Sekolah Rakyat 06 Jakarta Timur Diresmikan, Targetkan Pendidikan Inklusif

Deru mesin kendaraan yang melintas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, pagi itu seketika tenggelam oleh sorak-sorai ratusan anak dan orang tua. Mereka berk

Jul 13, 2026 - 20:37
0 0
Sekolah Rakyat 06 Jakarta Timur Diresmikan, Targetkan Pendidikan Inklusif

Deru mesin kendaraan yang melintas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, pagi itu seketika tenggelam oleh sorak-sorai ratusan anak dan orang tua. Mereka berkumpul di depan sebuah gedung bercat biru muda yang baru selesai direnovasi. Spanduk putih bertuliskan "Peresmian Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 06 Jakarta Timur" membentang di atas panggung kecil. Bukan sekadar seremoni biasa, peristiwa ini menandai babak baru bagi pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera di wilayah padat penduduk itu. SRMP 06 hadir sebagai jawaban atas kegelisahan warga yang selama ini tak mampu mengakses sekolah berkualitas.

Menjawab Kesenjangan Pendidikan di Pinggiran Ibu Kota

Kecamatan Ciracas dan sekitarnya dikenal sebagai kantong pemukiman kelas menengah ke bawah. Meski berdiri megah, banyak gedung sekolah negeri yang menetapkan biaya operasional tambahan di luar jangkauan warga. Data Dinas Pendidikan Jakarta Timur menunjukkan setidaknya 1.500 anak usia 13–15 tahun terpaksa putus sekolah karena kendala ekonomi. Sekolah Rakyat, sebuah program kolaborasi pemerintah kota dan yayasan Filantropi Nusantara, mencoba mengisi celah itu. SRMP 06 menjadi unit keenam yang beroperasi, setelah lima sekolah serupa di Jakarta Utara dan Barat berhasil menekan angka putus sekolah hingga 30 persen.

Kurikulum Adaptif Berbasis Komunitas

Tidak seperti sekolah formal pada umumnya, SRMP 06 mengusung kurikulum adaptif yang menggabungkan pelajaran akademik inti dengan keterampilan hidup. Selama enam hari belajar, siswa akan mendapat:

  • Pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA terapan;
  • Pelatihan vokasi seperti tata boga, menjahit, dan mekanik ringan;
  • Pendampingan psikososial untuk membangun kepercayaan diri.

Jam belajar juga fleksibel, mengakomodasi anak-anak yang masih harus membantu orang tua bekerja. "Kami paham tidak semua murid bisa datang pukul tujuh pagi. Ada yang harus menjaga adik, ada yang berjualan gorengan dulu. Maka kami buka kelas siang dan sore," jelas Kepala Sekolah Siti Nurhasanah.

"Kami tidak hanya mengajar anak-anak membaca dan berhitung, tapi juga membentuk karakter mereka. Sekolah ini milik rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat. Setiap senyum mereka adalah alasan kami terus berjuang," ujar Siti dengan suara bergetar saat wawancara usai peresmian.

Dukungan Penuh Pemerintah dan Filantropi

Peresmian ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Jakarta Timur yang menyatakan komitmen anggaran operasional selama dua tahun pertama. Pemerintah kota mengalokasikan Rp3,2 miliar untuk renovasi gedung, pengadaan buku, dan pelatihan guru. Sementara Yayasan Filantropi Nusantara menanggung biaya seragam, alat tulis, dan makan siang gratis bagi 500 siswa angkatan pertama. "Ini bukti gotong royong modern. CSR tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia," kata Ketua Yayasan, Andrianto Wibowo. Antusiasme warga terbukti dari membludaknya pendaftar—1.200 anak berebut 500 kursi, memaksa panitia melakukan seleksi berbasis kondisi ekonomi dan tempat tinggal.

Harapan Baru untuk Masa Depan Anak Jalanan

Di sudut halaman, seorang ibu paruh baya menangis haru. Putra bungsunya, Rizki (14), diterima di SRMP 06 setelah setahun lebih menjadi pengamen. "Dulu saya pasrah dia putus sekolah. Sekarang ada harapan jadi orang pintar," bisiknya. Cerita serupa muncul dari banyak keluarga. SRMP 06 memang dirancang untuk menyasar anak-anak yang selama ini luput dari radar—anak jalanan, pekerja anak, dan mereka yang tinggal di kolong jembatan. Pendekatan humanis tanpa stigma menjadikan sekolah ini lebih dari sekadar lembaga pendidikan; ia adalah rumah kedua yang merangkul tanpa syarat. Ke depan, SRMP 06 menargetkan program beasiswa lanjutan ke SMK atau pesantren bagi lulusan terbaiknya. Komunitas berharap model ini direplikasi di seluruh Nusantara. Sebab pendidikan bukan cuma tentang angka kelulusan, melainkan tentang memutus rantai kemiskinan yang telah mengakar.

[SOCIAL_TWEET]: Sekolah Rakyat 06 resmi beroperasi di Jakarta Timur! 🎒 500 anak dari keluarga prasejahtera kini punya akses pendidikan gratis. Harapan baru bagi mereka yang selama ini terpinggirkan. #PendidikanUntukSemua #JakartaTimur #SekolahRakyat[SOCIAL_TG]: 🏫 Sekolah Rakyat 06 Jakarta Timur resmi beroperasi! 500 anak dari keluarga kurang mampu dapat akses pendidikan gratis plus pelatihan vokasi. Semoga makin banyak yang terbantu! 💙

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User