Pramono Koordinasi TNI-Polri Pascabentrokan Maut di Menteng
Rapat Koordinasi Darurat Digelar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin rapat koordinasi darurat secara tertutup bersama Panglima Komando Daerah Militer Jaya dan Kepala Kepolisian Daerah Metro J...
Rapat Koordinasi Darurat Digelar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin rapat koordinasi darurat secara tertutup bersama Panglima Komando Daerah Militer Jaya dan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya di Balai Kota pada Senin (21/7/2026) pagi. Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam ini merupakan respons cepat terhadap bentrokan maut antarwarga yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu malam. Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama TNI dan Polri tidak akan mentoleransi tindak kekerasan yang merusak keamanan Ibu Kota.
Kronologi dan Data Korban
Berdasarkan laporan resmi dari Polda Metro Jaya, bentrokan meletus sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Cikini Raya, Kelurahan Menteng. Dua kelompok pemuda terlibat perkelahian dengan senjata tajam yang diduga dipicu oleh sengketa lahan parkir yang telah berlangsung lama. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua warga meninggal dunia di tempat, sementara delapan orang lainnya mengalami luka-luka. Tiga korban luka masih menjalani perawatan intensif di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, sedangkan lima lainnya telah mendapat penanganan rawat jalan. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Darmawan Susanto menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan 10 terduga pelaku dan masih memburu dua pelaku utama yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Pernyataan Tegas Gubernur
Usai memimpin rapat, Gubernur Pramono Anung menyampaikan pernyataan resmi yang menekankan komitmen penegakan hukum.
“Saya sudah memerintahkan seluruh jajaran Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan perangkat wilayah untuk bersinergi dengan TNI-Polri. Keamanan dan keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi aksi premanisme dan kekerasan di Jakarta,”tegas Pramono di hadapan awak media. Ia juga menambahkan bahwa rapat koordinasi ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan segera diimplementasikan di lapangan.
Strategi Pengamanan Terpadu
Menindaklanjuti arahan Gubernur, Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya menyepakati paket langkah pengamanan terpadu. Pangdam Jaya Mayjen TNI Hendra Kusuma mengumumkan bahwa sebanyak 500 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP akan dikerahkan untuk menggelar patroli malam secara intensif di seluruh titik rawan di Menteng dan wilayah sekitarnya. Selain itu, akan didirikan posko bersama pengamanan yang beroperasi 24 jam di lokasi strategis di kawasan Cikini-Menteng.
“Kami akan bertindak tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku. Aktivitas warga harus kembali normal. Tidak boleh ada ketakutan,”ujar Pangdam Jaya. Ia menambahkan bahwa pendekatan persuasif melalui tokoh masyarakat juga akan dikedepankan untuk meredam potensi konflik susulan.
Imbauan dan Keterlibatan Warga
Gubernur Pramono secara khusus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu provokatif yang beredar di media sosial. Ia meminta tokoh agama, tokoh pemuda, dan para pemangku kepentingan setempat untuk aktif menjadi penengah dan mendorong dialog antarwarga.
“Persoalan sekecil apa pun harus diselesaikan dengan kepala dingin. Saya minta lurah dan camat segera memfasilitasi musyawarah untuk menuntaskan akar masalah,”katanya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan memperkuat program deteksi dini konflik sosial melalui Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) terpadu di setiap kelurahan.
Bantuan dan Pendampingan Korban
Kepala Biro Humas dan Protokol DKI Jakarta, Sri Haryati, menyampaikan bahwa Gubernur telah menginstruksikan Dinas Sosial untuk memberikan pendampingan psikososial dan bantuan material kepada seluruh keluarga korban.
“Pak Gubernur sangat prihatin atas peristiwa ini. Beliau sudah meninjau langsung lokasi kejadian tadi subuh dan memastikan seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis terbaik. Bantuan bagi keluarga duka juga sudah disalurkan pagi ini,”ungkap Sri Haryati. Ia menambahkan bahwa Gubernur mengapresiasi kerja cepat aparat yang berhasil mencegah bentrokan susulan dan mengamankan situasi dalam waktu kurang dari enam jam pascakejadian.
Respons DPRD dan Komitmen Bersama
Ketua DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto, memberikan apresiasi atas langkah cepat dan terukur yang diambil oleh Gubernur bersama jajaran TNI-Polri. Ia menekankan bahwa keamanan Ibu Kota merupakan tanggung jawab kolektif yang memerlukan sinergi antara eksekutif, legislatif, dan aparat penegak hukum.
“Kami di DPRD mendukung penuh upaya Pemprov dan instansi terkait. Peristiwa ini harus menjadi evaluasi menyeluruh bagi tata kelola keamanan perkotaan kita. Jangan sampai terulang kembali,”tegas Hardiyanto saat dihubungi terpisah. Ia juga mendorong agar Dinas Perumahan dan Satpol PP mempercepat program penertiban titik-titik rawan yang selama ini dianggap menjadi sarang provokasi dan kerumunan tidak terpantau.
Sementara itu, Gubernur Pramono Anung menutup rangkaian pernyataan dengan menekankan bahwa Jakarta harus tetap menjadi kota yang aman dan inklusif. Rapat koordinasi yang digelarnya akan ditindaklanjuti dengan evaluasi mingguan untuk memastikan seluruh langkah pengamanan berjalan efektif dan kondisi Menteng kembali kondusif secara permanen.
Comments (0)