Pramono Anung Nostalgia di Setkab, Disambut Seskab Teddy
Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkunjung ke Kantor Sekretariat Kabinet di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026). Ia disambut langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy ...
Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkunjung ke Kantor Sekretariat Kabinet di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026). Ia disambut langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Keduanya terlibat dalam perbincangan hangat yang sarat nostalgia sekaligus membahas koordinasi strategis antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat.
Bagi Pramono, kunjungan ini bukan sekadar tugas dinas. Selama hampir sembilan tahun, tepatnya periode 2015 hingga 2024, ia menduduki kursi Sekretaris Kabinet di dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo. Gedung Setkab menjadi saksi bisu kiprahnya mengawal program prioritas nasional. Ketika melangkah masuk, sejumlah pegawai Setkab yang masih mengabdi menyambutnya dengan keakraban.
Selama menjabat sebagai Seskab, Pramono Anung dikenal sebagai figur strategis yang menjembatani komunikasi antara Presiden dan kementerian. Dia mengawal berbagai program nasional seperti pembangunan infrastruktur dan reformasi birokrasi. Kepemimpinannya yang tenang namun tegas meninggalkan kesan mendalam di lingkungan Setkab. Ketika ia kembali hari ini, suasana kantor terasa lebih cair.
Pertemuan Hangat Dua Seskab
Teddy Indra Wijaya, yang menggantikan Pramono sejak Oktober 2024, mengaku kunjungan ini menjadi ajang diskusi berharga.
“Beliau adalah pendahulu saya yang membangun pondasi kuat di Sekretariat Kabinet. Banyak pelajaran yang bisa kami petik dari pengalaman beliau,” ujar Teddy.
Sementara itu, Pramono mengungkapkan rasa bangganya melihat keberlanjutan tata kelola di Setkab.
“Saya merasa seperti pulang ke rumah sendiri. Banyak pegawai yang dulu bekerja bersama saya masih ada di sini. Ini pertemuan yang hangat sekaligus produktif,” ucap Pramono.
Sinergi Pusat-Daerah
Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah isu strategis terkait Jakarta. Dengan status Jakarta yang bertransformasi menjadi Daerah Khusus pascapemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN), koordinasi antara pemerintah provinsi dan kementerian/lembaga menjadi krusial. Keduanya menyepakati perlunya percepatan sejumlah proyek infrastruktur, termasuk pengendalian banjir, integrasi transportasi massal, dan penyediaan ruang terbuka hijau.
Teddy menegaskan,
“Pemerintah pusat siap memfasilitasi kebutuhan DKI Jakarta, terutama dalam menyelaraskan kebijakan fiskal dan perizinan strategis. Kami ingin Jakarta tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.”
Ia menambahkan, Setkab akan membuka pintu seluas-luasnya bagi Gubernur Pramono dan jajaran Pemprov DKI untuk konsultasi kebijakan.
“Kami sepakat mengadakan rapat koordinasi rutin setiap tiga bulan sekali. Ini penting untuk memastikan tidak ada kebijakan pusat yang berbenturan dengan kebutuhan daerah,”jelas Teddy.
Napak Tilas dan Kenangan
Dalam kesempatan itu, Pramono sempat berkeliling ke beberapa ruangan di Setkab. Ia menyapa para staf dan pejabat yang pernah menjadi bawahannya. Momen ini diwarnai dengan obrolan ringan dan tawa. Sejumlah pegawai senior bahkan menggelar pertemuan kecil di sela-sela kunjungan, mengenang masa-masa ketika Pramono memimpin lembaga tersebut.
Seorang pejabat di lingkungan Setkab yang enggan disebut namanya mengisahkan bahwa Pramono dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan bawahan.
“Beliau selalu membangun hubungan personal yang kuat. Tidak heran banyak yang rindu dengan gaya kepemimpinannya,”tuturnya.
Langkah Ke Depan
Usai pertemuan, kedua pihak sepakat membentuk tim koordinasi teknis yang akan merumuskan prioritas kerja sama dalam enam bulan ke depan. Pramono menyatakan optimismenya bahwa sinergi ini akan membawa dampak positif bagi warga Jakarta.
“Bersama Pak Teddy, kami berkomitmen menghadirkan kebijakan yang responsif dan tepat sasaran,”tegas Pramono.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bukti bahwa regenerasi kepemimpinan di lingkaran istana tidak menghalangi terciptanya hubungan kolaboratif yang erat. Di penghujung pertemuan, Pramono dan Teddy saling bertukar cendera mata sebagai simbol persahabatan dan kerja sama. Cendera mata tersebut berupa miniatur Monas dan Patung Garuda sebagai representasi Jakarta dan Setkab.
Dengan komunikasi yang cair, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Sekretariat Kabinet diharapkan mampu memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan inklusif. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sinergi pusat-daerah.
Comments (0)