Sekjen ATSI Sebut iPhone Air Berdampak pada Jaringan Operator
Jakarta — Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O Baasir menyatakan bahwa kehadiran iPhone Air, model i
Jakarta — Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O Baasir menyatakan bahwa kehadiran iPhone Air, model iPhone paling tipis yang pernah dibuat Apple, akan memberikan dampak signifikan terhadap pola konsumsi data dan strategi operator seluler di Tanah Air. Pernyataan itu disampaikan Marwan saat ditemui di sela-sela kegiatan di Jakarta, Kamis (8/9/2022), hanya sehari setelah Apple mengumumkan jajaran produk terbarunya.
Dalam pertemuan informal tersebut, Marwan menegaskan bahwa ATSI telah mengamati tren perangkat seluler yang semakin tipis dan ringan, termasuk di antaranya rumor mengenai iPhone Air yang belakangan ramai diperbincangkan. "Kami melihat adanya pergeseran desain yang cukup ekstrem. Perangkat yang makin tipis tentu membawa konsekuensi pada kapasitas baterai dan perilaku pengguna. Ini yang sedang kami kaji dampaknya terhadap beban trafik jaringan," ujarnya.
"Kami melihat adanya pergeseran desain yang cukup ekstrem. Perangkat yang makin tipis tentu membawa konsekuensi pada kapasitas baterai dan perilaku pengguna."
Perangkat Tipis, Baterai Kecil, Trafik Berubah
Menurut Marwan, iPhone Air diprediksi akan hadir dengan ketebalan di bawah 7 milimeter, menjadikannya salah satu ponsel pintar tertipis di pasaran. Namun, desain ramping itu umumnya menuntut pengorbanan pada kapasitas baterai. “Dengan baterai yang lebih kecil, pengguna kemungkinan akan lebih sering mengisi daya, dan pada saat pengisian itulah banyak yang beralih ke akses Wi-Fi daripada jaringan seluler. Ini bisa mengubah distribusi trafik data secara keseluruhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, operator seluler harus mulai mengantisipasi pergeseran titik-titik konsumsi data. Jika sebelumnya trafik seluler mendominasi, kehadiran perangkat seperti iPhone Air dapat mendorong peningkatan trafik di area publik seperti kafe, restoran, dan ruang tunggu yang menyediakan layanan Wi-Fi gratis. “Bisa jadi operator perlu menyesuaikan penempatan kapasitas, termasuk di titik-titik yang sebelumnya tidak menjadi prioritas,” lanjut Marwan.
Antisipasi Regulasi TKDN
Selain isu teknis, Marwan juga menyinggung regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang kerap menjadi kendala saat perangkat Apple diperkenalkan ke pasar Indonesia. Meski iPhone Air belum memiliki jadwal resmi perilisannya, ATSI mengingatkan agar Apple tetap mematuhi aturan TKDN yang berlaku. “Kami tidak ingin perangkat asing masuk tanpa memberikan kontribusi pada ekosistem dalam negeri. Aturan TKDN harus tetap menjadi acuan,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai potensi peluncuran iPhone Air di Indonesia, Marwan menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada komunikasi resmi dari Apple kepada operator rekanan di Indonesia. “Kami baru sebatas membaca rumor dan spekulasi di media internasional. Jika benar akan dirilis, operator tentu akan menyambut dengan catatan seluruh regulasi terpenuhi,” ujarnya.
Kesiapan Jaringan Menyambut Tren Baru
Marwan juga mengungkapkan, dari sisi infrastruktur, operator di Indonesia saat ini sedang dalam fase akselerasi perluasan jaringan 5G. Meskipun iPhone Air dirumorkan masih akan menggunakan chipset yang kompatibel dengan 5G, kehadirannya dinilai tidak akan secara drastis mengubah peta adopsi 5G di Indonesia. “Pasar Indonesia masih didominasi perangkat 4G. Kami lebih fokus pada peningkatan kualitas layanan secara merata, bukan mengejar perangkat tertentu saja,” kata Marwan.
Namun demikian, ia tidak menampik bahwa kehadiran produk ikonik seperti iPhone Air dapat menjadi katalis bagi geliat pasar ponsel premium di Indonesia. Data internal ATSI menunjukkan bahwa penetrasi ponsel premium di Indonesia berkisar 10–12 persen dari total pengguna seluler, dengan pertumbuhan sekitar 5 persen per tahun. “Segmen menengah ke atas adalah early adopter yang sangat sensitif terhadap inovasi. Kehadiran iPhone Air bisa mempercepat siklus penggantian perangkat di segmen tersebut,” jelasnya.
Kolaborasi Diperlukan untuk Ekosistem Berkelanjutan
Mengakhiri perbincangan, Marwan menekankan pentingnya kolaborasi antara vendor perangkat, operator, dan regulator untuk menciptakan ekosistem telekomunikasi yang berkelanjutan. “Kami ingin setiap inovasi perangkat tidak hanya memanjakan konsumen dari sisi desain, tetapi juga memperhitungkan dampaknya terhadap jaringan dan lingkungan. Operastor tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” pungkasnya.
Dengan semakin derasnya rumor mengenai iPhone Air, publik pun menanti langkah resmi Apple berikutnya. Apakah model tertipis ini akan benar-benar menjadi kenyataan dan bagaimana respons pasar Indonesia terhadapnya? Waktu yang akan menjawab.
[SOCIAL_TWEET]: Sekjen ATSI Marwan O Baasir angkat bicara soal rumor #iPhoneAir. Desain super tipis bisa ubah pola trafik operator seluler. Simak analisisnya. 📱📡 #Telekomunikasi #Apple[SOCIAL_TG]: 🔍 Sekjen ATSI: iPhone Air yang super tipis bisa mengubah perilaku pengguna data seluler di Indonesia. Operator diminta antisipasi pergeseran trafik ke Wi-Fi. #iPhoneAir #Telekomunikasi
Comments (0)