Satria Muda Akhiri Kerjasama dengan Pelatih Djordje Jovicic
JAKARTA — Satria Muda Pertamina Jakarta secara resmi mengakhiri hubungan kerja dengan pelatih kepala Djordje Jovicic, menyusul kegagalan tim meraih gelar j
JAKARTA — Satria Muda Pertamina Jakarta secara resmi mengakhiri hubungan kerja dengan pelatih kepala Djordje Jovicic, menyusul kegagalan tim meraih gelar juara pada gelaran Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Keputusan ini diumumkan manajemen klub melalui pernyataan resmi pada Senin (11/5/2026).
Jovicic, pelatih asal Serbia yang mulai menukangi Satria Muda sejak awal musim IBL 2025, hanya mampu membawa tim kebanggaan Jakarta itu finis di peringkat keempat klasemen akhir—sebuah pencapaian yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi manajemen dan para pendukung setia klub.
"Kami menghormati dedikasi dan profesionalisme yang telah ditunjukkan Coach Djordje selama satu setengah musim terakhir. Namun, setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim, kami sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini," ujar Manajer Tim Satria Muda, Andika Supriadi, dalam jumpa pers virtual.
Di bawah asuhan Jovicic, Satria Muda mencatatkan rekor 18 kemenangan dan 12 kekalahan pada musim reguler IBL 2026—statistik yang menempatkan mereka di luar tiga besar untuk pertama kalinya dalam lima musim terakhir. Tim kemudian tersingkir di babak semifinal setelah dikalahkan Pelita Jaya Bakrie dengan agregat 2-1 dalam seri best-of-three.
Jejak Karier dan Statistik Jovicic
Jovicic bergabung dengan Satria Muda pada Januari 2025 dengan kontrak dua tahun, menggantikan pelatih sebelumnya, Youbel Sondakh. Ia membawa pengalaman luas melatih di kancah Eropa, termasuk pernah menangani tim-tim di Liga Serbia dan ABA League. Selama 18 bulan kepemimpinannya, Satria Muda mencatatkan persentase kemenangan 62%—angka yang sebenarnya kompetitif, namun tidak cukup untuk klub yang terbiasa meraih trofi.
Total, Jovicic memimpin tim dalam 54 pertandingan resmi dengan rincian 33 kemenangan dan 21 kekalahan. Musim 2025 menjadi puncak performa tim di bawah arahannya ketika mencapai final IBL sebelum akhirnya takluk dari Dewa United.
Langkah Selanjutnya
Manajemen Satria Muda menyatakan telah mengantongi beberapa nama kandidat pengganti. Proses seleksi akan dilakukan dalam dua pekan ke depan, dengan prioritas pada pelatih yang memahami karakter bola basket Indonesia dan memiliki rekam jejak juara.
"Kami menargetkan penunjukan pelatih baru sebelum dimulainya program latihan pramusim pada Juli 2026. Filosofi permainan cepat dan pertahanan agresif tetap menjadi identitas kami," tambah Andika.
Sementara itu, Jovicic melalui akun media sosial pribadinya menyampaikan rasa terima kasih kepada manajemen, pemain, dan suporter yang telah mendukungnya selama di Indonesia. Ia tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan karier di Asia Tenggara.
Berikut adalah fakta-fakta kunci dari berakhirnya era Jovicic di Satria Muda:
- Jovicic menangani Satria Muda dalam 54 pertandingan dengan persentase kemenangan 62%.
- Satria Muda finis keempat IBL 2026—posisi terburuk klub dalam lima musim terakhir.
- Kontrak Jovicic diputus lebih awal dari kesepakatan semula yang berlaku hingga akhir 2027.
Comments (0)