanita tani untuk mengolah mangrove menjadi produk bernilai tambah, seperti sirup dan kerajinan tangan. Keputusan tersebut diambil setelah melihat potensi ekonomi sirkular yang dapat dikembangkan dari keberadaan hutan mangrove yang terjaga.

Komitmen Keberlanjutan Korporasi

TelkomGroup menegaskan bahwa aksi penanaman di Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu pilar dari agenda keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah, menyatakan, "Kami berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan infrastruktur digital, tetapi juga memastikan bahwa setiap operasional perusahaan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar." Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi evaluasi program tanggung jawab sosial perusahaan yang berlangsung di Jakarta.

Lebih lanjut, perwakilan manajemen TelkomGroup menyatakan bahwa kegiatan serupa akan direplikasi di wilayah pesisir lainnya yang memiliki tingkat degradasi ekosistem tinggi. Penetapan lokasi prioritas dilakukan berdasarkan data ilmiah dan rekomendasi dari lembaga penelitian lingkungan. Dalam rapat koordinasi internal, jajaran direksi menindaklanjuti evaluasi dampak lingkungan dengan menambah alokasi anggaran untuk program rehabilitasi mangrove pada tahun fiskal berikutnya.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyambut positif kontribusi TelkomGroup. Bupati Manggarai Barat, dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui juru bicara pemerintah daerah, menegaskan, "Kerja sama dengan korporasi yang memiliki kapasitas teknis dan finansial sangat kami butuhkan untuk mempercepat pemulihan ekosistem pesisir kita." Pihaknya berharap sinergi antara sektor publik dan swasta dapat dijaga secara berkelanjutan.

Penanaman 10.000 bibit mangrove di Desa Golo Sepang menjadi bukti konkret bahwa partisipasi korporasi dalam pelestarian lingkungan dapat diwujudkan melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis data. Dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai garda terdepan konservasi, program ini tidak hanya memulihkan ekosistem, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial ekonomi komunitas pesisir Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User