TEL AVIV — Mantan Kepala Staf Militer Israel (IDF), Mayor Jenderal (Purn.) Gadi Eisenkot, secara terbuka menyatakan tekadnya untuk menumbangkan Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu pada pemilihan umum mendatang yang dijadwalkan pada 27 Oktober. Pernyataan tegas ini menandai eskalasi perlawanan politik dari kalangan elite militer terhadap kepemimpinan sayap kanan Israel di tengah krisis perang yang berkepanjangan.
Gadi Eisenkot, yang pernah menjabat sebagai menteri pengamat dalam Kabinet Perang Israel sebelum akhirnya mengundurkan diri, kini memposisikan dirinya sebagai figur kunci pemersatu blok oposisi. Tekad politik Eisenkot dipandang publik tidak hanya bermotif strategi kepemimpinan, melainkan juga sarat beban emosional mendalam setelah putra bungsunya gugur saat menjalankan operasi militer di Jalur Gaza.
Tragedi Personal dan Titik Balik Politik
Kritik tajam Eisenkot terhadap Netanyahu semakin mengeras menyusul kematian putranya, Sersan Mayor Gal Meir Eisenkot (25 tahun), yang tewas dalam ledakan jebakan terowongan di Gaza utara pada akhir 2023. Tak lama berselang, keponakannya juga gugur dalam pertempuran serupa. Tragedi ganda tersebut mempertegas keyakinan sang jenderal bahwa perang dikelola tanpa arah strategis yang terukur demi mempertahankan kelangsungan koalisi politik Netanyahu semata.
"Israel membutuhkan kepemimpinan baru yang berintegritas, berani mengambil keputusan sulit, dan menempatkan keselamatan bangsa serta pemulangan para sandera di atas kelangsungan kursi kekuasaan pribadi," tegas Eisenkot dalam sebuah pernyataan politiknya.
Eisenkot menilai pemerintah saat ini telah gagal menetapkan rencana pascaperang (day after) yang jelas bagi Gaza, memperburuk isolasi diplomatik Israel di panggung internasional, serta membiarkan polarisasi sosial semakin meruncing di dalam negeri.
Kronologi Perpecahan Menuju Pemilu 27 Oktober
Keretakan antara pimpinan militer dan lingkar kekuasaan eksekutif di Yerusalem telah terakumulasi dalam sejumlah peristiwa penting:
- Oktober 2023: Eisenkot bersama mantan Menteri Pertahanan Benny Gantz sepakat bergabung dengan Kabinet Perang Darurat untuk menjaga stabilitas komando pertahanan negara.
- Desember 2023: Putra bungsu Eisenkot tewas di Gaza utara, memicu simpati publik luas dan menyoroti tingginya harga yang dibayar militer di medan tempur.
- Juni 2024: Eisenkot dan partai Persatuan Nasional resmi mundur dari Kabinet Perang, menuduh Netanyahu menolak kesepakatan pembebasan sandera demi menyenangkan mitra koalisi sayap kanan ekstrem.
- Fase Kampanye Terkini: Blok oposisi mulai mengonsolidasikan kekuatan moderat dan sentris guna mengunci kemenangan elektoral mutlak pada pemilu 27 Oktober mendatang.
Tantangan Menggoyang Dominasi Koalisi Netanyahu
Meskipun gelombang unjuk rasa rakyat menuntut pemilu dini kian masif, jalan Eisenkot dan blok penantang diprediksi tidak mudah. Benjamin Netanyahu tetap memiliki basis pemilih loyal di Partai Likud serta dukungan fraksi-fraksi ultra-ortodoks dan nasionalis religius.
Namun, dengan reputasi militer yang bersih serta statusnya sebagai figur yang disegani lintas spektrum politik, Eisenkot dipandang analis sebagai salah satu figur terkuat yang mampu memecah dominasi koalisi sayap kanan. Pertarungan elektoral pada 27 Oktober diperkirakan bakal menjadi referendum langsung rakyat Israel atas masa depan politik Netanyahu dan arah resolusi konflik regional.
Comments (0)