Scaloni Pastikan Messi Tetap Algojo Penalti Argentina

Buenos Aires — Pelatih kepala Tim Nasional Argentina, Lionel Scaloni, secara tegas menyatakan bahwa Lionel Messi akan tetap menjadi eksekutor penalti utama bagi La Albiceleste sepanjang perjalanan m...

Buenos Aires — Pelatih kepala Tim Nasional Argentina, Lionel Scaloni, secara tegas menyatakan bahwa Lionel Messi akan tetap menjadi eksekutor penalti utama bagi La Albiceleste sepanjang perjalanan menuju dan dalam putaran final Piala Dunia 2026. Keputusan itu disampaikan dalam konferensi pers menjelang laga krusial kontra Swiss di babak perempat final yang akan digelar akhir pekan ini.

Dalam keterangannya kepada awak media di kompleks latihan AFA di Ezeiza, Scaloni menampik segala spekulasi yang menyebutkan adanya perubahan hierarki pengambil tendangan 12 pas. "Tidak ada keraguan sedikit pun. Leo adalah penendang penalti pertama kami. Pengalaman dan ketenangannya di momen-momen kritis tidak tergantikan," ujar Scaloni pada Kamis (13/6).

Penegasan Langsung dari Scaloni

Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah pengamat mempertanyakan efektivitas Messi dari titik putih dalam beberapa laga terakhir. Namun, Scaloni menegaskan bahwa evaluasi tim pelatih tidak didasarkan pada satu atau dua insiden semata. "Kami menganalisis semua aspek secara menyeluruh. Data menunjukkan bahwa tingkat konversi penalti Messi tetap berada di atas rata-rata pemain elite dunia. Kepercayaan kami kepadanya bersifat mutlak," tambah pelatih berusia 46 tahun itu.

Berdasarkan catatan statistik internal federasi, Messi telah mengeksekusi 24 penalti untuk tim nasional sejak Scaloni menangani tim pada 2018, dengan tingkat keberhasilan mencapai 83 persen. Angka itu dianggap sangat kompetitif, terutama jika dibandingkan dengan eksekutor-eksekutor utama dari negara-negara unggulan lainnya.

Dukungan Penuh dari Skuad

Keputusan Scaloni juga mendapatkan dukungan penuh dari para pemain senior di ruang ganti. Kapten kedua tim, Angel Di Maria, dalam sesi wawancara terpisah, menyebut bahwa tidak ada perdebatan internal mengenai siapa yang seharusnya mengambil penalti. "Leo adalah pemimpin kami. Setiap kali dia berdiri di depan bola, kami semua yakin gol akan tercipta. Tidak ada yang berubah," kata Di Maria.

Hal senada diungkapkan oleh gelandang serang Rodrigo De Paul yang menyebut kehadiran Messi di titik penalti memberikan efek psikologis tersendiri bagi lawan. "Penjaga gawang tahu siapa yang mereka hadapi. Tekanan itu selalu ada, bahkan sebelum Leo menyentuh bola," jelasnya.

Persiapan Khusus dan Protokol Baku

Untuk memastikan kesiapan maksimal, Scaloni mengungkapkan bahwa sesi latihan penalti tetap menjadi bagian rutin dalam program tim. Tidak hanya Messi, sejumlah pemain lain seperti Lautaro Martinez dan Julian Alvarez juga diasah kemampuannya sebagai antisipasi adu penalti. Namun, hierarki tetap tidak berubah selama Messi berada di lapangan.

"Kami sudah memiliki protokol yang jelas. Jika terjadi pelanggaran di kotak terlarang dan Leo ada di sana, dialah yang akan mengeksekusi. Apabila situasi mengharuskan penggantian karena ia tidak berada di lapangan, kami telah menetapkan urutan kedua dan ketiga berdasarkan kondisi pertandingan," papar Scaloni merujuk pada dokumen teknis yang telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Pelatih pada awal pekan ini.

Protokol tertulis tersebut, menurut sumber internal, menempatkan Lautaro Martinez dan Leandro Paredes sebagai opsi cadangan utama. Keduanya dipilih berdasarkan riwayat ketepatan penalti di level klub dan ketahanan mental yang teruji.

Konteks Laga Melawan Swiss

Laga perempat final melawan Swiss dihelat di Stadion Monumental pada Sabtu (15/6) pukul 20.00 waktu setempat. Pertandingan ini menjadi sangat krusial karena mempertemukan dua tim dengan rekor pertahanan terbaik di turnamen. Swiss, di bawah asuhan Murat Yakin, belum kebobolan dalam tiga laga terakhir dan memiliki kiper berpengalaman Yann Sommer yang dikenal sebagai spesialis penghenti penalti.

Meski demikian, Scaloni tidak khawatir. "Kami tahu kemampuan Sommer. Tapi kami juga punya pemain terbaik dalam membaca gerakan kiper. Ketepatan dan variasi tendangan Leo membuatnya sulit ditebak," tegas Scaloni.

Analisis tim pelatih menunjukkan bahwa Messi cenderung menunggu pergerakan kiper sebelum menentukan arah bola, sebuah teknik yang jarang dikuasai oleh pemain lain. Dalam simulasi yang dilakukan menjelang laga, penalti-penalti Messi berhasil menembus gawang dalam 9 dari 10 percobaan, meskipun pelatih kiper telah memberikan data arah tendangan kepada penjaga gawang cadangan.

Rekam Jejak dan Target Pribadi

Bagi Messi, penalti bukan sekadar soal teknis tetapi juga bagian dari tanggung jawab kepemimpinan. Dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, ia tercatat sukses mengeksekusi tiga dari empat penalti, termasuk gol krusial di final Qatar 2022 melawan Prancis. Satu-satunya kegagalan terjadi di fase grup Piala Dunia 2018, sebuah kenangan yang justru menjadi pemicu baginya untuk terus menyempurnakan teknik.

Dengan Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Messi dikabarkan memiliki target personal untuk mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina di ajang tersebut. Saat ini, ia telah mengoleksi 13 gol di putaran final Piala Dunia, hanya berjarak satu gol dari rekor legenda Gabriel Batistuta.

"Setiap pertandingan adalah bagian dari perjalanan itu. Kepercayaan pelatih dan rekan-rekan membuat saya merasa nyaman. Penalti hanyalah salah satu cara untuk membantu tim, dan saya akan terus melakukannya sebaik mungkin," ujar Messi dalam sesi tanya jawab singkat usai latihan.

Keputusan Scaloni ini sekaligus menepis rumor yang berkembang di media Eropa bahwa pelatih asal Argentina itu tengah mempertimbangkan untuk merotasi tugas penalti guna mengurangi beban kaptennya. Dengan penegasan ini, seluruh elemen tim tampak solid dan fokus menyongsong pertandingan yang diprediksi akan berlangsung ketat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User