Sudaryono Ungkap 6 Juta Data Dobel dan 414 Dapur SPPG Gaib
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyatakan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan serius dalam sistem pendataan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat konferensi pers di Kantor Ke...
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyatakan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan serius dalam sistem pendataan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Temuan utama meliputi adanya sekitar 6 juta data penerima yang tercatat ganda serta keberadaan 414 dapur Sentra Penyaluran Pangan Gratis (SPPG) yang terindikasi fiktif karena belum memiliki bangunan fisik namun sudah menerima alokasi dana. Atas temuan tersebut, BGN telah mengambil keputusan tegas dengan menarik kembali dana senilai Rp311 miliar dari rekening virtual account milik dapur-dapur yang belum beroperasi tersebut.
Temuan Enam Juta Data Penerima Ganda
Sudaryono menegaskan bahwa praktik pencatatan ganda merupakan warisan dari sistem lama yang belum tersinkronisasi dengan baik. Menurutnya, satu individu kerap terdaftar di dua atau lebih satuan pendidikan dalam basis data program.
"Kita menemukan ada praktik lama ada data-data yang dobel, yaitu sekitar ada 6 juta,"ujar Sudaryono di hadapan wartawan. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini umumnya dialami oleh murid-murid yang menempuh pendidikan di pondok pesantren sekaligus di sekolah formal seperti Sekolah Menengah Pertama.
"Biasanya misalnya orang sekolah, orang itu di pesantren, dia dicatat di pondok itu, tapi dia sekolah di SMP mana, jadi itu dicatat dobel,"tambahnya.
Namun demikian, Sudaryono menegaskan bahwa angka 6 juta tersebut tidak dapat diartikan seluruhnya sebagai penerima manfaat yang secara nyata menerima ransum dua kali. Sebagian besar dari entri ganda tersebut berasal dari dapur SPPG yang baru berstatus dalam sistem namun belum beroperasi secara fisik, sehingga nama-nama calon penerima sudah terinput meskipun distribusi makanan belum terlaksana.
"Tapi bukan berarti 6 juta terus kali-kali (jadi) sekian miliar, bukan. Jadi 6 juta ini juga sebagian adalah dapur yang belum jadi, kemudian namanya sudah di input, sebetulnya belum diberi makan,"jelasnya.
Penarikan Dana Rp311 Miliar dari 414 SPPG Fiktif
Selain permasalahan redundansi data, BGN juga mengungkap adanya 414 dapur SPPG yang tercatat aktif dalam sistem administrasi dan telah memiliki rekening virtual account, padahal bangunan fisik dapur beserta fasilitasnya belum berdiri. Sudaryono menyatakan bahwa indikasi dapur fiktif tersebut ditemukan dalam proses verifikasi lapangan yang dilakukan pihaknya untuk menindaklanjuti laporan dan memastikan akuntabilitas anggaran program.
"Yang kemarin ada 414 dapur yang kemudian kami indikasikan itu dapurnya belum ada, tapi VA-nya sudah diisi sama duit,"terangnya.
Atas temuan tersebut, BGN segera menerbitkan keputusan operasional untuk memblokir dan menarik kembali seluruh dana yang telah masuk ke rekening virtual account ke-414 dapur tersebut. Langkah ini diambil guna mencegah penyalahgunaan anggaran negara sebelum dapur-dapur bersangkutan benar-benar terealisasi secara fisik dan lolos pemeriksaan teknis. Total dana yang berhasil diamankan dari rekening-rekening virtual tersebut mencapai Rp311 miliar.
"Nah itu yang kami kembalikan 311 miliar yang kami umumkan,"pungkas Sudaryono.
Koreksi Sistem dan Penertiban Database
Menyikapi berbagai kelemahan dalam tata kelola data tersebut, Sudaryono menegaskan bahwa BGN tengah melakukan perbaikan menyeluruh terhadap basis data elektronik penerima MBG. Proses penyempurnaan ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran tersalur tepat sasaran kepada penerima yang berhak. Pihaknya juga akan memperketat mekanisme verifikasi antara sekolah formal dan lembaga pendidikan keagamaan agar tidak terjadi tumpang tindih pencatatan di masa mendatang.
Sudaryono menyatakan bahwa program MBG merupakan kebijakan prioritas yang menuntut akurasi data dan disiplin anggaran. Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan audit berkala terhadap seluruh dapur SPPG yang telah maupun akan berdiri. Langkah penarikan dana dari 414 dapur fiktif dan koreksi 6 juta data ganda tersebut, menurutnya, menunjukkan tekad BGN untuk tidak mentolerir adanya anomali dalam pelaksanaan program. Dengan penertiban ini, diharapkan distribusi makanan bergizi gratis dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan akuntabel sesuai dengan target pemerintah.
Comments (0)