Sudaryono Temui Taj Yasin di Sarang, Gerindra Jateng Buka Peluang Koalisi

JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Jawa Tengah Sudaryono melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 Taj Yasin Maimoen di Pondok Pesantren Al ...

Sudaryono Temui Taj Yasin di Sarang, Gerindra Jateng Buka Peluang Koalisi

JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Jawa Tengah Sudaryono melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 Taj Yasin Maimoen di Pondok Pesantren Al Anwar IV Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pertemuan yang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut membahas peluang kerja sama politik antara Partai Gerindra dengan elemen barisan ulama menjelang tahapan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2024.

Pembahasan Kerja Sama Politik di Tengah Dinamika Pemilu

Dalam pertemuan tersebut, Sudaryono menyatakan bahwa Partai Gerindra terbuka terhadap berbagai kemungkinan koalisi asalkan memiliki landasan ideologi dan visi pembangunan yang sejalan. Dialog intens yang terjalin di ponpes milik keluarga besar Nahdlatul Ulama itu menjadi momentum penting bagi Gerindra untuk memperluas basis massa di kantong-kantong tradisional keagamaan.

"Kami menegaskan komitmen partai untuk selalu mengedepankan komunikasi dengan semua komponen bangsa. Kalau ada jalannya, why not? Artinya, selama ada koridor yang konstruktif untuk kemajuan Jawa Tengah, kami siap menindaklanjuti setiap peluang yang terbuka," ujar Sudaryono.

Sementara itu, Taj Yasin Maimoen yang juga kader Partai Kebangkitan Bangsa menyambut baik inisiatif pertemuan tersebut. Ia menyatakan bahwa komunikasi antarpelaku politik merupakan bagian dari demokrasi sehat yang harus terus dijaga. Menurutnya, diskusi di ruang pesantren memberikan nuansa berbeda karena didasarkan pada nilai-nilai musyawarah dan kebersamaan.

Komitmen Memperkuat Jaringan Ulama dan Kiai

Pertemuan di Ponpes Al Anwar IV Sarang bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Partai Gerindra untuk memperkuat jaringan di kalangan ulama dan kiai. Sudaryono menjelaskan bahwa dalam rapat koordinasi internal sebelumnya, pihaknya telah memutuskan untuk intensif melakukan silaturahmi ke berbagai pesantren dan majelis taklim di seluruh wilayah Jawa Tengah.

"Keputusan untuk mengunjungi Sarang ini ditetapkan setelah kami melakukan evaluasi hasil Pemilu Legislatif 2024. Data menunjukkan bahwa daerah dengan kekuatan pondok pesantren memiliki tingkat partisipasi pemilih yang tinggi, sehingga menjadi target konstituen yang perlu diperhatikan secara serius," tambah Sudaryono.

Taj Yasin yang dikenal sebagai putra pesantren tersebut turut menjelaskan bahwa Ponpes Al Anwar IV memiliki sejarah panjang dalam kontribusi politik kebangsaan. Ia menambahkan bahwa setiap keputusan politik yang diambil di ruang pesantren selalu melalui proses deliberasi yang matang dan berpijak pada kepentingan umat.

Implikasi terhadap Peta Koalisi Pilkada Jateng 2024

Pertemuan antara pimpinan Gerindra Jateng dengan mantan Wakil Gubernur tersebut menimbulkan spekulasi mengenai pergeseran peta koalisi di Pilkada Jawa Tengah 2024. Beberapa pengamat politik menyebut bahwa langkah Sudaryono menindaklanjuti hasil komunikasi partai di tingkat pusat yang ingin memperluas sayap koalisi di luar poros traditional.

"Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, setiap pasangan calon harus memenuhi ambang batas dukungan. Oleh karena itu, konsolidasi yang dilakukan Gerindra ini sangat rasional dari sisi elektoral," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Politik Nusantara, Ahmad Rifai, dalam keterangan terpisah.

Di tingkat legislatif, Partai Gerindra memiliki Fraksi dengan jumlah kursi signifikan di DPRD Jawa Tengah. Namun, untuk mengamankan tiket pengusungan dalam Pilgub Jateng, partai berlambang garuda tersebut masih membutuhkan dukungan dari partai-partai lain atau koalisi yang lebih luas. Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya belum mengambil keputusan final mengenai bentuk koalisi, namun proses komunikasi terus berlangsung.

"Kami masih menunggu hasil Rapat Koordinasi lebih lanjut dengan Dewan Pimpinan Pusat dan hasil Pleno pimpinan daerah. Semua akan disahkan melalui mekanisme partai yang berlaku sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga," jelas Sudaryono.

Sementara itu, Taj Yasin memberi isyarat bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan untuk kembali terlibat dalam kontestasi politik praktis asalkan ada kesepakatan yang menguntungkan bagi masyarakat Jawa Tengah. "Saya selalu terbuka. Yang terpenting adalah niat untuk memajukan daerah dan kesejahteraan rakyat, bukan semata-mata perebutan kekuasaan," tutupnya.

Pertemuan di Pondok Pesantren Al Anwar IV Sarang tersebut dihadiri sejumlah pengurus DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, perwakilan pengurus pondok pesantren, serta tokoh masyarakat setempat. Acara berlangsung tertutup dari media selama dua jam sebelum kedua tokoh tersebut memberikan keterangan singkat kepada awak pers.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User