Siti Khodijah Tercatat sebagai Warga Tertua Indonesia Berusia 120 Tahun
APABERITA — Siti Khodijah, seorang warga lanjut usia, tercatat sebagai orang tertua di Indonesia dengan usia yang kini genap 120 tahun. Perempuan yang akrab disapa Mbah Khodijah itu hingga saat ini ...
APABERITA — Siti Khodijah, seorang warga lanjut usia, tercatat sebagai orang tertua di Indonesia dengan usia yang kini genap 120 tahun. Perempuan yang akrab disapa Mbah Khodijah itu hingga saat ini masih tinggal bersama keluarga besarnya dan menjadi perhatian masyarakat setelah dokumen kependudukannya menunjukkan tahun kelahiran pada awal abad ke-20.
Berdasarkan data administrasi kependudukan, Siti Khodijah lahir puluhan tahun sebelum Indonesia merdeka. Ia menjadi saksi hidup perjalanan panjang bangsa, mulai dari masa pemerintahan kolonial, pendudukan Jepang, proklamasi kemerdekaan, hingga era reformasi. Kini, di usianya yang melampaui satu abad, ia hidup di tengah empat generasi keturunannya.
Dokumen Kependudukan Menjadi Dasar Verifikasi Usia
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat menyatakan bahwa data Siti Khodijah telah tercatat dalam sistem administrasi kependudukan nasional. Kartu tanda penduduk elektronik dan kartu keluarga atas namanya menunjukkan tahun kelahiran yang mengonfirmasi usianya mencapai 120 tahun.
"Berdasarkan data yang tercatat dalam sistem kependudukan, yang bersangkutan memang berusia 120 tahun. Dokumen kependudukannya lengkap dan sesuai dengan catatan administrasi yang kami miliki," menegaskan seorang pejabat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.
Verifikasi dokumen tersebut sekaligus menjawab keraguan yang kerap muncul terhadap klaim usia warga lanjut usia di Indonesia. Selama ini, sejumlah klaim usia tertua di Tanah Air terkendala minimnya catatan kelahiran, mengingat pencatatan sipil pada masa lampau belum tertata sebagaimana mestinya.
Kesaksian Keluarga tentang Kehidupan Sederhana
Keluarga besar Siti Khodijah menyatakan bahwa kunci panjang umur perempuan sepuh itu terletak pada pola hidup sederhana yang dijalaninya sejak muda. Ia terbiasa mengonsumsi makanan tradisional, seperti sayur-sayuran hasil kebun sendiri, serta menjalani keseharian tanpa beban pikiran berlebihan.
"Ibu hidupnya sederhana, makannya juga sederhana. Setiap hari rajin beribadah dan tidak pernah menyimpan dendam kepada siapa pun. Kami percaya itu yang membuat ibu diberi umur panjang," ujar Sartini, anak Siti Khodijah, di kediamannya.
Sartini menambahkan, ibunya kini dikelilingi anak, cucu, cicit, hingga canggah. Meski sebagian besar waktunya dihabiskan untuk beristirahat, Siti Khodijah sesekali masih berbincang dengan anggota keluarga dan mengingat peristiwa-peristiwa lampau yang pernah dialaminya.
Kondisi Kesehatan di Usia 120 Tahun
Di usia yang telah melampaui satu abad, kondisi fisik Siti Khodijah secara umum masih terbilang stabil untuk ukuran warga seusianya. Fungsi pendengaran dan penglihatannya memang telah menurun, tetapi ia masih mampu menyantap makanan secara mandiri dengan pendampingan keluarga.
Petugas kesehatan dari puskesmas setempat secara berkala mengunjungi kediamannya untuk memeriksa tekanan darah dan kondisi kesehatan umum. Layanan kesehatan bagi warga lanjut usia tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah dalam menjamin kesehatan kelompok rentan.
"Kondisinya stabil. Untuk usia 120 tahun, beliau tergolong sehat. Kami rutin melakukan pemantauan kesehatan dari rumah ke rumah bagi para lansia," kata seorang petugas kesehatan puskesmas setempat.
Potret Warga Lanjut Usia di Indonesia
Kisah Siti Khodijah menjadi potret kelompok lanjut usia di Indonesia yang jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia kini mencapai lebih dari 29 juta jiwa atau sekitar 11 persen dari total penduduk nasional.
Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga telah menetapkan sejumlah program perlindungan sosial bagi warga lanjut usia, mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga jaminan sosial. Pemerintah daerah juga didorong untuk menindaklanjuti pendataan warga lanjut usia agar seluruh program yang disalurkan tepat sasaran.
Bagi keluarga besar Siti Khodijah, kehadiran sang ibu sekaligus nenek buyut itu merupakan anugerah yang tak ternilai harganya. Mereka berharap perempuan tertua di Indonesia tersebut senantiasa diberikan kesehatan dan dapat terus menyaksikan tumbuh kembang generasi-generasi penerusnya.
Comments (0)