Oct 10, 2026
Politik

Psikolog Sarankan Overthinking Berat Segera Dikonsultasikan ke Tenaga Profesional

JAKARTA — Kalangan psikolog klinis menyarankan setiap individu yang mengalami kecenderungan berpikir berlebihan atau overthinking hingga mengganggu aktivitas harian untuk segera berkonsultasi kepada...

Psikolog Sarankan Overthinking Berat Segera Dikonsultasikan ke Tenaga Profesional

JAKARTA — Kalangan psikolog klinis menyarankan setiap individu yang mengalami kecenderungan berpikir berlebihan atau overthinking hingga mengganggu aktivitas harian untuk segera berkonsultasi kepada tenaga profesional. Anjuran tersebut disampaikan menyusul meningkatnya keluhan kesehatan mental di masyarakat perkotaan, terutama yang berkaitan dengan pola pikir repetitif dan sulit dikendalikan.

Menurut penjelasan psikolog klinis dewasa, overthinking yang telah berdampak pada terganggunya rutinitas sehari-hari bukan lagi persoalan biasa. Kondisi itu disebut perlu mendapat penanganan tepat, baik melalui konseling psikologis maupun intervensi klinis, agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Overthinking Bukan Sekadar Kebiasaan Berpikir

Dalam keterangannya, psikolog menegaskan bahwa overthinking tidak dapat disamakan dengan kebiasaan berpikir keras dalam menyelesaikan pekerjaan atau mengambil keputusan. Berpikir berlebihan yang dimaksud adalah pola pikir yang berulang, berputar-putar, dan cenderung menghasilkan kecemasan tanpa jalan keluar.

Gejala ini, meskipun bukan tergolong gangguan mental tersendiri, dapat menjadi penanda awal berbagai kondisi psikologis seperti gangguan kecemasan maupun depresi. Karena itu, kata psikolog, individu yang merasa pikirannya terus menerus dipenuhi kekhawatiran perlu segera memeriksakan diri.

"Kalau overthinking sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, itu sudah perlu dikonsultasikan," ujar psikolog klinis dewasa dalam keterangan resminya di Jakarta.

Ia menyatakan bahwa banyak orang masih menganggap remeh keluhan tersebut. Padahal, berdasarkan pengalaman praktik, pasien yang datang terlambat umumnya mengalami penurunan kualitas hidup, mulai dari sulit tidur, menurunnya produktivitas kerja, hingga terganggunya hubungan sosial dengan keluarga dan rekan kerja.

Dampak pada Rutinitas dan Produktivitas

Lebih lanjut, psikolog menjelaskan bahwa overthinking dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Penderita kerap kesulitan berkonsentrasi, mudah lelah secara mental, dan kehilangan minat terhadap kegiatan yang sebelumnya disukai. Kondisi itu, jika dibiarkan, berpotensi memperburuk kesehatan fisik.

Ia menuturkan bahwa keluhan somatik seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, dan ketegangan otot sering menyertai penderita overthinking. Gejala fisik tersebut muncul akibat tubuh terus berada dalam kondisi waspada berlebihan karena pikiran yang tidak tenang.

Dari sisi produktivitas, dampaknya juga signifikan. Seseorang yang terus menerus terjebak dalam pikirannya cenderung menunda pekerjaan, sulit mengambil keputusan, dan mudah kehilangan fokus. Hal ini, menurut psikolog, pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja di tempat kerja maupun di lingkungan pendidikan.

Langkah Konsultasi dan Penanganan Profesional

Psikolog menganjurkan agar individu yang mengalami gejala tersebut tidak ragu mencari bantuan. Konsultasi dapat dilakukan kepada psikolog klinis, psikiater, maupun layanan konseling yang tersedia di fasilitas kesehatan. Semakin dini penanganan dilakukan, semakin besar peluang pemulihan.

Ia menambahkan bahwa penanganan overthinking umumnya bersifat holistik. Terapi kognitif perilaku, latihan pengelolaan kecemasan, serta perubahan gaya hidup seperti tidur cukup, olahraga teratur, dan pembatasan konsumsi informasi berlebihan menjadi bagian dari upaya pemulihan.

Selain itu, dukungan lingkungan terdekat dinilai penting. Keluarga dan sahabat diharapkan tidak mengabaikan keluhan orang di sekitarnya, melainkan mendorong mereka untuk mendapatkan pertolongan profesional. Pendekatan yang suportif, kata psikolog, membantu proses terapi berjalan lebih efektif.

Ia juga mengingatkan bahwa kesehatan mental merupakan bagian tak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Berdasarkan sejumlah kajian, penanganan yang tepat dan tepat waktu dapat mencegah komplikasi lebih lanjut serta meningkatkan kualitas hidup penderita secara signifikan.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, psikolog berharap masyarakat tidak lagi memandang konsultasi psikologis sebagai hal tabu. Menurutnya, mencari bantuan profesional adalah langkah bertanggung jawab, bukan tanda kelemahan, demi terwujudnya kehidupan yang lebih sehat dan seimbang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User