Siswa SDN Meruyung Depok Kembali Terima Makan Bergizi Gratis
DEPOK — Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, kembali menerima paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (13/7). Para guru membagikan ompreng b...
DEPOK — Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, kembali menerima paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (13/7). Para guru membagikan ompreng berisi makanan kepada seluruh siswa di lingkungan sekolah bertepatan dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar usai masa libur kenaikan kelas.
Para siswa tampak berbaris tertib menunggu giliran menerima ompreng dari guru kelas masing-masing. Sebagian siswa langsung menyantap hidangan di ruang kelas, sementara sebagian lain membawa pulang paket makanan sesuai ketentuan yang ditetapkan pihak sekolah.
Pembagian Berlangsung Tertib di Hari Pertama Sekolah
Pihak sekolah menyatakan pembagian MBG berjalan lancar tanpa kendala berarti. Setiap siswa menerima satu paket makanan yang disiapkan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani wilayah sekolah tersebut.
"Alhamdulillah, anak-anak kembali menerima makan bergizi pada hari pertama masuk sekolah. Pembagian kami atur per kelas agar tertib dan seluruh siswa terlayani tanpa terkecuali," ujar Kepala SDN Meruyung saat ditemui di sela pembagian.
Ia menambahkan, program tersebut memberikan dampak positif terhadap kesiapan belajar siswa. Menurutnya, para siswa tampak lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah menyantap makanan bergizi yang disediakan pemerintah.
Menu Disusun Berdasarkan Standar Gizi Seimbang
Paket MBG yang diterima siswa berisi menu dengan komposisi gizi seimbang, meliputi nasi, lauk pauk sumber protein hewani, sayuran, buah-buahan, serta susu pada jadwal tertentu. Nilai setiap porsi ditetapkan sebesar Rp10.000 sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa setiap menu disusun oleh tenaga ahli gizi di masing-masing SPPG dengan memperhatikan kandungan kalori, protein, serta kebutuhan gizi mikro anak usia sekolah. Pengolahan makanan juga diwajibkan memenuhi standar higiene dan keamanan pangan.
"Setiap paket dihitung kandungan gizinya oleh nutrisionis. Tujuannya bukan sekadar mengenyangkan, tetapi memenuhi kebutuhan gizi anak agar tumbuh kembangnya optimal," ujar Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dalam keterangannya.
Program Menyasar 82,9 Juta Penerima Manfaat
MBG merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan secara serentak pada 6 Januari 2025. Program ini menyasar anak usia sekolah mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Pemerintah menetapkan target 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Di Kota Depok, program ini telah menjangkau puluhan sekolah negeri maupun swasta. Pembagian dilakukan setiap hari sekolah dengan dukungan dapur SPPG yang tersebar di sejumlah kecamatan, termasuk wilayah Kecamatan Limo dan sekitarnya.
Sekolah Berharap Keberlanjutan Program
Pihak sekolah berharap program MBG terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak siswa. Sejumlah orang tua murid juga menyambut baik keberadaan program ini karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus meringankan pengeluaran rumah tangga.
"Kami berharap program ini berkesinambungan. Dampaknya nyata, anak-anak tidak lagi jajan sembarangan dan lebih fokus mengikuti pelajaran di kelas," kata salah seorang guru kelas di SDN Meruyung.
Sebelumnya, pembagian MBG sempat terhenti selama masa libur sekolah. Dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru, distribusi makanan kepada siswa dipastikan berjalan normal setiap hari sekolah.
Pemerintah menegaskan komitmennya menindaklanjuti perluasan program ini secara bertahap hingga seluruh sasaran terlayani. BGN juga terus menambah jumlah SPPG di berbagai daerah untuk memperkuat kapasitas produksi dan distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.
Comments (0)