Polres Bogor Simulasi Pengamanan Laga Timnas Kontra Kamboja
CIBINONG, BOGOR — Kepolisian Resor Bogor menggelar Tactical Floor Game (TFG) di Markas Komando Polres Bogor, Senin (27/7/2026), sebagai langkah pemantapan pengamanan pertandingan sepak bola internas...
CIBINONG, BOGOR — Kepolisian Resor Bogor menggelar Tactical Floor Game (TFG) di Markas Komando Polres Bogor, Senin (27/7/2026), sebagai langkah pemantapan pengamanan pertandingan sepak bola internasional antara Tim Nasional Indonesia dan Kamboja pada ajang ASEAN Hyundai Cup 2026. Kegiatan simulasi taktis ini dirancang untuk memastikan seluruh prosedur pengamanan berjalan efektif dan tanpa celah saat laga digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
TFG tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bogor, AKBP Deddy Supriadi, dan dihadiri oleh seluruh perwira pengendali serta perwira lapangan yang akan bertugas pada hari pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026. Simulasi ini menggambarkan skenario lapangan secara rinci, termasuk penempatan personel, rute pergerakan pasukan, titik-titik rawan, serta mekanisme penanganan darurat. AKBP Deddy Supriadi menekankan bahwa kesiapan personel menjadi kunci keberhasilan pengamanan.
“Kami tidak ingin ada celah sekecil apa pun yang dapat mengganggu jalannya pertandingan. TFG ini memastikan bahwa setiap anggota memahami tugas, fungsi, dan area tanggung jawabnya secara detail,” ujarnya.
Simulasi Taktis Libatkan Ratusan Personel
Berdasarkan data yang dihimpun, Polres Bogor mengerahkan sedikitnya 1.200 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, dan unsur keamanan lainnya. Dalam TFG, peta situasi stadion dan sekitarnya dipasang di lantai markas, kemudian para komandan sektor menjelaskan alur pergerakan pasukan dan prosedur pengamanan secara bertahap.
Setiap sektor diidentifikasi berdasarkan tingkat kerawanan. Sektor 1 meliputi area dalam stadion dan ruang ganti pemain, sektor 2 mencakup tribune penonton, sektor 3 merupakan perimeter luar stadion, dan sektor 4 adalah area parkir serta jalur evakuasi. Masing-masing sektor dikomandoi oleh seorang perwira menengah yang bertanggung jawab langsung kepada Kapolres Bogor.
Simulasi juga mencakup skenario terburuk, seperti potensi masuknya suporter tanpa tiket secara paksa, ancaman kebakaran kecil di tribun, hingga insiden medis yang membutuhkan evakuasi cepat. Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor turut dilibatkan dalam latihan ini untuk menguji respons penanganan korban.
Sinergi dengan Panitia dan TNI
Dalam rapat koordinasi yang digelar usai TFG, AKBP Deddy Supriadi menegaskan pentingnya sinergi antara pihak keamanan, panitia penyelenggara, dan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) selaku pemegang lisensi turnamen. “Pengamanan pertandingan ini bukan hanya tugas Polri, melainkan tanggung jawab bersama. Kami telah berkoordinasi dengan panitia lokal, manajemen stadion, serta perwakilan AFF untuk menyamakan persepsi,” jelasnya.
Komandan Korem 061/Suryakancana, Kolonel Inf. Agus Wibowo, yang diwakili oleh Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf. Hendra Gunawan, menyatakan kesiapan TNI untuk mendukung pengamanan dengan mengerahkan personel Batalyon Infanteri 315/Garuda. “Kami siap membantu mengamankan area luar stadion dan jalur lalu lintas. Kerja sama ini merupakan wujud sinergitas TNI-Polri yang sudah terbangun baik,” ujar Letkol Inf. Hendra Gunawan.
Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Rekayasa Lalu Lintas
Polres Bogor juga telah menyusun strategi rekayasa lalu lintas di sekitar Stadion Pakansari. Mulai pukul 15.00 WIB, sejumlah ruas jalan akan dialihkan atau ditutup sementara, termasuk Jalan Raya Tegar Beriman, Jalan Karadenan, dan akses menuju Cibinong City Mall. Masyarakat diimbau untuk mencari jalur alternatif dan datang lebih awal ke stadion. Kapolres menekankan bahwa pengamanan juga difokuskan pada pencegahan tindak kriminal di area parkir dan pemukiman warga sekitar.
“Kami mendirikan posko pengaduan keliling dan menempatkan personel berpakaian preman untuk mengawasi potensi pencopetan atau penipuan tiket. Selain itu, kami telah berkoordinasi dengan komunitas suporter agar menjaga ketertiban bersama,” tambah AKBP Deddy.
Pihak kepolisian juga menyiagakan tim penjinak bom (Jihandak) dan anjing pelacak untuk menyisir area stadion sebelum pertandingan dimulai. Langkah ini merupakan prosedur standar operasional (SOP) untuk event internasional yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor:Kep/334/V/2025 tentang Pengamanan Kegiatan Nasional dan Internasional.
Imbauan untuk Suporter
Menindaklanjuti hasil TFG, Polres Bogor mengeluarkan imbauan tegas kepada suporter yang akan hadir di Stadion Pakansari. Suporter diwajibkan membawa identitas diri, mematuhi aturan tanpa flare atau petasan, dan dilarang membawa minuman keras atau benda berbahaya. Kapasitas stadion yang mencapai 30.000 tempat duduk akan diatur agar tidak melebihi kuota tiket yang telah ditetapkan oleh panitia.
Pertandingan Indonesia melawan Kamboja merupakan laga perdana Grup B ASEAN Hyundai Cup 2026. Timnas Indonesia yang dilatih oleh Shin Tae-yong diunggulkan meraih tiga poin di kandang sendiri. Namun, tensi tinggi suporter dan potensi provokasi tetap menjadi perhatian utama aparat keamanan. “Kami optimistis pertandingan akan berjalan aman dan lancar. Prestasi timnas harus didukung dengan keamanan yang prima,” pungkas AKBP Deddy Supriadi.
Setelah TFG, seluruh personel akan kembali menjalani apel gelar pasukan pada Selasa (28/7) pagi di Lapangan Tegar Beriman, yang akan dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Aditya Pradana. Apel ini menjadi penanda akhir kesiapan pengamanan sebelum hari pertandingan.
Comments (0)