Polisi Sisir Kali Licin Depok Cari Sisa Potongan Tubuh Korban Mutilasi
DEPOK — Jajaran kepolisian melanjutkan pencarian sisa potongan tubuh Kunaefi (51), korban perkara mutilasi, dengan menyisir aliran Kali Licin yang melintasi wilayah Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depo...
DEPOK — Jajaran kepolisian melanjutkan pencarian sisa potongan tubuh Kunaefi (51), korban perkara mutilasi, dengan menyisir aliran Kali Licin yang melintasi wilayah Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas terungkapnya dugaan pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan oleh Saeful (26).
Petugas menelusuri bantaran sungai serta memeriksa badan air untuk memastikan tidak ada bagian tubuh korban yang tersangkut maupun terbawa arus. Sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi tertahannya potongan tubuh, seperti kawasan sekitar jembatan, tumpukan sampah, serta rimbunan semak di tepi sungai, menjadi prioritas dalam pemeriksaan.
Kali Licin merupakan salah satu aliran sungai yang membelah kawasan padat penduduk di Kecamatan Pancoran Mas. Karakteristik aliran yang melewati permukiman menjadikan proses pencarian harus dilakukan secara cermat, mengingat potongan tubuh dapat terbawa arus hingga jarak tertentu atau tersangkut di antara bebatuan dan material lain di dasar sungai.
Penyisiran Dilakukan Secara Sistematis
Dalam pelaksanaannya, penyisiran dilakukan secara berjenjang dengan membagi aliran sungai ke dalam sejumlah sektor. Petugas menyusuri tepian sungai dari satu titik ke titik berikutnya seraya memeriksa setiap objek yang mencurigakan. Kondisi kedalaman air serta kecepatan arus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan metode pencarian yang diterapkan di lapangan.
Setiap temuan yang dicurigai berkaitan dengan perkara langsung diamankan untuk kemudian diperiksa lebih lanjut. Apabila ditemukan bagian tubuh, petugas akan segera mengirimkannya ke fasilitas kedokteran forensik guna kepentingan pemeriksaan serta identifikasi. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bagian penting dalam pemberkasan perkara yang tengah ditangani penyidik.
Selain menyisir badan sungai, petugas juga memeriksa area di sekitar lokasi yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada barang bukti lain yang tercecer, termasuk benda-benda milik korban maupun alat yang diduga digunakan dalam peristiwa itu.
Kendala cuaca serta debit air turut menjadi perhatian petugas selama penyisiran. Apabila intensitas hujan meningkat, aliran sungai berpotensi mengalami kenaikan debit sehingga pencarian harus disesuaikan demi keselamatan petugas. Meski demikian, kegiatan tetap diupayakan berjalan maksimal dengan mengedepankan kehati-hatian.
Penyidikan terhadap Terduga Pelaku Terus Berjalan
Korban dalam perkara ini diketahui bernama Kunaefi, warga berusia 51 tahun. Adapun terduga pelaku adalah Saeful, yang berusia 26 tahun. Dugaan keterlibatan Saeful mengemuka setelah penyidik melakukan pendalaman terhadap rangkaian peristiwa yang menimpa korban.
Satuan Reserse Kriminal kini menangani perkara tersebut secara intensif. Serangkaian langkah penyidikan ditempuh, mulai dari pemeriksaan terhadap terduga pelaku, pendalaman keterangan sejumlah saksi, hingga pengumpulan alat bukti pendukung. Pencarian sisa potongan tubuh korban menjadi salah satu prioritas utama guna melengkapi konstruksi perkara secara utuh.
Penyidik juga berkoordinasi dengan tim kedokteran forensik dalam penanganan temuan di lapangan. Setiap bagian tubuh yang berhasil ditemukan akan menjalani pemeriksaan guna memastikan identitasnya serta memperkuat alat bukti yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Penanganan perkara mutilasi memerlukan ketelitian tinggi mengingat kompleksitas pemeriksaan yang harus dilakukan. Seluruh temuan di lapangan dicatat dan didokumentasikan secara tertib agar dapat dipertanggungjawabkan dalam proses hukum selanjutnya.
Masyarakat Diminta Melaporkan Temuan Mencurigakan
Kepolisian mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar aliran Kali Licin maupun yang melintasi kawasan Pancoran Mas untuk turut membantu proses pencarian. Warga yang menemukan benda atau objek mencurigakan diminta segera melaporkannya kepada petugas terdekat tanpa memindahkan maupun menyentuh temuan tersebut.
Imbauan itu disampaikan mengingat keberadaan barang bukti sangat menentukan kelancaran proses penyidikan. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi di lingkungan sekitar tetap kondusif selama proses pencarian berlangsung.
Kehadiran petugas di lokasi penyisiran turut menarik perhatian warga sekitar. Petugas di lapangan mengatur area pencarian agar kegiatan berjalan tertib serta tidak mengganggu kepentingan penyidikan.
Hingga penyisiran dilakukan, pencarian sisa potongan tubuh korban masih terus berlangsung. Kepolisian memastikan upaya tersebut akan dilanjutkan sampai seluruh bagian tubuh korban ditemukan. Perkembangan penanganan perkara akan disampaikan secara resmi seiring berjalannya proses penyidikan.
Comments (0)