Sep 19, 2026
Hukum

PYONGYANG — Pejabat Tinggi Korea Utara Ziarahi Makam Pendiri Negara

Jajaran pejabat senior Partai Buruh dan pemerintah Korea Utara berkumpul di Pyongyang untuk memberikan penghormatan resmi kepada mendiang mantan pemimpin n

PYONGYANG — Pejabat Tinggi Korea Utara Ziarahi Makam Pendiri Negara

Jajaran pejabat senior Partai Buruh dan pemerintah Korea Utara berkumpul di Pyongyang untuk memberikan penghormatan resmi kepada mendiang mantan pemimpin negara, Kim Il-sung dan Kim Jong-il. Ziarah keagungan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Landasan Republik yang ke-76 pada tanggal 9 September, sebuah momen penting dalam kalender politik negara terisolasi tersebut.

Para elit politik dan militer mendatangi Istana Matahari Kumsusan, tempat persemayaman jenazah yang diawetkan dari dua pemimpin terdahulu. Langkah ini menegaskan kembali loyalitas mutlak jajaran pimpinan rezim terhadap garis keturunan dinasti Kim yang kini dipimpin oleh Kim Jong-un, sekaligus memperkuat legitimasi kekuasaan di tengah berbagai tantangan eksternal.

Kronologi dan Urutan Ritual Peringatan HUT DPRK

Peringatan hari jadi berdirinya Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) diawali dengan serangkaian acara formal yang ketat. Prosesi penghormatan di Istana Matahari Kumsusan berlangsung dengan tertib sesuai dengan protokol kenegaraan yang berlaku di Pyongyang.

  1. Pemberian Karangan Bunga: Delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Kim Tok-hun dan Ketua Komite Tetap Majelis Rakyat Tertinggi Choe Ryong-hae meletakkan karangan bunga atas nama Komite Sentral Partai Buruh Korea.
  2. Hormat Khusus di Depan Patung Pemimpin: Seluruh kader senior menundukkan kepala secara khidmat di depan patung perunggu Kim Il-sung dan Kim Jong-il untuk menyatakan kesetiaan mereka kepada ideologi Juche.
  3. Kunjungan ke Ruang Persemayaman: Para pejabat memasuki aula tempat jenazah para mantan pemimpin disemayamkan untuk memberikan penghormatan tertinggi secara langsung.
  4. Rapat Raksasa dan Pidato Kenegaraan: Acara dilanjutkan dengan pertemuan nasional di mana para pejabat menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat pertahanan nasional dan pembangunan ekonomi.

Analisis: Simbolisme Ideologi di Tengah Tantangan Ekonomi

Tradisi ziarah tahunan ini bukan sekadar seremonial rutin, melainkan instrumen politik yang sangat penting bagi Pyongyang. Peringatan ke-76 ini berlangsung pada situasi geopolitik yang dinamis, di mana Korea Utara terus mempererat hubungan diplomasi dengan Rusia sambil mempertahankan sikap konfrontatif terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Menurut analis politik Asia Timur, konsolidasi internal menjadi fokus utama rezim saat ini. Pemimpin tertinggi Kim Jong-un memanfaatkan momentum sejarah untuk menjaga solidaritas di tingkat atas pemerintahan, terutama ketika negara menghadapi dampak bencana alam baru-baru ini di wilayah utara serta sanksi ekonomi internasional yang berkepanjangan.

"Penghormatan di Istana Kumsusan adalah ritual legitimasi utama di Korea Utara. Ini mengirimkan sinyal kepada publik domestik dan pengamat luar negeri bahwa stabilitas politik negara tetap solid dan tidak tergoyahkan oleh tekanan dari luar," ungkap Dr. Ahn Chan-il, seorang peneliti senior studi Korea Utara.

Untuk memberikan gambaran mengenai dinamika peringatan hari jadi negara dalam beberapa tahun terakhir, berikut perbandingan fokus utama perayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah Korea Utara:

Tahun Peringatan Fokus Utama Perayaan Bentuk Acara Utama
2022 (Ke-74) Penguatan Doktrin Nuklir & Hukum Pertahanan Sidang Majelis Rakyat Tertinggi & Konser Musik Kenegaraan
2023 (Ke-75) Diplomasi Paramiliter & Aliansi Luar Negeri Parade Militer Sipil (Paramilitary Parade) & Kehadiran Delegasi Rusia/Tiongkok
2024 (Ke-76) Konsolidasi Ideologi & Pemulihan Pasca-Bencana Ziarah Resmi Istana Kumsusan & Pertemuan Kader Senior Partai

Melalui kombinasi ritual penghormatan historis dan penekanan pada ketahanan nasional, pemerintah Korea Utara menegaskan tekadnya untuk terus melanjutkan arah kebijakan politik dan militernya saat ini. Peringatan 9 September tahun ini kembali membuktikan bahwa warisan ideologis masa lalu tetap menjadi fondasi utama navigasi politik Pyongyang di masa kini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User