Survei Parameter Politik: Taj Yasin Maimoen Terpopuler di Bursa Pilkada Jateng
JAKARTA — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis temuan terbaru yang menempatkan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, Taj Yasin Maimoen, sebagai figur dengan tingkat popu...
JAKARTA — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia merilis temuan terbaru yang menempatkan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, Taj Yasin Maimoen, sebagai figur dengan tingkat popularitas tertinggi di antara sejumlah nama yang beredar dalam bursa bakal calon gubernur menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah 2024. Hasil survei tersebut menjadi indikator awal peta kekuatan politik di provinsi itu seiring semakin dekatnya tahapan pendaftaran pasangan calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dalam rilis resminya, lembaga tersebut menyatakan Taj Yasin unggul dalam aspek pengenalan publik dibandingkan tokoh-tokoh lain yang selama ini disebut berpotensi maju dalam kontestasi. Temuan ini dinilai tidak terlepas dari pengalamannya mendampingi Ganjar Pranowo selama satu periode penuh memimpin pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.
Temuan Survei Parameter Politik Indonesia
Berdasarkan hasil survei yang dirilis di Jakarta, tingkat popularitas Taj Yasin Maimoen berada di posisi teratas dalam daftar tokoh yang disimulasikan kepada responden. Parameter Politik Indonesia menyatakan pengenalan masyarakat terhadap putra ulama kharismatik asal Rembang, almarhum KH Maimoen Zubair, itu tersebar merata di berbagai daerah di Jawa Tengah, baik di kawasan pantai utara maupun wilayah selatan.
Lembaga tersebut menegaskan bahwa popularitas merupakan modal awal yang penting, tetapi belum otomatis menjamin elektabilitas. Pemilih, menurut hasil survei itu, masih mempertimbangkan faktor dukungan partai politik, rekam jejak kebijakan, serta kedekatan kandidat dengan jaringan struktural di tingkat kabupaten dan kota.
"Popularitas menjadi pintu masuk, namun keputusan politik tetap berada di tangan partai dan koalisi yang memiliki tiket pencalonan," demikian bunyi kesimpulan dalam rilis resmi Parameter Politik Indonesia.
Rekam Jejak Taj Yasin Maimoen
Taj Yasin Maimoen, yang akrab disapa Gus Yasin, tercatat menjabat Wakil Gubernur Jawa Tengah sejak 2018 hingga 2023 setelah memenangkan pemilihan gubernur bersama Ganjar Pranowo. Sebelum duduk di kursi wakil gubernur, ia merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.
Selama menjabat, ia dikenal aktif mengurus bidang keagamaan, pemberdayaan pesantren, dan ekonomi keumatan. Jaringannya di kalangan warga nahdliyin dan pondok pesantren di Jawa Tengah dinilai menjadi basis dukungan yang solid. Sejumlah pengamat menilai faktor sosial-kultural tersebut membuat namanya mudah dikenal hingga ke tingkat desa.
Nama Gus Yasin juga kerap muncul dalam berbagai survei internal partai politik sejak berakhirnya masa jabatannya pada 2023. Ia menyatakan kesiapannya untuk kembali berkontestasi apabila memperoleh dukungan partai politik yang memenuhi syarat ambang batas pencalonan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Peta Politik Menjelang Pilkada Serentak 2024
Pilkada serentak akan digelar pada 27 November 2024. KPU telah menetapkan jadwal tahapan pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, sementara partai politik mulai memfinalkan koalisi. Di Jawa Tengah, sejumlah nama lain turut muncul dalam berbagai survei, di antaranya kader PDI Perjuangan yang selama ini menjadi kekuatan politik dominan di provinsi tersebut, serta tokoh dari kalangan birokrat dan mantan kepala daerah.
Berdasarkan Undang-Undang Pilkada, partai politik atau gabungan partai politik harus memenuhi ambang batas kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk dapat mengusung pasangan calon. Kondisi itu membuat komunikasi antarpartai di tingkat provinsi semakin intensif dalam beberapa pekan terakhir. Taj Yasin sendiri disebut telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pimpinan dewan pimpinan daerah partai politik untuk menindaklanjuti peluang koalisi.
Parameter Politik Indonesia menyatakan akan kembali merilis survei lanjutan yang memotret elektabilitas para tokoh setelah pasangan calon resmi ditetapkan KPU. Lembaga itu menegaskan dinamika dukungan masih sangat cair dan dapat berubah mengikuti keputusan partai politik dalam rapat-rapat koordinasi pencalonan.
Dengan temuan ini, bursa calon gubernur Jawa Tengah diprediksi semakin kompetitif. Para tokoh yang berminat dituntut memperkuat sosialisasi, merawat basis konstituen, sekaligus membangun koalisi yang memadai sebelum tahapan resmi dimulai.
Comments (0)