Sep 01, 2026
Politik

Sjafrie: Penanganan Karhutla Butuh Gotong Royong Seluruh Rakyat

Menhan Sjafrie Sampaikan Strategi Penanganan Kebakaran HutanMenteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tidak dapat bergantung ...

Sjafrie: Penanganan Karhutla Butuh Gotong Royong Seluruh Rakyat

Menhan Sjafrie Sampaikan Strategi Penanganan Kebakaran Hutan

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tidak dapat bergantung pada satu pihak semata. Menurut Sjafrie, keberhasilan pemadaman karhutla sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie dalam kesempatan silaturahmi dengan masyarakat di Jakarta, Senin, 18 Agustus 2026.

Sjafrie menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengatasi karhutla, namun tanpa dukungan penuh dari rakyat, target pemadaman akan sulit tercapai secara optimal. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki tradisi gotong royong yang kuat dan nilai tersebut harus dioptimalkan dalam menghadapi bencana tahunan ini.

Pentingnya Kolaborasi Pentahelix dalam Penanganan Karhutla

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Bencana yang berlangsung di Jakarta, Sjafrie menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. Kolaborasi antar berbagai unsur tersebut menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

"Kami telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk kesiapan personel dan peralatan pemadaman," tegas Sjafrie dalam rapat tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk penambahan alat berat dan pembentukan posko-posko pemantauan di wilayah rawan karhutla.

Sjafrie menambahkan bahwa masyarakat memiliki peran krusial dalam deteksi dini dan pencegahan karhutla. Pelaporan segera oleh warga terhadap titik api atau aktivitas mencurigakan di kawasan hutan dapat mempercepat respons tim pemadaman dan mencegah penyebaran api yang lebih luas.

Target Pemadaman dan Langkah Preventif Tahun 2026

Berdasarkan data BNPB, wilayah Sumatera dan Kalimantan merupakan kawasan paling rawan karhutla pada periode kemarau tahun ini. Sjafrie menyatakan bahwa pemerintah menargetkan penurunan luasan lahan yang terbakar hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Target tersebut, menurut Sjafrie, hanya dapat direalisasikan apabila seluruh rakyat Indonesia berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan.

"Gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan nyata dalam penanganan karhutla. Setiap warga yang peduli terhadap lingkungannya sudah berkontribusi nyata bagi bangsa," jelas Sjafrie. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan secara sengaja, baik untuk kebutuhan pertanian maupun alasan lainnya, karena praktik tersebut menjadi salah satu penyebab utama karhutla di Indonesia.

Selain itu, Sjafrie menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai dampak karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Kabut asap yang ditimbulkan oleh karhutla tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga berdampak pada aktivitas penerbangan dan ekonomi nasional.

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan juga telah menyiapkan sistem peringatan dini berbasis teknologi untuk memantau titik panas di berbagai wilayah. Data tersebut akan dipantau secara real-time dan langsung ditindaklanjuti oleh tim reaksi cepat yang terdiri dari personel TNI dan sukarelawan masyarakat.

"Kami optimistis dengan dukungan seluruh rakyat Indonesia, target penanganan karhutla tahun ini dapat tercapai. Ini adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa dipikul oleh pemerintah sendirian," tutup Sjafrie.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User