Tanggul Laut Muara Baru Rembes akibat Tekanan Air dan Penurunan Tanah

APABERITA, JAKARTA — Tanggul laut di kawasan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengalami rembesan dalam beberapa hari terakhir hingga menyebabkan ruas jalan di sekitarnya tergenang d...

Tanggul Laut Muara Baru Rembes akibat Tekanan Air dan Penurunan Tanah

APABERITA, JAKARTA — Tanggul laut di kawasan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengalami rembesan dalam beberapa hari terakhir hingga menyebabkan ruas jalan di sekitarnya tergenang dan becek. Rembesan tersebut dipicu oleh tekanan air laut yang tinggi ditambah penurunan permukaan tanah yang terus berlangsung di wilayah pesisir ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air telah menerjunkan petugas ke lokasi guna menambal bagian tanggul yang bocor serta memantau kondisi struktur secara berkala.

Berdasarkan pantauan di lapangan, air laut merembes melalui celah pada konstruksi tanggul kemudian mengalir ke badan jalan. Genangan dengan ketinggian bervariasi antara lima hingga lima belas sentimeter terpantau di sejumlah titik, terutama ketika permukaan air laut berada pada fase pasang. Kondisi tersebut membuat permukaan jalan menjadi licin dan berlumpur sehingga menyulitkan warga serta pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan itu.

Genangan Becek Hambat Aktivitas Warga Muara Baru

Warga setempat menyatakan rembesan air dari tanggul telah terlihat sejak beberapa hari lalu dan semakin deras ketika air laut pasang. Air yang menggenangi jalan bercampur dengan lumpur sehingga menimbulkan lapisan becek di sepanjang ruas jalan yang berdekatan dengan tanggul. Sejumlah pengendara sepeda motor memilih memperlambat laju kendaraannya demi menghindari risiko tergelincir, sementara pejalan kaki terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih kering.

"Airnya keluar dari sela-sela tanggul, lama-lama jalan jadi becek semua. Kalau pas air laut pasang, rembesannya makin deras. Kami khawatir kalau dibiarkan bisa jebol seperti kejadian banjir rob sebelumnya," ujar seorang warga Muara Baru yang melintas di lokasi.

Tekanan Air Laut dan Penurunan Muka Tanah Menjadi Pemicu

Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menjelaskan bahwa rembesan terjadi akibat dua faktor utama, yakni tekanan hidrostatis air laut yang tinggi dan penurunan permukaan tanah. Tekanan air laut pada saat pasang mendorong air mencari celah pada struktur tanggul, sementara amblesan tanah menyebabkan pergeseran kecil pada konstruksi sehingga memunculkan retakan serta sambungan yang renggang.

Berdasarkan sejumlah kajian, penurunan muka tanah di wilayah Jakarta Utara berkisar antara satu hingga lima belas sentimeter per tahun. Kawasan Muara Baru termasuk wilayah yang mengalami amblesan cukup signifikan sehingga sebagian daratannya kini berada di bawah permukaan air laut. Kondisi itu menjadikan tanggul sebagai satu-satunya penahan agar air laut tidak masuk ke kawasan permukiman dan fasilitas umum.

"Rembesan ini disebabkan tekanan air laut yang kuat dan penurunan permukaan tanah. Kami sudah menindaklanjuti dengan penambalan sementara dan akan dilanjutkan perbaikan permanen. Petugas juga ditempatkan untuk memantau kondisi tanggul setiap hari, terutama saat air laut pasang maksimum," ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta dalam keterangannya.

Penambalan Darurat dan Pemantauan Berkala

Sebagai langkah penanganan awal, petugas melakukan penambalan pada titik-titik yang mengalami kebocoran menggunakan material beton dan karung berisi pasir. Pompa air turut disiagakan untuk menyedot genangan di badan jalan agar aktivitas warga tidak terganggu. Petugas juga memasang penanda pada bagian tanggul yang retak guna memantau pergerakan struktur dari waktu ke waktu.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa kondisi tanggul masih terkendali dan tidak terdapat indikasi keruntuhan struktural. Meski demikian, warga diminta tetap waspada serta melaporkan apabila menemukan rembesan baru atau perubahan kondisi tanggul kepada petugas di lapangan maupun melalui kanal aduan resmi pemerintah daerah.

Bagian dari Sistem Pengendalian Banjir Rob Ibu Kota

Tanggul Muara Baru merupakan bagian dari sistem pengaman pantai yang dibangun dalam program pengembangan terpadu pesisir ibu kota atau National Capital Integrated Coastal Development. Program tersebut mencakup penguatan tanggul di sepanjang Teluk Jakarta serta pembangunan waduk dan rumah pompa untuk mengatur tata air kawasan pesisir yang berada di bawah permukaan laut.

Kawasan Muara Baru sendiri tercatat kerap dilanda banjir rob, terutama saat air laut pasang maksimum yang bertepatan dengan fase bulan purnama. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir terus meningkatkan elevasi tanggul serta memperkuat konstruksinya mengingat penurunan muka tanah yang masih berlangsung hingga kini.

Hingga saat ini, penanganan rembesan masih berlangsung di lokasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan keandalan infrastruktur pengaman pantai demi keselamatan warga di kawasan pesisir Jakarta Utara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User