Pramono Perkuat Koordinasi TNI-Polri di Menteng Usai Bentrokan Maut
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bergerak cepat merespons bentrokan berdarah yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa malam, 21 Juli 2026. Insiden yang menewaskan satu orang dan m...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bergerak cepat merespons bentrokan berdarah yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa malam, 21 Juli 2026. Insiden yang menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya itu langsung ditindaklanjuti dengan penggelaran rapat koordinasi darurat bersama jajaran TNI dan Polri pada Rabu pagi. Pramono menegaskan bahwa stabilitas keamanan di wilayah Menteng menjadi prioritas utama dan seluruh aparat telah disiagakan secara penuh.
Rapat Koordinasi Tertutup Digelar
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rapat koordinasi berlangsung tertutup di Ruang Kerja Gubernur, Balai Kota, pukul 08.30 WIB. Hadir dalam pertemuan tersebut Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, serta Danrem 051/Wijayakarta dan Kapolres Metro Jakarta Pusat. Dalam rapat yang berlangsung selama hampir dua jam itu, Pramono meminta agar dilakukan pemetaan titik rawan dan penggelaran personel secara proporsional.
"Kami telah berkoordinasi secara intensif dengan TNI dan Polri. Tidak ada ruang bagi gangguan keamanan di Jakarta, apalagi di kawasan Menteng yang menjadi salah satu pusat aktivitas strategis," ujar Pramono kepada awak media seusai rapat.
Kronologi Bentrokan dan Korban
Bentrokan yang dipicu oleh perselisihan antar-kelompok pemuda di Jalan Cokroaminoto, Menteng, meletus sekitar pukul 22.00 WIB. Data yang diterima dari Polda Metro Jaya menyebutkan, aksi saling serang menggunakan senjata tajam itu menyebabkan satu korban tewas di tempat bernama Andi Pratama (24) dan tiga korban luka berat yang kini dirawat di RSUD Cipto Mangunkusumo. Polisi telah mengamankan dua orang terduga pelaku dan masih memburu tiga orang lainnya yang diduga terlibat. "Aparat gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi. Kami pastikan proses hukum berjalan transparan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat dikonfirmasi terpisah.
Pengerahan Personel Gabungan
Menindaklanjuti arahan Gubernur, sebanyak 350 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta dikerahkan ke wilayah Menteng dan sekitarnya. Mereka disebar di lima titik pengamanan, antara lain di Simpang Jalan Cokroaminoto, Taman Suropati, serta beberapa ruas jalan protokol. Patroli skala besar juga diperintahkan berlangsung selama 24 jam penuh hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif.
"Kami mendirikan posko terpadu di kawasan Menteng untuk memudahkan koordinasi dan respon cepat terhadap laporan warga," ujar Dandim 0501/Jakarta Pusat Kolonel Inf Wahyu Yudhayana. Sementara itu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat turut mengerahkan tim psikososial untuk mendampingi keluarga korban dan warga yang terdampak secara psikis.
Imbauan kepada Warga
Pramono mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi yang dapat memicu bentrokan susulan. Ia juga meminta seluruh warga segera melapor ke posko terpadu atau call center Jakarta Siaga 112 jika menemukan hal-hal mencurigakan. "Kita semua harus bersatu menjaga Jakarta. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Mari kita kembalikan kepercayaan dan kenyamanan di lingkungan masing-masing," tuturnya.
Ketua RW 03 Menteng, Ahmad Syauqi, menyambut baik langkah cepat pemerintah. "Kami merasa lebih aman dengan kehadiran aparat. Semoga ini bisa meredakan ketegangan pascakejadian," katanya. Aktivitas warga pada Rabu pagi terpantau kembali normal meskipun pengamanan di beberapa titik masih terlihat ketat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji akan terus mengevaluasi situasi keamanan ibu kota secara berkala dan menggelar rapat lanjutan pada akhir pekan ini.
Comments (0)