Presiden Trump Umumkan Paket Kebijakan Ekonomi Baru dari Ruang Oval
Washington, DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampil di Ruang Oval, Gedung Putih, pada Kamis (29/1/2026) untuk mengumumkan serangkaian kebijakan e
Washington, DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampil di Ruang Oval, Gedung Putih, pada Kamis (29/1/2026) untuk mengumumkan serangkaian kebijakan ekonomi yang disebutnya sebagai "tahap kebangkitan kedua Amerika". Dalam penampilan yang disiarkan langsung, Trump menandatangani tiga perintah eksekutif dan menyampaikan pernyataan resmi mengenai tarif impor, insentif industri dalam negeri, serta reformasi pajak perusahaan.
Berdasarkan rilis resmi Gedung Putih, paket kebijakan tersebut mencakup tiga pilar utama. Pertama, pengenaan tarif universal 12 persen terhadap semua barang impor, kecuali produk dari negara-negara yang sudah memiliki perjanjian perdagangan bilateral khusus yang disetujui dalam 90 hari terakhir. Kedua, pemotongan tarif pajak perusahaan dari 21 persen menjadi 16 persen bagi entitas yang memenuhi syarat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimum 55 persen. Ketiga, pembentukan dana investasi infrastruktur senilai 220 miliar dolar AS yang dialokasikan selama lima tahun ke depan untuk mempercepat proyek jalan, jembatan, pelabuhan, dan jaringan listrik nasional.
"Kami mengembalikan kekuatan ekonomi ke tangan pekerja Amerika, bukan birokrat global," ujar Trump di hadapan awak media yang hadir di Ruang Oval. "America First bukan sekadar slogan, ini adalah cetak biru kemakmuran nasional. Angka pengangguran akan turun, pabrik-pabrik akan kembali berdiri, dan produk berlabel 'Made in the USA' akan mendominasi pasar dunia."
"Kami mengembalikan kekuatan ekonomi ke tangan pekerja Amerika, bukan birokrat global." – Presiden Donald Trump, 29 Januari 2026
Penasihat Ekonomi Utama Gedung Putih, Kevin Hassett, dalam briefing pers setelah acara menyampaikan bahwa tarif 12 persen merupakan hasil kalkulasi berbasis model ekuilibrium umum terbaru Departemen Perdagangan. Ia mengklaim kebijakan ini akan menghasilkan tambahan penerimaan negara sebesar 310 miliar dolar AS per tahun fiskal, sekaligus menekan defisit perdagangan yang pada 2025 tercatat sebesar 680 miliar dolar AS.
"Kami menargetkan penurunan defisit perdagangan hingga 200 miliar dolar AS dalam dua tahun pertama implementasi," terang Hassett. "Insentif TKDN akan mendorong relokasi rantai pasok, sementara pemangkasan pajak perusahaan akan meningkatkan investasi domestik."
Acara penandatanganan di Ruang Oval berlangsung pukul 10.15 waktu setempat dan disaksikan oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, serta sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik. Turut hadir perwakilan serikat pekerja dari sektor baja, otomotif, dan teknologi. Serikat pekerja menyambut baik kebijakan ini, sementara sektor swasta menyatakan masih akan mengkaji dampaknya terhadap biaya produksi dan harga konsumen.
Menurut data Departemen Tenaga Kerja per akhir Desember 2025, tingkat partisipasi angkatan kerja AS menyentuh 62,7 persen, dengan tingkat pengangguran nasional stabil di 3,6 persen. Pemerintahan Trump menargetkan penciptaan 2,5 juta lapangan kerja baru melalui paket kebijakan ini dalam waktu 18 bulan, khususnya di sektor manufaktur dan konstruksi yang terkait langsung dengan proyek infrastruktur.
Kebijakan TKDN yang mensyaratkan minimal 55 persen komponen lokal untuk memperoleh pemotongan pajak diperkirakan akan memberikan dampak signifikan pada industri otomotif, farmasi, dan semikonduktor. Ketentuan ini memberikan masa transisi dua tahun bagi produsen untuk menyesuaikan rantai pasok mereka. Perusahaan yang tidak memenuhi syarat TKDN pada 1 Januari 2028 akan kehilangan akses terhadap tarif pajak 16 persen dan kembali ke tarif dasar 21 persen.
Di sisi lain, pengamat ekonomi dari lembaga riset independen menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi inflasi impor dan retaliasi dagang dari mitra dagang utama. Namun, Gedung Putih optimistis bahwa kombinasi tarif dan insentif domestik akan meminimalkan dampak negatif tersebut. "Ini kalkulasi matang, bukan eksperimen. Kami punya data, kami punya model, dan kami punya komitmen untuk mengeksekusinya," tegas Hassett menutup sesi tanya jawab.
Presiden Trump diagendakan melakukan kunjungan kerja ke pabrik baja di Pennsylvania pekan depan untuk mempromosikan secara langsung dampak kebijakan ini terhadap pekerja Amerika.
Comments (0)