Sep 16, 2026
Nasional

Proyek MRT Jakarta Fase 2A Dikebut Menuju Monas-Kota

JAKARTA — PT MRT Jakarta (Perseroda) terus memacu percepatan pengerjaan proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga kawasa

Proyek MRT Jakarta Fase 2A Dikebut Menuju Monas-Kota

JAKARTA — PT MRT Jakarta (Perseroda) terus memacu percepatan pengerjaan proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga kawasan Kota Tua. Aktivitas konstruksi intensif terlihat di area Stasiun MRT Monas dan sejumlah titik strategis lainnya guna memastikan jalur angkutan cepat massal bawah tanah ini dapat beroperasi sesuai target.

Fase 2A merupakan kelanjutan koridor utama Utara-Selatan dengan total lintasan sepanjang 5,8 kilometer. Seluruh jalur pada fase ini dibangun di bawah permukaan tanah (underground) dan mencakup pembangunan tujuh stasiun, yakni Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Tahapan Pengerjaan dan Konstruksi Stasiun Bawah Tanah

Pembangunan Fase 2A terbagi ke dalam tiga paket kontrak konstruksi sipil utama, dengan progres signifikan yang terus dicatat di lapangan:

  1. Paket Kontrak CP 201 (Bundaran HI – Harmoni): Meliputi pembangunan terowongan dan dua stasiun bawah tanah, yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas. Pengerjaan struktur sipil, pengecoran dinding diafragma, hingga instalasi jalur rel (track work) menunjukkan deviasi positif.
  2. Paket Kontrak CP 202 (Harmoni – Mangga Besar): Mencakup pembangunan tiga stasiun bertingkat empat (four-level underground stations), yaitu Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, yang menuntut teknik rekayasa tanah presisi tinggi.
  3. Paket Kontrak CP 203 (Mangga Besar – Kota): Meliputi terowongan menuju kawasan bersejarah Kota Tua serta pembangunan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota.
"Pembangunan Fase 2A menuntut ketelitian ekstra karena melintasi kawasan cagar budaya dan infrastruktur vital ibu kota. Kami berkomitmen menjaga standar keselamatan tertinggi sembari menjaga ritme pengerjaan tetap sesuai linimasa," ujar perwakilan manajemen MRT Jakarta.

Tantangan Teknis dan Pelestarian Kawasan Cagar Budaya

Konstruksi MRT Fase 2A menghadapi tantangan geografis dan historis yang unik. Area pembangunan melewati lapisan tanah lunak di Jakarta Pusat hingga Utara serta berdekatan dengan kanal-kanal tua peninggalan era kolonial.

  • Penerapan Mesin Bor Terowongan (TBM): Pengoperasian Tunnel Boring Machine dilakukan dengan pemantauan getaran ketat agar tidak mengganggu stabilitas gedung-gedung cagar budaya di sekitar koridor Monas hingga Kota.
  • Ekskavasi Arkeologi: Penemuan artefak dan struktur kuno selama penggalian ditangani bersama tim ahli cagar budaya untuk didokumentasikan serta dipreservasi.
  • Manajemen Rekayasa Lalu Lintas: Penyesuaian rekayasa jalan terus dievaluasi secara berkala guna meminimalkan dampak kemacetan di sepanjang koridor Jalan M.H. Thamrin hingga Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk.

Target Pengoperasian Bertahap Koridor Bundaran HI-Kota

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Perhubungan menargetkan pengoperasian Fase 2A dilakukan secara bertahap. Segmen pertama, yakni Bundaran HI menuju Monas, ditargetkan rampung dan siap uji coba lebih awal sebelum keseluruhan koridor hingga Stasiun Kota tersambung penuh.

Kehadiran Fase 2A diharapkan mampu melipatgandakan daya angkut penumpang harian MRT Jakarta sekaligus memperkuat integrasi antarmoda transportasi umum di ibu kota, seperti Transjakarta dan KRL Commuter Line.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User