Sep 16, 2026
Hukum

Putra Imran Khan Tuding Panglima Militer Pakistan Lakukan Balas Dendam

Dua putra mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan melontarkan tuduhan serius terhadap kepemimpinan militer negara tersebut. Kasim Khan (27) dan Sulaiman

Putra Imran Khan Tuding Panglima Militer Pakistan Lakukan Balas Dendam

Dua putra mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan melontarkan tuduhan serius terhadap kepemimpinan militer negara tersebut. Kasim Khan (27) dan Sulaiman Khan (29) menuding Panglima Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, menjalankan agenda balas dendam pribadi yang berpotensi membahayakan nyawa ayah mereka yang kini mendekam di balik jeruji besi.

Keluarga meyakini bahwa mantan pemimpin karismatik berusia 72 tahun tersebut tengah "dibunuh secara perlahan" melalui perlakuan keras dan isolasi ketat di Penjara Adiala, Rawalpindi. Kekhawatiran ini disuarakan seiring meningkatnya tekanan komunitas internasional terkait kondisi penahanan sang tokoh oposisi.

"Kami melihat perlakuan yang dialami ayah kami bukan lagi sekadar proses hukum, melainkan upaya sistematis bermotif dendam pribadi yang didorong oleh pucuk pimpinan militer," ungkap Kasim Khan dalam wawancaranya kepada media.

Kronologi Krisis dan Penahanan Imran Khan

Perseteruan antara Imran Khan dan institusi militer Pakistan telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, memicu gejolak politik berkepanjangan di negara bersenjata nuklir tersebut. Berikut adalah garis waktu eskalasi kasus yang menjeratnya:

  1. April 2022: Imran Khan digulingkan dari kursi perdana menteri melalui mosi tidak percaya di parlemen setelah berselisih secara terbuka dengan petinggi militer.
  2. Mei–Agustus 2023: Gelombang penangkapan terjadi di tengah tuduhan korupsi, yang memicu kerusuhan massal pendukung partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) di berbagai kota besar.
  3. Januari 2024: Menjelang pemilu nasional, pengadilan menjatuhkan rentetan vonis kepada Imran Khan, termasuk hukuman 14 tahun penjara atas dakwaan kasus korupsi dan penjualan hadiah negara (Toshakhana).
  4. 2024–Sekarang: Imran Khan tetap ditahan di Penjara Adiala dengan pembatasan akses kunjungan keluarga, pengacara, serta fasilitas medis independen.

Sorotan atas Kondisi Penjara dan Desakan Global

Sulaiman dan Kasim Khan, yang menetap di London bersama ibu mereka, Jemima Goldsmith, kini tampil ke garis depan memimpin advokasi global untuk menuntut keadilan bagi ayah mereka. Mereka menyoroti sejumlah poin krusial mengenai dugaan pelanggaran hak asasi selama masa penahanan:

  • Isolasi Ekstrem: Pembatasan interaksi dengan dunia luar dan dugaan penolakan fasilitas dasar yang layak bagi tahanan politik seusianya.
  • Intervensi Politik dalam Yudisial: Dugaan bahwa persidangan dilakukan secara tergesa-gesa tanpa transparansi hukum yang memadai.
  • Kekhawatiran Kesehatan: Tidak adanya pemeriksaan berkala dari tim medis independen tepercaya di tengah laporan penurunan kondisi fisik.

Pemerintah dan militer Pakistan berulang kali membantah tuduhan adanya perlakuan buruk atau intervensi politik terhadap proses hukum Imran Khan. Mereka menegaskan bahwa seluruh proses peradilan berjalan secara independen sesuai undang-undang yang berlaku. Namun, kampanye yang digalang oleh keluarga mantan perdana menteri ini terus memicu perhatian tajam dari organisasi hak asasi manusia serta parlemen internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User