Robinhood Delisting Tiga Aset Kripto: ADA, SOL, dan MATIC Anjlok
New York — Platform perdagangan saham dan kripto tanpa komisi, Robinhood, mengumumkan akan menghapus tiga aset kripto utama dari daftar perdagangannya. Kep
New York — Platform perdagangan saham dan kripto tanpa komisi, Robinhood, mengumumkan akan menghapus tiga aset kripto utama dari daftar perdagangannya. Keputusan ini memicu tekanan jual signifikan pada Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Polygon (MATIC).
Berdasarkan keterangan resmi Robinhood, penghentian dukungan terhadap ADA, SOL, dan MATIC akan berlaku efektif pada 27 Juni 2023 pukul 18:59 Waktu Timur. Setelah batas waktu tersebut, pengguna tidak lagi dapat memperdagangkan ketiga token itu di platform Robinhood. Namun, pengguna masih dapat mentransfer aset-aset tersebut ke dompet kripto eksternal hingga tenggat yang ditentukan.
Langkah delisting ini diambil hanya berselang beberapa hari setelah Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengajukan gugatan terhadap dua bursa kripto raksasa, Binance dan Coinbase. Dalam dokumen gugatan, SEC secara eksplisit mengklasifikasikan ADA, SOL, dan MATIC—bersama sejumlah token lain—sebagai "sekuritas" yang tidak terdaftar. Klasifikasi ini menempatkan aset-aset tersebut di bawah wewenang regulasi ketat SEC, sehingga meningkatkan risiko hukum bagi platform yang memfasilitasi perdagangannya.
Secara kronologi, SEC menggugat Binance pada 5 Juni 2023, menuding perusahaan itu melanggar undang-undang sekuritas AS dengan mengoperasikan bursa tanpa registrasi dan menawarkan sekuritas aset kripto tanpa izin, termasuk ADA, SOL, dan MATIC. Sehari berselang, 6 Juni 2023, SEC mengajukan gugatan serupa terhadap Coinbase. Robinhood, yang dikenal dengan model bisnis bebas komisi dan berbasis aplikasi, lalu mengevaluasi ulang daftar aset kripto yang ditawarkannya. Keputusan untuk menghapus tiga token tersebut diumumkan pada 9 Juni 2023.
Reaksi pasar langsung terasa. Cardano (ADA) tercatat turun sekitar 22% dalam rentang waktu 24 jam pasca pengumuman, diperdagangkan di kisaran US$0,25–US$0,26—level terendahnya dalam tiga bulan. Solana (SOL) mengalami depresiasi sekitar 18%, menyentuh harga US$15,20—turun dari posisi US$18,50 sebelum berita delisting beredar. Polygon (MATIC) mencatat penurunan paling tajam di antara ketiganya, merosot hingga 25% ke level US$0,60, dari sebelumnya berada di sekitar US$0,80. Total kapitalisasi pasar ketiga aset tersebut menyusut lebih dari US$4 miliar dalam waktu kurang dari 48 jam.
Analis dari firma riset kripto menilai bahwa meskipun Robinhood bukan bursa kripto terbesar dari sisi volume, pengaruh psikologisnya terhadap investor ritel cukup kuat. "Keputusan Robinhood sering dijadikan barometer sentimen terhadap aset tertentu. Delisting ini memperkuat narasi bahwa regulasi AS semakin mengetat, dan platform akan lebih berhati-hati dalam menawarkan aset yang status hukumnya masih abu-abu," tulis laporan tersebut, dikutip oleh redaksi.
Peristiwa ini juga mengulangi pola serupa yang terjadi pada Juni 2023, di mana sejumlah bursa kripto lain mulai merevisi daftar aset yang didukungnya. Beberapa di antaranya dilaporkan sedang mengkaji opsi untuk geofencing—membatasi akses ke token tertentu khusus bagi pengguna di luar yurisdiksi AS—guna memitigasi risiko regulasi.
Comments (0)