Presiden Venezuela Bantah Lambat Tangani Gempa

Karacas, Apaberita.com – Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, membantah keras tuduhan bahwa pemerintahannya lambat menangani bencana dua gempa besar yang mengguncang sejumlah wilayah di

Jul 06, 2026 - 13:05
0 0
Presiden Venezuela Bantah Lambat Tangani Gempa

Karacas, Apaberita.com – Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, membantah keras tuduhan bahwa pemerintahannya lambat menangani bencana dua gempa besar yang mengguncang sejumlah wilayah di negara kaya sumber daya minyak tersebut. Dalam keterangan pers kepada jurnalis asing, sepekan pasca-bencana, Rodríguez menegaskan bahwa respons pemerintah dilakukan seketika tanpa penundaan berarti.

“Kami tidak menunggu satu hari, dua hari, atau tiga hari (untuk menangani gempa). Kami langsung bergerak,” ujar Rodríguez, dikutip Apaberita.com.

Kondisi Darurat dan Peran Warga

Rodríguez juga mengklarifikasi situasi di lapangan yang seringkali membuat warga setempat tiba lebih dulu dibanding tim penyelamat resmi. Dia menjelaskan, di lokasi bangunan runtuh, secara alamiah mereka yang pertama berada di sana adalah para penyintas, keluarga korban, dan penduduk sekitar. Hal ini disebabkan oleh kedekatan jarak dan respons spontan warga terhadap situasi darurat.

“Di lokasi bangunan yang runtuh, secara alami yang pertama berada di sana adalah para penyintas, keluarga korban, dan warga sekitar,” kata Rodríguez, menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah indikasi kelambanan aparat.

Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas berbagai kritik yang muncul di media sosial dan pemberitaan internasional. Sejumlah pihak sebelumnya mempertanyakan lambatnya kedatangan alat berat dan tim SAR profesional di beberapa titik terdampak paling parah. Rodríguez menegaskan bahwa evakuasi dan pertolongan segera diaktifkan begitu laporan resmi diterima oleh otoritas setempat.

Dampak dan Situasi Terkini

Rentetan gempa yang melanda Venezuela menimbulkan kerusakan signifikan, terutama di daerah-daerah dengan struktur bangunan tua dan kepadatan penduduk tinggi. Ratusan bangunan dilaporkan runtuh atau rusak berat di negara bagian Sucre, Monagas, dan Anzoátegui. Meskipun Venezuela merupakan produsen minyak utama dunia, krisis ekonomi berkepanjangan telah menggerus kapasitas infrastruktur darurat dan logistik penyelamatan di banyak daerah.

Rodríguez mengapresiasi solidaritas warga yang bahu-membahu menggali reruntuhan dan memberikan pertolongan pertama, bahkan sebelum petugas tiba. Namun ia meminta publik tidak memelintir fakta bahwa bantuan formal membutuhkan waktu mobilisasi yang wajar. “Kami memahami kesedihan dan kepanikan warga. Namun jangan sebarkan informasi keliru bahwa pemerintah tidak hadir. Kami hadir, sejak menit pertama,” tegasnya.

Lembaga-lembaga kemanusiaan internasional sebelumnya menyuarakan keprihatinan atas akses bantuan ke lokasi terpencil yang terdampak gempa. Menanggapi hal ini, Rodríguez menyatakan bahwa Venezuela terbuka terhadap kerja sama internasional, dengan catatan tetap menghormati kedaulatan nasional.

Proses pencarian dan evakuasi masih berlanjut. Tim penyelamat terus menyisir area-area yang tertimbun puing, sementara posko-posko darurat didirikan untuk menampung para pengungsi. Perkiraan jumlah korban jiwa dan kerugian materiil masih terus diperbarui seiring bertambahnya data dari lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User